Mantan Sutradara Assassin's Creed: Tim Kecil Bakal Jadi Masa Depan Game AAA

Jum'at, 09 Januari 2026 | 15:05 WIB
Mantan Sutradara Assassin's Creed: Tim Kecil Bakal Jadi Masa Depan Game AAA
Ilustrasi game Assassins Creed Syndicate. [Ubisoft]
Baca 10 detik
  • Mantan sutradara kreatif AAA, Alexandre Amancio, menyoroti krisis industri akibat pembengkakan studio dan skala besar.
  • Amancio berpendapat masa depan industri game AAA adalah tim pengembangan yang lebih kecil dan fokus untuk efisiensi.
  • Solusi yang ditawarkan adalah delegasi fitur mandiri ke studio co-development kecil, mirip model industri film.

Suara.com - Industri game AAA sedang menghadapi krisis. Fenomena PHK massal, stagnasi kreativitas, dan pembengkakan studio menjadi bukti bahwa model yang ada tidak lagi berkelanjutan.

Di tengah gejolak, Alexandre Amancio, mantan sutradara kreatif Assassin's Creed: Unity dan Revelations, menawarkan sebuah visi radikal.

Ia menyebut masa depan game AAA terletak pada tim yang lebih kecil dan lebih fokus. Menurutnya, industri telah salah kaprah dalam mengejar skala besar.

Amancio, yang kini menjabat di FunPlus, menyoroti kesalahan fundamental dalam pengembangan game modern.

"Berpikir bahwa Anda dapat menyelesaikan masalah dengan menambah banyak orang. Tetapi menambahkan orang ke suatu masalah justru akan menghambat orang-orang yang sudah efisien dalam menanganinya. Itu hanya menciptakan banyak variabel yang tidak perlu. Jadi saya pikir masa depan terletak pada tim yang lebih kecil," ungkap Amancio.

Logikanya sederhana, semakin besar tim, semakin rumit koordinasi dan semakin lambat proses pengambilan keputusan. Itu pada akhirnya justru membunuh efisiensi dan inovasi.

Sebagai solusi, Amancio menunjuk pada model industri film, di mana tim inti yang solid akan membentuk kru spesifik untuk kebutuhan proyek tertentu.

Mengutip VGC, dalam konteks pengembangan game, ini berarti mendelegasikan fitur-fitur mandiri ke studio co-development yang lebih kecil.

Ia mencontohkan sistem pertempuran laut di Assassin's Creed: Black Flag.

Baca Juga: Game Populer yang Laris, Arc Raiders Siap Jadi Film dan Serial TV?

"Itu adalah fitur luar biasa yang dapat Anda berikan kepada studio pengembang bersama karena fitur tersebut mandiri," jelasnya.

Dengan arahan yang jelas, tim kecil tersebut bisa diberi otonomi penuh untuk memaksimalkan potensi fitur tersebut tanpa mengganggu alur kerja tim utama.

Lebih dari sekadar efisiensi, Amancio percaya bahwa batasan justru memicu kreativitas. "Batasan adalah rahasia di balik setiap karya seni yang baik," tegasnya.

Baik itu batasan teknis maupun finansial, hal tersebut memaksa developer untuk berpikir out-of-the-box dan tidak hanya mengandalkan solusi pertama yang paling mudah.

Visi ini menawarkan jalan keluar dari siklus pengembangan yang membengkak, mahal, dan sering kali menghasilkan game yang terasa generik.

Mungkin, untuk menjadi lebih besar, industri game AAA memang harus belajar untuk berpikir lebih kecil.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI