5 Perbedaan Redmi dan Redmi Note Series, Ketahui sebelum Beli

Yasinta Rahmawati Suara.Com
Jum'at, 23 Januari 2026 | 14:18 WIB
5 Perbedaan Redmi dan Redmi Note Series, Ketahui sebelum Beli
Redmi Note 14 Pro 5G (shopee)
Baca 10 detik
  • Redmi biasa menargetkan pasar entry-level dengan harga sekitar Rp1 jutaan.
  • Hal itu berbeda dengan Redmi Note di kelas menengah.
  • Redmi Note unggul dengan panel layar AMOLED dan performa *chipset* lebih bertenaga.

Suara.com - Sebelum membeli, ketahui perbedaan Redmi biasa dan Redmi Note

Di pasar smartphone Indonesia, Xiaomi telah mengukuhkan posisinya sebagai raja ponsel "harga miring spesifikasi gahar".

Namun, bagi orang awam, melihat jajaran produk Xiaomi bisa sangat membingungkan.

Dua seri yang paling sering membuat calon pembeli bimbang adalah Redmi Series (biasa) dan Redmi Note Series.

Meski sama-sama berada di bawah payung merek Redmi, keduanya memiliki kasta yang berbeda.

Lantas, apa saja perbedaan antara Redmi biasa dan Redmi Note? Agar Anda tidak salah beli, simak ulasan mendalam mengenai perbedaan kedua seri populer ini.

1. Target Pasar dan Harga

Perbedaan paling mendasar terletak pada segmen pasar yang dibidik. Redmi Series (seperti Redmi 12 atau Redmi 13) dirancang sebagai ponsel entry-level.

Ponsel ini ditujukan untuk pengguna pemula, pelajar, atau mereka yang membutuhkan fungsi dasar smartphone dengan budget minim.

Baca Juga: Xiaomi Umumkan Tanggal Peluncuran Redmi Note 15 Series di Pasar Indonesia

Biasanya, harga Redmi biasa dibanderol di kisaran Rp1 jutaan hingga di bawah Rp2 juta.

Di sisi lain, Redmi Note Series adalah primadona di kelas mid-range (menengah). Seri ini membawa fitur-fitur yang mendekati ponsel flagship namun dengan harga yang tetap terjangkau, biasanya mulai dari Rp2 jutaan hingga Rp4 jutaan.

Jika Anda memiliki budget lebih, Redmi Note selalu menjadi opsi "naik kelas" yang paling logis.

Redmi 15C (Xiaomi)
Redmi 15C (Xiaomi)

2. Kualitas Layar dan Panel

Jika Anda sering menonton film atau bermain game, perbedaan layar ini akan sangat terasa.

Seri Redmi Note umumnya sudah menggunakan panel AMOLED dengan refresh rate tinggi (90Hz hingga 120Hz). Hasilnya? Warna lebih tajam, hitam lebih pekat, dan pergerakan layar lebih mulus.

Sementara itu, seri Redmi biasa biasanya masih menggunakan panel LCD IPS. Meski kualitasnya sudah cukup baik untuk harian, kecerahan dan akurasi warnanya tentu tidak seindah panel AMOLED pada seri Note.

Bezel atau bingkai layar pada Redmi biasa juga cenderung lebih tebal dibanding Redmi Note yang lebih modern.

3. Performa Dapur Pacu (Chipset)

Bagi para gamers, poin ini adalah penentu utama. Redmi Note Series selalu dibekali dengan chipset yang lebih bertenaga, baik dari keluarga Snapdragon seri 6 atau 7, maupun MediaTek Dimensity seri terbaru.

Ini membuat Redmi Note sanggup menjalankan game berat seperti Mobile Legends atau PUBG Mobile dengan pengaturan grafis yang lebih tinggi.

Redmi biasa umumnya menggunakan chipset kelas bawah seperti seri MediaTek Helio G-series yang dioptimalkan untuk efisiensi daya dan penggunaan aplikasi harian seperti WhatsApp, media sosial, dan browsing.

Untuk multitasking berat, Redmi Note jelas jauh lebih unggul karena kapasitas RAM-nya pun biasanya lebih besar.

Peluncuran REDMI Note 15 Series di Jakarta, Kamis (22/1/2026). [Suara.com/Dythia]
Peluncuran REDMI Note 15 Series di Jakarta, Kamis (22/1/2026). [Suara.com/Dythia]

4. Kemampuan Kamera dan Fitur Fotografi

Xiaomi sering menjadikan Redmi Note sebagai ajang "pamer" teknologi kamera. Tidak jarang kita melihat Redmi Note dibekali sensor utama 108 MP hingga 200 MP.

Selain itu, lensa pendukungnya lebih lengkap, mulai dari ultrawide (untuk foto pemandangan lebar) hingga lensa makro.

Berbeda dengan Redmi biasa yang fitur kameranya lebih sederhana. Meski resolusi kameranya kini sudah mulai besar (50 MP), namun pengolahan gambarnya tidak seakurat seri Note.

Selain itu, fitur pendukung seperti stabilisasi video (EIS) dan mode malam biasanya lebih optimal di seri Redmi Note.

5. Kecepatan Pengisian Daya (Fast Charging)

Redmi Note Series unggul jauh dengan teknologi pengisian cepat (fast charging) mulai dari 33W, 67W, bahkan hingga 120W pada varian Pro. Mengisi daya baterai 5000mAh hanya butuh waktu 20-40 menit saja.

Sedangkan Redmi biasa umumnya hanya dibekali pengisian daya standar 10W atau 18W. Ini berarti Anda membutuhkan waktu lebih lama (bisa lebih dari 1,5 jam) untuk mengisi baterai hingga penuh.

Kesimpulan: Pilih yang Mana?

Pilih Redmi Biasa jika budget Anda terbatas (sekitar Rp1 jutaan), penggunaan hanya untuk kebutuhan dasar (chatting, telepon, medsos), dan tidak terlalu mempedulikan kualitas grafis saat bermain game.

Pilih Redmi Note Series jika Anda memiliki budget Rp2-3 jutaan atau lebih, menginginkan layar AMOLED yang jernih untuk hiburan, hobi fotografi ponsel, dan membutuhkan performa yang kencang untuk penggunaan jangka panjang (2-3 tahun ke depan).

Dengan memahami perbedaan di atas, Anda kini bisa lebih bijak dalam menentukan smartphone mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan isi kantong Anda. Jadi, tim Redmi atau tim Redmi Note?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI