-
BMKG sediakan link live streaming pengamatan hilal di 37 titik lokasi.
-
Sidang Isbat Kemenag penetapan Idul Fitri digelar pada 19 Maret 2026.
-
Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 20 Maret.
Suara.com - Menjelang penetapan tanggal untuk Idul Fitri 2026, pemantauan hilal ramai menjadi pembicaraan. Berikut terdapat link melihat hilal secara online dari BMKG, lengkap dengan titik lokasi serta penjelasannya.
Sebagai informasi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengaktifkan situs khusus untuk mendukung live streaming pengamatan hilal.
Micro-site berada pada laman resmi BMKG dengan nama 'Livestream Pengamatan Hilal Awal Bulan Syawal 1447 H'.
Dikutip dari akun media sosial BMKG, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika telah Badan menyiapkan data hisab yang akan divalidasi melalui pengamatan hilal di 37 titik di seluruh wilayah Indonesia pada tanggal 19 Maret 2026.
Secara teknis, meski ketinggian hilal saat ini sudah memenuhi kriteria MABIMS, nilai elongasinya terpantau masih di bawah standar sehingga potensi hilal untuk terlihat secara visual tergolong kecil.
Hasil pengamatan dan perhitungan ini nantinya akan dilaporkan sebagai panduan teknis dalam Sidang Isbat di hari yang sama.

Perlu diingat bahwa BMKG tidak memiliki wewenang untuk menetapkan tanggal Lebaran secara mandiri; keputusan resmi sepenuhnya menunggu hasil sidang dari Kementerian Agama.
Laman resmi BMKG memperlihatkan beberapa live streaming terkait titik lokasi pengamatan hilal. Deretan lokasinya adalah:
- Masjid Baitul Muttaqien Bekasi (Oleh: DST)
- Gedung BMKG NTT (Oleh: Stasiun Geofisika Kelas I Kupang)
- Masjid Cakmarussalam, Wakasihu, Leihitu Barat, Maluku (Oleh: Stasiun Geofisika Kelas I Ambon)
- Rooftop Mega Trade Centre (MTC) Manado (Oleh: Stasiun Geofisika Kelas I Manado)
- Dermaga Kokar, Alor (Oleh: Stasiun Geofisika Kelas III Alor)
- Gedung Observatorium Hilal Tgk. Chik Kuta Karang (Oleh: Stasiun Geofisika Kelas III Aceh Besar)
- Bukit Persaudaraan Mauliru, Sumba Timur
- Pantai Bahari, Kolaka
- Pendopo Kantor Desa Jenggawur, Banjarnegara
- Rusun ASN 1 Tower D (Oleh: Stasiun Geofisika Kelas III Balikpapan)
- Pantai Wisata Hiu Paus Botubarani (Oleh: Stasiun Geofisika Kelas II Gorontalo)
- Gedung Observasi Hisab Rukyat Kemenag Sulteng (Oleh: Stasiun Geofisika Kelas I Palu)
- Pantai Tanjung Setumu, Tanjung Pinang (Oleh: Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah-Tanjung Pinang)
- Hotel Waigo, Sorong (Oleh: Stasiun Geofisika Kelas I Sorong)
Berikut detail link melihat secara online dari BMKG:
- Link Live Streaming Sistem Informasi Observasi Hilal Indonesia: KLIK LINK INI
- Link Live Streaming Titik Lokasi Hilal: KLIK LINK INI
Kementerian Agama (Kemenag) menjadwalkan Sidang Isbat untuk menetapkan awal 1 Syawal 1447 H pada tanggal 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan.
Bertempat di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta, rangkaian sidang akan dimulai pada pukul 16.00 WIB dengan mengedepankan prinsip keterbukaan publik.
Menurut Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad, seluruh persiapan teknis dan substansi telah rampung sesuai prosedur yang berlaku.
Penentuan tanggal Lebaran ini nantinya akan didasarkan pada verifikasi data hisab dan rukyat, serta melibatkan kolaborasi para pakar astronomi dari BMKG, BRIN, planetarium, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam untuk memastikan akurasi hasil keputusan.
Referensi tambahan, Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Mereka memakai metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal yang berbasis perhitungan astronomi.