Mengenal Jinlin Crater, Kawah Modern Terbesar di Bumi

Agatha Vidya Nariswari | Suara.com

Senin, 17 November 2025 | 13:44 WIB
Mengenal Jinlin Crater, Kawah Modern Terbesar di Bumi
Foto drone dari area Kawah Jinlin, diambil pada 12 Mei 2025 (Ming Chen)

Suara.com - Sebuah penemuan besar di Guangdong, China, berhasil menyita perhatian para ilmuwan dunia. Di lereng perbukitan dekat Kota Zhaoqing, sebuah cekungan raksasa yang selama ini luput dari sorotan ternyata merupakan kawah benturan meteor — dan bukan sembarang kawah.

Struktur yang diberi nama Jinlin crater itu kini dinyatakan sebagai kawah “modern” terbesar yang pernah ditemukan di Bumi.

Mengutip dari Science Alert (17/11/2025), penemuan ini dilaporkan dalam dua publikasi ilmiah pada pertengahan November 2025, yaitu pada jurnal Universe Today dan jurnal Matter and Radiation at Extremes.

Dengan diameter mencapai 820 hingga 900 meter dan kedalaman sekitar 90 meter, kawah Jinlin jauh melampaui ukuran kawah Macha di Rusia yang sebelumnya memegang rekor sebagai kawah Holosen terbesar dengan diameter hanya sekitar 300 meter. Holosen sendiri adalah periode geologi yang dimulai sekitar 11.700 tahun lalu, setelah berakhirnya zaman es terakhir.

Tim peneliti dari Shanghai dan Guangzhou menyebut bahwa kawah tersebut terbentuk pada awal hingga pertengahan periode Holosen.

Perkiraan ini didasarkan pada jejak erosi tanah di sekitar lokasi. Hal yang membuat para ilmuwan terkejut bukan hanya ukurannya, tetapi juga kondisi kawah yang masih sangat jelas meski berada di wilayah beriklim ekstrem.

Guangdong dikenal dengan curah hujan tinggi, musim hujan yang kuat, serta kelembaban yang terus-menerus — kondisi yang biasanya mempercepat kerusakan struktur batuan.

Namun, kawah Jinlin justru bertahan dalam keadaan sangat baik. Para ahli menjelaskan bahwa lapisan tebal granit lapuk di sekitarnya berperan sebagai “pelindung alami” yang menjaga bentuk kawah dari laju erosi. Berkat perlindungan ini, struktur kawah tetap menonjol meski sudah berusia ribuan tahun.

Bukti bahwa kawah ini berasal dari tumbukan benda luar angkasa ditemukan pada batuan granit di sekitarnya. Para peneliti menemukan pecahan-pecahan kuarsa dengan pola kerusakan mikroskopis yang disebut planar deformation features.

Struktur ini hanya terbentuk ketika batuan mengalami tekanan ekstrem antara 10 hingga 35 gigapascal — tekanan yang tak mungkin dihasilkan oleh proses geologi Bumi seperti letusan gunung atau pergeseran lempeng. Satu-satunya penyebab tekanan sebesar itu adalah tumbukan meteor berkecepatan tinggi.

Berdasarkan ukuran kawah, para peneliti menyimpulkan bahwa objek penabraknya adalah sebuah meteorit, bukan komet. Jika yang menghantam adalah komet, kawah yang terbentuk seharusnya jauh lebih besar, setidaknya hingga 10 kilometer lebar. Meski demikian, komposisi meteorit tersebut — apakah batuan atau besi — belum dapat dipastikan dan masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Penemuan besar ini membuka kembali diskusi mengenai seberapa sering Bumi mengalami hantaman benda langit pada masa-masa geologi terbaru. Walaupun secara teori seluruh permukaan Bumi memiliki peluang yang sama untuk terkena tumbukan, bukti-bukti di lapangan tidak tersebar merata.

Banyak kawah purba hilang begitu saja karena erosi, tertimbun sedimen, atau tersembunyi di wilayah yang jarang diteliti. Hal ini membuat sejarah tumbukan Bumi terlihat kurang lengkap.

Fakta bahwa kawah sebesar ini bisa “bersembunyi” begitu lama menunjukkan bahwa masih banyak kemungkinan struktur serupa yang belum ditemukan, terutama di daerah terpencil atau yang jarang dieksplorasi geologinya.

Penemuan Jinlin memberikan contoh bagaimana sebuah kawah dapat bertahan berkat kondisi lingkungan yang kebetulan menguntungkan.

Para peneliti berharap studi lanjutan di lokasi ini dapat memberikan gambaran lebih jelas tentang frekuensi tumbukan meteorit pada masa Holosen dan bagaimana proses alam mempertahankan atau menghapus jejak tersebut.

Selain itu, penelitian ini diharapkan bisa memperkaya pemahaman tentang distribusi objek luar angkasa kecil yang pernah menghantam Bumi dan dampaknya terhadap evolusi geologi planet kita.

“Setiap kawah adalah catatan sejarah Bumi,” kata salah satu peneliti, Ming Chen, mengutip dari Science Daily (14/11/2025).

Ia menambahkan bahwa temuan seperti Jinlin dapat membantu para ahli menyusun ulang kepingan informasi mengenai peristiwa kosmik yang membentuk permukaan planet ini.

Kontributor : Gradciano Madomi Jawa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Fakta Kereta Petani di China yang Disebut-sebut Menginspirasi Indonesia

10 Fakta Kereta Petani di China yang Disebut-sebut Menginspirasi Indonesia

Tekno | Minggu, 16 November 2025 | 05:43 WIB

Sambut Akhir Pekan, Ini 5 Drama China Tayang Bulan November 2025

Sambut Akhir Pekan, Ini 5 Drama China Tayang Bulan November 2025

Your Say | Sabtu, 15 November 2025 | 11:10 WIB

Purbaya Duga Pakaian Bekas Impor RI Banyak dari China, Akui Kemenkeu Lambat Tangani

Purbaya Duga Pakaian Bekas Impor RI Banyak dari China, Akui Kemenkeu Lambat Tangani

Bisnis | Jum'at, 14 November 2025 | 17:47 WIB

Terkini

Terpopuler: 6 HP 5G Terbaru Paling Murah, Meta dan Google Dipanggil Komdigi

Terpopuler: 6 HP 5G Terbaru Paling Murah, Meta dan Google Dipanggil Komdigi

Tekno | Minggu, 05 April 2026 | 07:05 WIB

3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar

3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar

Tekno | Sabtu, 04 April 2026 | 19:20 WIB

35 Kode Redeem FF Aktif 4 April 2026: Klaim Emote Sepak Bola hingga Skin MP40 Chromasonic Gratis

35 Kode Redeem FF Aktif 4 April 2026: Klaim Emote Sepak Bola hingga Skin MP40 Chromasonic Gratis

Tekno | Sabtu, 04 April 2026 | 18:35 WIB

Daftar Harga HP Samsung Terbaru April 2026 Lengkap untuk Segala Budget Anda

Daftar Harga HP Samsung Terbaru April 2026 Lengkap untuk Segala Budget Anda

Tekno | Sabtu, 04 April 2026 | 17:59 WIB

27 Kode Redeem FC Mobile 4 April 2026: Banjir Gems, Koin, dan Pemain OVR Tinggi Hari Ini

27 Kode Redeem FC Mobile 4 April 2026: Banjir Gems, Koin, dan Pemain OVR Tinggi Hari Ini

Tekno | Sabtu, 04 April 2026 | 16:50 WIB

ASUS Rilis Mini PC ExpertCenter PN55, Didukung AMD Ryzen AI 400 dan Copilot+

ASUS Rilis Mini PC ExpertCenter PN55, Didukung AMD Ryzen AI 400 dan Copilot+

Tekno | Sabtu, 04 April 2026 | 15:39 WIB

Daftar HP Baru yang Bakal Rilis April 2026, Mana Pilihanmu?

Daftar HP Baru yang Bakal Rilis April 2026, Mana Pilihanmu?

Tekno | Sabtu, 04 April 2026 | 15:18 WIB

Harga HP Redmi Naik 2026, Xiaomi Ungkap Penyebabnya: RAM Melonjak 4 Kali Lipat

Harga HP Redmi Naik 2026, Xiaomi Ungkap Penyebabnya: RAM Melonjak 4 Kali Lipat

Tekno | Sabtu, 04 April 2026 | 14:08 WIB

Waspada! Malware Android Menyamar Aplikasi Starlink, Bisa Curi Data dan Tambang Kripto Diam-Diam

Waspada! Malware Android Menyamar Aplikasi Starlink, Bisa Curi Data dan Tambang Kripto Diam-Diam

Tekno | Sabtu, 04 April 2026 | 13:50 WIB

35 Kode Redeem FC Mobile 4 April 2026, Isu Reset Tahunan Menguat?

35 Kode Redeem FC Mobile 4 April 2026, Isu Reset Tahunan Menguat?

Tekno | Sabtu, 04 April 2026 | 13:05 WIB