- HP Android kini dukung transfer file ke Apple lewat Quick Share.
- Google perluas fitur AirDrop ini untuk seri Samsung dan Oppo terbaru.
- Fitur revolusioner ini menuntut penyesuaian khusus pada komponen internal chipset perangkat.
Suara.com - Pengguna HP Android kini dapat menikmati kemudahan berbagi file antar ekosistem berkat integrasi fitur AirDrop dari Apple melalui layanan Quick Share.
Pembaruan ini memungkinkan sejumlah perangkat bersistem operasi robot hijau untuk mengirim dan menerima data langsung ke perangkat iOS tanpa aplikasi tambahan.
Kabar gembira mengenai ekosistem digital ini diumumkan langsung oleh pihak Google secara terbuka. Mereka secara resmi mengonfirmasi perluasan dukungan fitur transfer silang platform ini ke lebih banyak model ponsel pintar premium di pasaran.
Melansir laporan dari situs teknologi 9to5Google pada Rabu waktu setempat, kemampuan mutakhir ini sebenarnya sudah beroperasi secara penuh.
Pengguna gawai kelas atas seperti Google Pixel 10 dan lini Samsung Galaxy S26 diketahui telah mencicipi kemudahan berbagi nirkabel ini lebih dulu.
Selain dua jajaran perangkat kelas atas tersebut, Google juga memastikan perluasan kompatibilitas penuh pada produk pabrikan lainnya.
![Apple AirDrop. [Apple]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/11/23/66038-apple-airdrop.jpg)
Dua unit ponsel cerdas tambahan yang kini divalidasi sanggup memanfaatkan fitur tersebut adalah gawai Google Pixel 8a dan ponsel lipat Oppo Find N6.
Langkah ekspansi fitur berbagi data nirkabel super cepat ini tentu saja tidak akan berhenti sampai di perangkat itu saja.
Terdapat daftar panjang perangkat cerdas yang dijadwalkan segera menerima pembaruan sistem operasi guna mendukung fungsionalitas ini dalam waktu dekat.
Berikut adalah daftar lengkap ponsel pintar yang dipastikan akan segera menyusul untuk mendapatkan kemampuan berbagi lintas platform ini:
- Samsung Galaxy S25
- Samsung Galaxy S25+
- Samsung Galaxy S25 Ultra
- Samsung Galaxy S24
- Samsung Galaxy S24+
- Samsung Galaxy S24 Ultra
- Samsung Galaxy Z TriFold
- Samsung Galaxy Z Fold 7
- Samsung Galaxy Z Flip 7
- Samsung Galaxy Z Fold 6
- Samsung Galaxy Z Flip 6
- Oppo Find X8
- Oppo Find X8 Pro
- OnePlus 15
- Honor Magic V6
- Honor Magic 8 Pro
Pihak pengembang memberikan sebuah catatan tambahan khusus bahwa jajaran keluarga Galaxy S25, Galaxy S24, dan Oppo Find X8 berpotensi mencakup varian tambahan.
![Google rilis fitur baru Quick Share menggandeng Samsung. [Google]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/01/10/53080-google-rilis-fitur-baru-quick-share.jpg)
Model lain di dalam rumpun seri yang sama kemungkinan besar akan masuk ke dalam daftar perangkat yang ikut didukung.
Meski demikian, terdapat sebuah anomali menarik di mana Google Pixel 8 dan Pixel 8 Pro justru belum dimasukkan ke dalam daftar kompatibilitas awal ini.
Padahal, kedua varian andalan tersebut diketahui memiliki fondasi spesifikasi perangkat keras yang sangat identik dengan model Pixel 8a.
Fenomena absennya seri Pixel utama ini memunculkan pertanyaan tajam terkait standar teknis perangkat keras yang dibutuhkan pabrikan.
Analis dari lembaga riset Creative Strategies yang juga merupakan kontributor 9to5Google, Max Weinbach, memberikan pandangan teknisnya terkait masalah limitasi ini.
Menurut hasil pengamatannya, implementasi integrasi teknologi silang platform semacam ini tidak bisa dilakukan sembarangan karena membutuhkan penyesuaian arsitektur.
Proses penyelarasan ini wajib terjadi pada komponen jaringan di tingkat chip prosesor yang menjadi otak utama operasional sebuah gawai.
Weinbach memaparkan bahwa tidak semua gawai modern di pasaran dibekali dengan dukungan komponen keras dan antena yang memadai untuk kebutuhan berat ini.
Alhasil, jajaran ponsel pintar dari segmen kelas menengah hingga kelas bawah kemungkinan besar harus memendam asa untuk menikmati layanan eksklusif tersebut.
![Quick Share lintas ekosistem. [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/01/80252-quick-share-lintas-ekosistem.jpg)
Sebaliknya, ponsel pintar generasi yang sedikit lebih lawas namun mengusung chip kelas unggulan justru dinilai masih memiliki peluang kompetitif yang besar.
Modifikasi pada tingkat chip tersebut memegang peranan vital agar perangkat sanggup membaca protokol komunikasi spesifik bernama Apple Wireless Direct Link.
Sistem protokol komunikasi jaringan nirkabel inilah yang selama ini menjadi fondasi rahasia berjalannya ekosistem berbagi tertutup milik Apple.
Melalui kejeniusan rekayasa tim perangkat lunaknya, Google akhirnya dinilai sukses menanamkan jalur komunikasi rumit tersebut ke dalam inti sistem Android.
Hasil karya kolaboratif tersebut pada akhirnya memungkinkan fitur transfer bawaan Android mampu mendeteksi pancaran sinyal dari perangkat kompetitornya secara langsung.
Pengguna gawai di masa depan kini hanya membutuhkan satu menu antarmuka berbagi terpadu untuk mendistribusikan data ke beragam jenis sistem operasi.
Walaupun menawarkan potensi revolusioner yang luar biasa besar, kriteria spesifikasi teknis yang menjadi syarat mutlak fungsionalitas ini belum pernah diungkap detail.
Nyala hidupnya layanan inovatif ini nantinya akan sangat bergantung pada kombinasi spesifik antara chip komputasi dan chip modem di masing-masing perangkat.