ITSEC Asia Investasi AI Rp11 Miliar, Bidik Pertumbuhan Bisnis Software hingga 2031

Dythia Novianty

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:30 WIB
ITSEC Asia Investasi AI Rp11 Miliar, Bidik Pertumbuhan Bisnis Software hingga 2031
RUPSLB ITSEC Asia. [Itsec Asia]
baca 10 detik
  • PT ITSEC Asia Tbk resmi memperluas lini bisnis ke pengembangan perangkat lunak dan teknologi berbasis kecerdasan buatan.
  • Keputusan ekspansi strategis tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB yang diselenggarakan pada 30 Juni 2026.
  • Langkah ini bertujuan mempercepat komersialisasi teknologi keamanan siber serta memperbesar kontribusi pendapatan berulang bagi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Suara.com - Serangan siber yang semakin kompleks dan pesatnya adopsi kecerdasan buatan (AI) mendorong perusahaan keamanan siber mengubah strategi bisnisnya. 

Industri kini berlomba mengembangkan perangkat lunak (software), platform berbasis AI, hingga intellectual property (IP) untuk menghadirkan sistem keamanan digital yang lebih cerdas dan berkelanjutan.

PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) resmi memperluas lini usahanya ke bidang pengembangan perangkat lunak dan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI). 

Langkah strategis ini telah memperoleh persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 30 Juni 2026.

Ekspansi tersebut menjadi fondasi baru bagi perusahaan dalam mempercepat pengembangan, komersialisasi, hingga operasional teknologi keamanan siber berbasis AI sekaligus memperbesar kontribusi bisnis berbasis software dengan model pendapatan berulang (recurring revenue).

Selama lebih dari 16 tahun, ITSEC Asia dikenal sebagai perusahaan penyedia layanan keamanan siber bagi berbagai organisasi di Indonesia maupun kawasan regional. 

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan juga mulai meningkatkan investasi di bidang riset dan pengembangan untuk membangun teknologi miliknya sendiri.

Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, mengatakan perkembangan AI menjadi titik balik bagi industri keamanan siber global.

"Selama bertahun-tahun industri keamanan siber bertumbuh melalui layanan. Kami percaya fase berikutnya akan ditentukan oleh kemampuan perusahaan membangun intellectual property berbasis AI," ujar Patrick dalam keterangan resminya, Kamis (2/7/2026).

baca juga

Ke depan, dia menambahkan, pelanggan tidak hanya membutuhkan mitra yang mampu memberikan layanan keamanan siber, tetapi juga teknologi yang mampu belajar, beradaptasi dan berkembang lebih cepat dibanding ancaman yang terus berubah. Itulah arah yang sedang dibangun di ITSEC Asia.

Menurutnya, transformasi tersebut bukanlah perubahan strategi secara mendadak, melainkan hasil dari investasi jangka panjang yang telah dilakukan perusahaan dalam mengembangkan platform keamanan sibernya sendiri.

"Transformasi ini bukan perubahan arah bisnis secara tiba-tiba. Selama beberapa tahun terakhir kami telah memperkuat investasi pada riset dan pengembangan, membangun platform kami sendiri dan mengembangkan berbagai solusi yang lahir dari kebutuhan nyata pelanggan," jelas Patrick.

Ia menuturkan, persetujuan pemegang saham hari ini memberikan fondasi yang lebih kuat bagi kami untuk mempercepat komersialisasi inovasi tersebut, memperluas sumber pendapatan berbasis teknologi dan membawa inovasi keamanan siber dari Indonesia ke pasar regional maupun global.

Melalui persetujuan tersebut, ITSEC Asia kini memperluas cakupan usahanya ke berbagai bidang, mulai dari penerbitan perangkat lunak, pemrograman berbasis AI, layanan teknologi informasi, pengolahan data, hingga perdagangan software dan perangkat komputer.

Langkah ini sekaligus mendukung pengembangan berbagai platform milik perusahaan seperti IntelliBro Aman, IntelliBro Orion, IntelliBro Threat Intelligence, serta Bronyx AI, yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan deteksi dan respons terhadap ancaman siber secara otomatis.

Dari sisi bisnis, model baru yang diusung ITSEC Asia juga dinilai memiliki prospek yang menjanjikan. 

Patrick Dannacher, President Director ITSEC Asia dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (27/1/2026). [Suara.com/Dythia]
Patrick Dannacher, President Director ITSEC Asia dalam jumpa pers di Jakarta. [Suara.com/Dythia]

Berdasarkan studi kelayakan independen, model bisnis berbasis recurring revenue diproyeksikan mampu menghasilkan rata-rata Gross Profit Margin (GPM) sebesar 74 persen dan Net Profit Margin (NPM) sebesar 55 persen selama periode 2026–2031.

Implementasi strategi tersebut didukung investasi awal senilai Rp11 miliar yang seluruhnya berasal dari kas operasional internal perusahaan. 

ITSEC Asia juga akan memanfaatkan infrastruktur teknologi serta kapabilitas riset dan pengembangan yang telah dimiliki sehingga ekspansi dapat dilakukan tanpa mengganggu disiplin pengelolaan modal.

Dengan strategi tersebut, perusahaan menargetkan transformasi menjadi perusahaan teknologi keamanan siber yang tidak hanya menyediakan layanan, tetapi juga memiliki portofolio intellectual property dan software berbasis AI sebagai mesin pertumbuhan jangka panjang.

Patrick menegaskan bahwa AI bukan ditujukan untuk menggantikan peran manusia, melainkan memperkuat kemampuan para profesional keamanan siber dalam menghadapi ancaman digital yang terus berkembang.

"Kami tidak melihat AI sebagai pengganti manusia dalam keamanan siber. Kami melihat AI sebagai pengganda kemampuan yang memungkinkan para ahli keamanan siber bekerja lebih cepat, mengambil keputusan lebih akurat dan melindungi lebih banyak organisasi. Masa depan keamanan siber bukan tentang manusia atau AI, tetapi bagaimana keduanya bekerja bersama untuk membangun ketahanan digital yang lebih kuat. Itulah masa depan yang sedang kami bangun di ITSEC Asia," tutup Patrick.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Antusiasme Komunitas OpenClaw dalam Mendorong Adopsi Agentic AI

Antusiasme Komunitas OpenClaw dalam Mendorong Adopsi Agentic AI

Tekno | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:57 WIB

Bocoran! Oppo Reno16 Series Meluncur 3 Juli 2026, Usung Desain Planet 3D dan Fitur AI Unik

Bocoran! Oppo Reno16 Series Meluncur 3 Juli 2026, Usung Desain Planet 3D dan Fitur AI Unik

Tekno | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:35 WIB

Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud

Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud

Tekno | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:56 WIB

Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru

Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru

Tekno | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:42 WIB

AI Agents Diprediksi Bernilai 450 Miliar Dolar AS, Drife Perkuat Adopsi Agentic Automation

AI Agents Diprediksi Bernilai 450 Miliar Dolar AS, Drife Perkuat Adopsi Agentic Automation

Tekno | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:48 WIB

Jangan Gegabah Memasukkan Jurnalisme ke UU Hak Cipta

Jangan Gegabah Memasukkan Jurnalisme ke UU Hak Cipta

Opini | Senin, 22 Juni 2026 | 12:55 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×