.
Suara.com - Kabar gembira bagi para penggemar franchise legendaris Blizzard, karena semesta game StarCraft yang lama tertidur tampaknya akan kembali dengan gebrakan besar.
Dua rumor signifikan yang beredar mengindikasikan masa depan cerah bagi saga fiksi ilmiah Blizzard.
Proyek anyar disebut menargetkan genre yang berbeda namun sama-sama menarik. Para pemain, baik veteran maupun pendatang baru, punya alasan kuat untuk antusias.
Pertama, laporan dari Windows Central menyebutkan bahwa Blizzard kemungkinan besar mengungkap sebuah game tembak-menembak atau first-person shooter (FPS) berbasis dunia StarCraft di BlizzCon tahun ini.
Proyek ambisius kabarnya dipimpin oleh Dan Hay, mantan bos yang sukses besar membawa seri Far Cry ke puncak popularitasnya.
Itu bukan kali pertama Blizzard mencoba meracik FPS di semesta StarCraft, setelah proyek legendaris StarCraft Ghost dan Ares dibatalkan di masa lalu.
Jurnalis Jason Schreier bahkan sempat mengutip dalam bukunya, “Ya, mereka sedang mengerjakan game tembak-menembak StarCraft, StarCraft belum mati di Blizzard.”
Kutipan tersebut seolah menjadi konfirmasi bahwa Blizzard memang tidak bisa "move on" dari ide ini. Namun, kejutan tidak berhenti di situ.
Di sisi lain, sebuah laporan dari media Korea Selatan, MTN, mengklaim Blizzard telah menjalin kemitraan dengan studio Nexon untuk mengembangkan game StarCraft baru, yang kemungkinan besar adalah StarCraft 3.
Baca Juga: Game Populer yang Laris, Arc Raiders Siap Jadi Film dan Serial TV?
Mengingat betapa masifnya popularitas StarCraft sebagai pilar eSports di Korea Selatan, langkah ini sangat masuk akal.
Nexon, yang dikenal lewat The Finals dan MapleStory, memiliki rekam jejak kuat dalam game online dan multipemain.
Kolaborasi ini juga mencakup pengembangan Overwatch 3 versi mobile, menunjukkan fokus strategis Blizzard di pasar Asia.
Sekarang, para penggemar dihadapkan pada dua kemungkinan yang mendebarkan: sebuah game tembak-menembak dunia terbuka inovatif dan sebuah sekuel strategi waktu nyata (RTS) yang melanjutkan warisan StarCraft II setelah lebih dari satu dekade.