Aturan Daerah Dinilai Hambat Investasi Telekomunikasi, Target Internet Cepat 2029 Terancam

Dythia Novianty

Kamis, 12 Februari 2026 | 17:00 WIB
Aturan Daerah Dinilai Hambat Investasi Telekomunikasi, Target Internet Cepat 2029 Terancam
Ilustrasi internet. [fancycrave1/Pixabay]
baca 10 detik
  • Pelaku industri telekomunikasi meminta pemerintah mengatasi regulasi daerah yang berbelit, retribusi tinggi, dan sewa lahan mahal.
  • Perbedaan tarif sewa infrastruktur di daerah seperti Surabaya dan Mojokerto menyulitkan perhitungan kelayakan investasi operator telekomunikasi.
  • Pemerintah menyatakan fokus mendukung industri, namun menekankan prinsip transparansi dan efisiensi untuk mencapai target digital nasional.

Suara.com - Pelaku industri telekomunikasi mendesak pemerintah pusat dan daerah segera mengurai carut-marut regulasi di daerah yang dinilai berpotensi menghambat pembangunan infrastruktur digital nasional. 

Regulasi berlapis, tingginya biaya retribusi, hingga mahalnya sewa lahan disebut menjadi beban serius bagi operator dalam berinvestasi.

Wakil Ketua Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel), Fariz Azhar Harahap, mengungkapkan sedikitnya terdapat 12 daerah yang menerapkan tarif sewa sangat tinggi untuk penempatan kabel fiber optik, dengan mayoritas berada di wilayah Jawa Timur.

“Di Surabaya misalnya, nilai sewanya disamakan dengan nilai dasar komersil. Contohnya seperti biaya sewa area pembangunan ATM, padahal infrastruktur fiber optic kita berada di bawah tanah dan ruang di atasnya masih bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lain,” ujar Fariz dalam diskusi Morning Tech bertajuk Carut-Marut Aturan Daerah: Ancaman Nyata bagi Keberlanjutan Layanan Telekomunikasi, di Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2026).

Tak hanya itu, perbedaan dasar penetapan sewa pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD) di setiap wilayah membuat pelaku usaha kesulitan menghitung kelayakan investasi. Fariz mencontohkan, biaya sewa BMD untuk infrastruktur telekomunikasi di Mojokerto bisa mencapai Rp13 miliar, sementara di Lampung dikenakan biaya sekitar Rp11 miliar.

“Meski regulasinya sudah ada, di lapangan masih banyak daerah yang menerapkan retribusi dan mekanisme perizinan penempatan kabel atau fiber optik yang berbeda-beda, tumpang tindih, dan mahal,” tegasnya.

Investasi Terancam, Industri Menara Kian Menyusut

Morning Tech bertajuk Carut-Marut Aturan Daerah: Ancaman Nyata bagi Keberlanjutan Layanan Telekomunikasi, di Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2026). [Suara.com/Dythia]
Morning Tech bertajuk Carut-Marut Aturan Daerah: Ancaman Nyata bagi Keberlanjutan Layanan Telekomunikasi, di Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2026). [Suara.com/Dythia]

Nada serupa disampaikan Direktur Eksekutif Asosiasi Pengembangan Infrastruktur dan Menara Telekomunikasi (Aspimtel), Tagor H. Sihombing. Menurutnya, regulasi yang berbelit serta besarnya biaya sewa dan retribusi berpotensi menggerus minat investasi.

Ia menyoroti fakta bahwa jumlah pelaku industri menara terus menurun dibandingkan 25 tahun lalu, padahal infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung layanan telekomunikasi, khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

baca juga

“Paradigma melihat ini hanya sebagai bisnis harus diubah. Daripada mengejar retribusi tapi akhirnya membatasi pelaku usaha masuk ke daerah, lebih baik karpet merah dibuka. Investasi masuk, masyarakatnya juga bisa melek teknologi,” kata Tagor.

Target Nasional Terancam Tak Tercapai

Kritik paling keras datang dari Ketua Umum Perkumpulan Advokat Teknologi Informasi Indonesia (Peratin), Kamilov Sagala. Ia menilai, pelaku usaha seharusnya diberi kemudahan, bukan justru dibebani, karena pembangunan infrastruktur digital di Indonesia sepenuhnya bertumpu pada industri.

“Berbeda dengan pembangunan jalan yang masih ada keterlibatan langsung pemerintah, infrastruktur digital itu dibangun oleh pelaku usaha. Kalau mereka dipersulit, target nasional jelas terancam,” ujar Kamilov.

Ia bahkan pesimistis target 90 persen jangkauan fiber optik per kecamatan pada 2029 dapat tercapai jika persoalan ini terus dibiarkan. Begitu pula target peningkatan kecepatan fixed broadband dari 32,1 Mbps menjadi 100 Mbps pada tahun yang sama.

“Sebaiknya segera dibuat undang-undang baru yang benar-benar membangun industri telekomunikasi tumbuh sehat. Beri mereka penghargaan, bukan malah memberatkan atau menakut-nakuti. Keadilan dan kepastian hukum harus ditegakkan,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Infrastruktur Digital Terancam Tersendat, MASTEL Ingatkan Sinkronisasi Kebijakan PusatDaerah

Infrastruktur Digital Terancam Tersendat, MASTEL Ingatkan Sinkronisasi Kebijakan PusatDaerah

Tekno | Kamis, 15 Januari 2026 | 17:03 WIB

5 Pilihan HP 5G dengan Kecepatan Internet Super Cepat, Harga Mulai Rp3 Jutaan

5 Pilihan HP 5G dengan Kecepatan Internet Super Cepat, Harga Mulai Rp3 Jutaan

Tekno | Selasa, 13 Januari 2026 | 19:00 WIB

10 Pilihan Paket Internet Telkomsel Murah untuk Sebulan Januari 2026

10 Pilihan Paket Internet Telkomsel Murah untuk Sebulan Januari 2026

Tekno | Selasa, 06 Januari 2026 | 14:46 WIB

Siapa Ojol dan Pedagang Online yang Gugat Praktik Kuota Internet Hangus ke MK?

Siapa Ojol dan Pedagang Online yang Gugat Praktik Kuota Internet Hangus ke MK?

Tekno | Selasa, 06 Januari 2026 | 14:18 WIB

Internet Rakyat 100 Gbps Biaya Rp100 Ribu Sudah Bisa Digunakan, Ini Cara Daftarnya

Internet Rakyat 100 Gbps Biaya Rp100 Ribu Sudah Bisa Digunakan, Ini Cara Daftarnya

Tekno | Senin, 05 Januari 2026 | 19:21 WIB

Internet Jadi Kunci Arus Balik Nataru, Komdigi Pantau Jaringan 24 Jam

Internet Jadi Kunci Arus Balik Nataru, Komdigi Pantau Jaringan 24 Jam

Tekno | Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:53 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×