- Lenovo mengantisipasi penyesuaian harga produk akibat krisis komponen memori global yang diperkirakan berlanjut hingga tahun depan.
- Perusahaan telah mengamankan kapasitas produksi memori untuk kebutuhan tahun 2026 melalui kemitraan jangka panjang dengan pemasok.
- Lenovo akan fokus memberikan solusi konfigurasi produk sesuai kebutuhan pelanggan daripada menurunkan kualitas spesifikasi produk.
“Dalam kondisi yang sangat fluktuatif ini, kami membantu pelanggan bukan hanya menghadapi kenaikan harga, tapi juga keterbatasan pasokan, dengan perencanaan OPEX dan CAPEX di berbagai produk,” jelas Kumar.
![Lenovo CIO Playbook 2026 di Lenovo TechDay '26, Jakarta, Selasa (13/1/2026). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/13/56170-lenovo-cio-playbook-2026.jpg)
Sementara itu, President Director Lenovo Indonesia, Budi Janto, menegaskan komitmen perusahaan untuk tetap mengutamakan kebutuhan pelanggan di tengah tekanan biaya global.
“Kami selalu menempatkan konsumen dan pelanggan di depan. Jadi kami lihat apa yang mereka butuhkan. Kami tidak akan menurunkan kualitas hanya karena harga naik. Yang terpenting adalah kebutuhan mereka,” tutup Budi.
Krisis RAM global yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, konsumen dan pelaku bisnis perlu bersiap menghadapi potensi penyesuaian harga.
Namun Lenovo menegaskan, pendekatan berbasis solusi dan kebutuhan pelanggan tetap menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian pasar teknologi.