Studi Baru Ungkap Otak Manusia Lewati Lima Tahap Perkembangan Utama

Ruth Meliana

Jum'at, 28 November 2025 | 13:03 WIB
Studi Baru Ungkap Otak Manusia Lewati Lima Tahap Perkembangan Utama
Ilustrasi otak manusia (Pexels)

Suara.com - Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa otak manusia ternyata tidak berkembang secara bertahap dan linear seperti yang selama ini diasumsikan. Para ilmuwan menemukan bahwa otak melewati lima fase besar perkembangan, yang masing-masing dipisahkan oleh “titik balik” penting.

Mengutip IFL Science (27/11/2025), temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications dan melibatkan hampir 4.000 pemindaian otak dari berbagai kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir hingga orang berusia 90 tahun.

Tim peneliti mengidentifikasi empat titik perubahan signifikan dalam perjalanan perkembangan otak, yaitu pada usia 9, 32, 66, dan 83 tahun. Perubahan inilah yang membagi kehidupan manusia ke dalam lima periode perkembangan otak.

Menurut peneliti utama, Dr. Alexa Mousley dari University of Cambridge, studi ini menjadi yang pertama menunjukkan gambaran besar bagaimana struktur otak berubah sepanjang hidup manusia. Ia menyoroti bahwa pemahaman tersebut penting untuk menjelaskan kapan dan bagaimana jaringan otak rentan terhadap gangguan.

Tahap pertama, sejak lahir hingga sekitar usia 9 tahun, merupakan fase kritis ketika otak membangun jutaan koneksi antara neuron. Pada periode ini, otak bekerja sangat aktif membentuk sinapsis baru, lalu melakukan proses “pemangkasan” untuk mempertahankan koneksi yang paling penting.

Volume materi abu-abu dan materi putih bertambah, sementara lipatan pada korteks mulai terbentuk dan menstabil. Fase ini menjadi fondasi penting bagi perkembangan kognitif dan kemampuan belajar anak.

Memasuki usia 9 tahun, otak beralih ke masa yang disebut sebagai awal remaja. Pada tahap ini, materi putih terus berkembang dan komunikasi antarbagian otak menjadi lebih efisien. Kemampuan kognitif meningkat pesat, tetapi risiko gangguan kesehatan mental juga ikut naik.

Para peneliti menjelaskan bahwa perubahan hormon selama pubertas turut memberikan dampak besar pada struktur dan fungsi otak pada periode ini.

Titik balik berikutnya terjadi pada usia sekitar 32 tahun, yang disebut sebagai perubahan topologis paling kuat dalam studi tersebut. Mousley menjelaskan bahwa meski pubertas dapat menjadi tanda awal remaja, menentukan akhir masa remaja jauh lebih sulit. Berdasarkan struktur otak, perubahan yang menyerupai pola remaja ternyata berlanjut hingga awal usia 30-an. Setelah itu, barulah seseorang memasuki periode perkembangan otak yang stabil.

baca juga

Fase ketiga adalah masa dewasa, antara usia 32 hingga 66 tahun. Ini merupakan periode terpanjang, di mana pola kepribadian, kemampuan intelektual, dan karakter seseorang cenderung sudah mapan. Pada masa ini, perkembangan otak tidak lagi menunjukkan perubahan besar. Namun kesehatan umum dan gaya hidup tetap memainkan peran penting dalam menjaga kualitas fungsi otak.

Memasuki usia 66 tahun, otak tidak mengalami perubahan struktural drastis, tetapi para peneliti menemukan tanda-tanda reorganisasi jaringan otak. Konektivitas mulai berkurang, seiring degenerasi materi putih yang menjadi bagian alami dari proses penuaan. Pada tahap ini, kondisi kesehatan seperti tekanan darah tinggi atau penyakit vaskular dapat memberi dampak lebih besar terhadap kemampuan otak.

Tahap terakhir terjadi sekitar usia 83 tahun, ketika konektivitas otak menurun lebih jauh. Bagian-bagian otak mulai bekerja secara lebih terpisah, tidak seterintegrasi seperti pada tahap sebelumnya. Menurut para ilmuwan, kondisi ini menjelaskan mengapa sejumlah fungsi kognitif melemah pada usia sangat lanjut. Meskipun demikian, pola penuaan ini dianggap sebagai bagian alami dari perjalanan otak.

Professor Duncan Astle selaku penulis senior studi tersebut, mengutip dari IFL Science (27/11/2025), menegaskan bahwa pemahaman mengenai lima fase perkembangan otak ini dapat membantu ilmuwan lebih memahami berbagai gangguan neurologis dan kesehatan mental. Banyak kondisi seperti autisme, ADHD, demensia, dan depresi berkaitan dengan cara jaringan otak tersusun atau berubah.

Dengan mengetahui kapan otak mengalami titik balik, para ilmuwan dapat mengidentifikasi periode yang paling rentan dan berpotensi mengembangkan pendekatan perawatan yang lebih tepat.

Astle juga menyebut bahwa, sama seperti banyak orang yang merasa hidup mereka terbagi dalam beberapa fase, otak pun mengalami hal serupa. Temuan ini memberi gambaran ilmiah tentang bagaimana perubahan-perubahan besar itu terjadi.

Walau Shakespeare dulu membagi kehidupan menjadi tujuh tahap sebagai gambaran simbolis, penelitian modern kini menunjukkan bahwa otak manusia memiliki lima fase perkembangan yang nyata dan dapat diukur.

Kontributor : Gradciano Madomi Jawa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahasa Rahasia Musik: Bagaimana Beat Mengatur Fokus dan Kreativitas

Bahasa Rahasia Musik: Bagaimana Beat Mengatur Fokus dan Kreativitas

Your Say | Kamis, 27 November 2025 | 15:56 WIB

Jaga Kesehatan Otak dan Memori dengan 7 Aktivitas Sederhana Ini

Jaga Kesehatan Otak dan Memori dengan 7 Aktivitas Sederhana Ini

Your Say | Kamis, 27 November 2025 | 13:49 WIB

Menurut Penelitian, Ini 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Merusak Otak

Menurut Penelitian, Ini 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Merusak Otak

Lifestyle | Jum'at, 14 November 2025 | 20:30 WIB

Terkini

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Video | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Banten | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Bogor | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:12 WIB

×