- Di era modern ini, liburan di Jepang bisa seperti nyata berkat bantuan prompt Gemini AI.
- Tanpa pergi ke Jepang, kita bisa foto dengan bergaya seolah sedang di Negeri Sakura.
- Kuncinya adalah menggunakan prompt Gemini AI yang tepat untuk menghasilkan foto liburan di Jepang.
Suara.com - Liburan ke Jepang menjadi impian banyak orang, namun tidak semuanya bisa berkesempatan mengunjungi Negeri Sakura dalam waktu dekat.
Namun tak perlu khawatir, prompt Gemini AI bisa jadi solusi praktis saat keinginan liburan ke Jepang belum bisa terwujud.
Seperti diketahui, baru-baru ini di media sosial ramai tren edit foto menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intellingence) seperti Gemini yang mudah diakses di browser.
Untuk bisa menghasilkan foto AI yang keren dan terlihat asli, kamu perlu menggunakan prompt sebagai mantra ajaib. Prompt ini berisi perintah teks untuk menggambarkan detail foto yang ingin diedit atau diubah.
Tanpa pergi ke Jepang, kamu bisa membuat foto seolah sedang berlibur di sana dengan berbagai gaya seperti pakai kimono, hangout di Tokyo hingga bergaya ala Samurai warrior.
Berikut ulasan cara membuat foto dan prompt Gemini AI potret liburan di Jepang.
Cara Membuat Foto Liburan di Jepang Pakai Gemini AI
1. Buka Google Gemini AI lewat browser atau akses link: https://gemini.google.com/.
2. Klik "+" untuk mengunggah foto yang ingin diedit ala liburan d Jepang.
Baca Juga: Inovasi Kangen Water 'Ajaib' dari Jepang Ini Klaim Bikin Tubuh Seimbang dan Lawan Penuaan Dini
3. Masukkan prompt untuk edit foto. Bisa salin salah satu prompt di bawah.
4. Klik tanda ">" di pojok kanan atau tekan tombol "Enter" pada keyboard untuk memproses foto.
5. Tunggu prosesnya sampai selesai.
6. Simpan hasil kreasi foto yang telah dibuat.
Prompt Gemini AI Foto Liburan di Jepang
1. Pose di Shibuya Crossing Tokyo
Ubah foto saya ini menjadi sedang menyeberang di Shibuya Crossing yang ramai dengan lampu kota Tokyo di malam hari. Gunakan outfit street style Jepang ala anak muda yang simpel dan trendi. Tambahkan efek neon light yang memantul di jalan basah setelah hujan. Tampilkan keramaian orang dan suasana modern Jepang. Jangan mengubah wajah asli dalam foto.
2. Bersama Pasangan di Shibuya Crossing
Buat foto sinematik hiper-realistis pasangan dalam potret terlampir, sedang mengenakan jaket kimono modern yang dipadukan dengan gaya kasual: sepatu kets, celana denim longgar dan atasan berlapis. Mereka berjalan berdampingan di Shibuya Crossing di malam hari, dikelilingi oleh gerakan kabur keramaian kota dan papan reklame neon. Trotoar basah memantulkan cahaya neon cyan dan magenta. Lensa silau dari papan reklame digital, cahaya kota yang semarak. Buat foto estetika pasangan street fashion editorial, resolusi tinggi.
3. Kimono
Ciptakan potret realistis seorang perempuan muda Indonesia dalam balutan pakaian tradisional Jepang, berdiri di antara bunga sakura merah muda yang mekar sempurna di bawah langit biru cerah. Ia mengenakan kimono bunga merah muda bermotif rumit dan selempang obi elegan bermotif emas dan hijau. Rambutnya ditata rapi dengan hiasan bunga merah muda, tersenyum hangat dan memancarkan kegembiraan. Ia memegang payung tradisional Jepang (wagasa) besar yang terangkat tinggi, memberikan bayangan lembut yang menyebar di wajahnya, meningkatkan suasana romantis. Ekspresi tersenyum memalingkan wajah ke kamera. Pencahayaan alami golden hour, lembut dan hangat. Gambar vertikal, rasio 9:16, ultra-detail, rona pastel lembut, tampilan sinematik.
4. Ala Samurai Warrior
Gunakan fitur wajah dari foto terlampir. Buat potret sinematik seorang prajurit samurai pria sedang bersandar santai di dinding kayu lapuk dalam suasana desa tradisional Jepang. Ia mengenakan jubah prajurit bergaya kimono merah tua, bertekstur lipatan alami dan kain lapuk, diikat erat dengan sabuk berlapis di pinggangnya. Dua katana terselip di obi-nya, menegaskan identitas prajuritnya. Ekspresinya tenang namun intens, memancarkan kepercayaan diri dan ketangguha. Rambutnya ditata dengan sanggul yang sedikit berantakan dan tertiup angin. Latar belakangnya menampilkan struktur kayu tua dan papan nama vertikal besar dengan kaligrafi kanji hitam tebal pada papan lapuk, meningkatkan suasana keaslian sejarah. Pencahayaan dramatis.
5. Foto di Shinkansen
Ubah foto saya ini menjadi sinematik sedang memandang ke luar jendela Shinkansen (kereta peluru). Lanskap di luar diburamkan untuk menunjukkan sensasi kecepatan yang luar biasa. Di kejauhan, Gunung Fuji yang ikonis terlihat jelas di hari yang cerah melalui jendela. Estetika yang bersih dan minimalis, menangkap pemandangan khas Jepang. Pertahankan wajah asli.