- Dokumen Epstein Files rilis Januari 2026 ungkap data tokoh Indonesia.
- Nama Hary Tanoesoedibjo disebut terkait bisnis properti dengan Donald Trump.
- Istilah Indonesian CIA muncul dalam dokumen laporan informan rahasia FBI.
Tak hanya itu, dokumen juga membahas kegiatan bisnis konglomerat Indonesia bernama Hary Tanoesoedibjo.
Pengusaha media Hary Tanoe diperkirakan mempunyai harta 1 miliar dolar AS atau Rp16,8 triliun pada 4 Februari 2026 (versi Forbes).
Sosok 'Indonesian CIA' memang cukup misterius karena namanya disensor pada dokumen.

"(U)Hary Tanoesoedinbjo (Hary) telah terlibat dalam pengembangan hotel-hotel Trump dan merupakan seorang miliarder. Hary [disensor] memperkenalkannya kepada Indonesian CIA. [disensor] Hary [disensor] berbicara bahasa Indonesia. Hary membeli rumahnya di Beverly Hills dari Trump dengan harga yang dinaikkan (NFI). Pada [disensor] berada di rumah Hary ketika Hary [disensor] mengatakan bahwa Trump mengatakan kepadanya bahwa dia akan "menghancurkan Amazon" terkait kontrak militer mereka. CHS menyarankan bahwa ini adalah kisah kolusi yang nyata - Trump telah dikompromikan oleh Israel, dan Kushner adalah otak sebenarnya di balik organisasinya dan Kepresidenannya," bunyi keterangan pada Epstein Files.
Pada 2019 lalu, Hary Tanoe dikabarkan membeli rumah mewah Trump seharga 13,5 juta dolar AS (Rp227 miliar). Sosok Indonesian CIA atau CIA Indonesia kemungkinan tokoh dari Badan Intelijen.
Informasi Hary Tanoesoedibjo pada Epstein File diyakini masuk dalam kategori 'informasi universal' serta tak terkait dengan kejahatan Epstein Files.
Dokumen Epstein sendiri banyak membahas kegiatan Donald Trump serta pelaporan FOMC yang terkait keputusan investasi.