Tanggapi Kasus Predator Anak di Game, CEO Roblox Menuai Sorotan

Yasinta Rahmawati, Rezza Dwi Rachmanta

Sabtu, 22 November 2025 | 14:55 WIB
Tanggapi Kasus Predator Anak di Game, CEO Roblox Menuai Sorotan
Ilustrasi Game Roblox. (PlayStation, Roblox Corporation)
baca 10 detik
  • Pernyataan kontroversial CEO Roblox soal isu predator anak memicu kritik dan sorotan publik.

  • Fitur pemindaian wajah dinilai lebih sebagai respons krisis daripada solusi keamanan yang efektif.

  • Banyak gugatan dan kasus eksploitasi menegaskan masalah keamanan Roblox bersifat serius dan sistemik.

Suara.com - Salah satu pendiri sekaligus CEO Roblox, David Baszucki, baru-baru ini buka suara setelah banyak kasus terkait predator anak serta pelecehan menimpa platform-nya.

Sayang, pernyataan David Baszucki justru tak sesuai ekspektasi serta semakin menuai sorotan publik.

Sebagai informasi, game Roblox telah diunduh lebih dari 1,3 miliar (termasuk iOS dan Android) serta mempunyai lebih dari 150 juta pengguna aktif setiap hari.

Itu menjadikan Roblox sebagai salah satu platform permainan paling populer saat ini.

Ketika David Baszucki berbincang dengan The New York Times untuk membahas alat moderasi konten baru milik Roblox, keadaan berubah menjadi canggung dengan pernyataan kontroversial Sang CEO.

Ilustrasi karakter game Roblox. (Roblox Corporation)
Ilustrasi karakter game Roblox. (Roblox Corporation)

Dalam wawancara di podcast Hard Fork, Baszucki justru menyebut masalah di Roblox sebagai “peluang,” sebuah pernyataan yang langsung menimbulkan reaksi keras.

"Kami menganggapnya bukan hanya sebagai masalah, tetapi juga sebagai peluang," ujarnya.

Ia membicarakan fitur pemindaian wajah baru—sistem verifikasi usia berbasis AI yang akan memindai wajah pengguna sebelum menempatkan mereka dalam kelompok usia tertentu.

Fitur ini, kata Roblox, ditujukan untuk meningkatkan keselamatan. Namun, banyak pihak menilai langkah tersebut lebih bernuansa krisis daripada inovasi.

baca juga

Di tengah diskusi, Baszucki “dengan tegas menolak” anggapan bahwa Roblox menjadi sarang predator, meskipun sejumlah laporan investigatif dan gugatan hukum mengatakan sebaliknya.

“Banyak anak menemukan teman mereka di Roblox… kami memiliki tanggung jawab besar,” ujar David dikutip dari The New York Times dan GameRadar.

Ia mengatakannya sembari mengeklaim bahwa platform lain jauh lebih buruk.

Pernyataan ini tampak bertentangan dengan kenyataan bahwa Florida, Texas, dan Louisiana (wilayah Amerika Serikat) telah menggugat Roblox, menuduh perusahaan gagal melindungi anak-anak dari eksploitasi.

Jaksa Agung Louisiana Liz Murrill bahkan menyebut fitur pemindaian wajah sebagai “respons terhadap krisis,” bukan solusi nyata.

Di tengah kritik, Baszucki berkukuh bahwa teknologi AI membuat moderasi makin efektif, meski ia kemudian memicu kebingungan dengan memuji ide hipotetis “pasar prediksi dalam Roblox” yang melibatkan Robux, sesuatu yang langsung disebut “ide buruk” oleh pembawa acara.

Ia justru menyebut ide tersebut “brilian,” menambah panjang daftar komentar kontroversial dalam wawancara itu.

Masalah makin rumit setelah gugatan federal terbaru mengungkap kasus seorang anak berusia 10 tahun dari Johnson County yang dieksploitasi predator.

Tersangka diketahui pertama kali menghubunginya melalui Roblox.

Kasus ini hanyalah satu dari ratusan laporan firma hukum yang memosisikan Roblox sebagai “magnet predator".

Beberapa mini-game dengan nama mengerikan seperti “Escape to Epstein Island” dan akun pengguna dengan nama referensi pelaku kejahatan seksual diketahui dapat beredar bebas.

Meski Baszucki menegaskan bahwa banyak kejadian terjadi “di luar Roblox,” data dan jumlah gugatan menunjukkan masalahnya jauh lebih sistemik.

Dengan lebih dari 150 juta pengguna harian dan basis besar anak-anak, Roblox berada di persimpangan antara inovasi dan tanggung jawab publik.

Fitur verifikasi wajah mungkin menjawab sebagian masalah, namun pengawasan komunitas, moderasi agresif, dan kebijakan lebih ketat tampaknya masih sangat dibutuhkan.

Roblox kini berada di titik kritis: membuktikan bahwa mereka mampu membangun platform aman bagi anak, atau menghadapi tekanan hukum yang semakin berat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Game Survival Baru dari Kreator PUBG Telah Tiba, Early Access Dibuka

Game Survival Baru dari Kreator PUBG Telah Tiba, Early Access Dibuka

Tekno | Jum'at, 21 November 2025 | 14:00 WIB

9 Film Adaptasi Game Legendaris, Pemanasan Sebelum The Legend of Zelda Tayang

9 Film Adaptasi Game Legendaris, Pemanasan Sebelum The Legend of Zelda Tayang

Entertainment | Jum'at, 21 November 2025 | 19:00 WIB

25 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 November: Raih Glorious 107-115 dan Ribuan Gems

25 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 November: Raih Glorious 107-115 dan Ribuan Gems

Tekno | Kamis, 20 November 2025 | 19:42 WIB

Terkini

Hati-Hati, Kemasan Sangat Mirip! Ini Panduan BPOM Bedakan Vitamin Anak Asli dan Palsu

Hati-Hati, Kemasan Sangat Mirip! Ini Panduan BPOM Bedakan Vitamin Anak Asli dan Palsu

Health | Minggu, 11 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Viral Video Mahasiswa Disembur Api di Asrama, Telkom University Turun Tangan

Viral Video Mahasiswa Disembur Api di Asrama, Telkom University Turun Tangan

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Hendrix and Rocket: Being Brave, Rasa Takut Mengajarkan Arti Keberanian

Hendrix and Rocket: Being Brave, Rasa Takut Mengajarkan Arti Keberanian

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah

Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 11:55 WIB

Sekolah Rakyat Tak Boleh Jadi Tempat Terjadinya Tiga Dosa Besar Pendidikan

Sekolah Rakyat Tak Boleh Jadi Tempat Terjadinya Tiga Dosa Besar Pendidikan

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 11:45 WIB

11 Ekor Pari Mobula Satwa Dilindungi Mati Terpotong di Bali

11 Ekor Pari Mobula Satwa Dilindungi Mati Terpotong di Bali

Bali | Minggu, 11 Oktober 2026 | 11:33 WIB

He's Just Not That Into You: Kisah Cinta yang Mengajarkan Arti Kepastian

He's Just Not That Into You: Kisah Cinta yang Mengajarkan Arti Kepastian

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Terkena Skandal, Prudential Life Insurance Dilarang Jualan Asuransi

Terkena Skandal, Prudential Life Insurance Dilarang Jualan Asuransi

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Bedak Two Way Cake Adalah Apa? Kenali Fungsi, Kelebihan, dan Perbedaannya

Bedak Two Way Cake Adalah Apa? Kenali Fungsi, Kelebihan, dan Perbedaannya

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 11:18 WIB

Migas Tak Hanya Soal Produksi, Konservasi Pesisir Ikut Jadi Perhatian

Migas Tak Hanya Soal Produksi, Konservasi Pesisir Ikut Jadi Perhatian

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 11:16 WIB

×