- Kuaishou Gaming menjadi juara Honor of Kings World Cup 2026.
- Kemenangan ini diraih pada ajang bergengsi Esports World Cup 2026.
- Turnamen Honor of Kings World Cup 2026 hadirkan kompetisi sengit.
Suara.com - Tim esports Kuaishou Gaming resmi mengamankan gelar juara di ajang kompetisi Honor of Kings World Cup 2026. Kemenangan bersejarah ini diraih pada rangkaian turnamen besar Esports World Cup 2026 setelah melewati pertarungan pamungkas yang sangat sengit.
Turnamen skala internasional ini menjadi momen penting bagi industri olahraga elektronik global. Ajang tersebut untuk pertama kalinya mempertemukan tim elit dari Honor of Kings dan Arena of Valor di satu panggung besar.
Kuaishou Gaming atau KSG berhasil menundukkan perlawanan alot dari tim AG.AL di babak Grand Final. Mereka menang dramatis lewat fase Ultimate Battle dengan perolehan skor akhir 4-3 yang sangat mendebarkan.
Gelar pemain terbaik atau FMVP pada laga puncak tersebut jatuh kepada punggawa andalan KSG.JuHao. Di sisi lain, Geekay Esports sukses menempati peringkat ketiga seusai melibas ROC Esports dengan skor sapu bersih 3-0.
Honor of Kings akan terus bertumbuh di tengah perkembangan industri esports
Melihat antusiasme luar biasa ini, Head of Honor of Kings Global Esports dari TiMi L1 Studio Tencent Games, Jackie Huang, memberikan pandangannya.
Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mengembangkan ekosistem kompetitif bagi para pemain profesional di seluruh penjuru dunia.
“Seiring dengan kalender turnamen internasional yang makin beragam, persaingan antarwilayah yang semakin sengit, serta jangkauan global dari Esports World Cup, Honor of Kings akan terus bertumbuh di tengah perkembangan industri esports," ungkap Jackie Huang.
"Honor of Kings menjadi katalisator pertumbuhan esports mobile di seluruh dunia dengan menghubungkan pemain, wilayah, dan komunitas untuk membangun masa depan ekosistem global esports mobile,” ujarnya.
![.JuHao menyabet gelar FMVP berkat penampilan gemilangnya di Grand Final. [EWC26]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/12/81977-juhao-menyabet-gelar-fmvp-berkat-penampilan-gemilangnya-di-grand-final.jpg)
Paruh Pertama 2026 yang Gemilang
Sepanjang enam bulan perdana tahun 2026, ekosistem kompetitif dari permainan ini terus menunjukkan perluasan yang sangat pesat. Pihak penyelenggara secara konsisten membuka lebih banyak peluang berkarir bagi pemain di berbagai level kemahiran.
Pembukaan musim kompetisi ditandai oleh keberhasilan tim NOVA Esports yang menjuarai ajang bergengsi Honor of Kings Invitational Season 4 (KIS4). Kesuksesan tersebut turut diikuti oleh tim HYVE All Star yang tampil dominan dan memenangkan turnamen Honor of Kings Women’s Series 3 (KWS3).
Berakhirnya gelaran piala dunia ini bukan berarti keseruan turnamen akan berhenti begitu saja. Rangkaian pertandingan regional, laga internasional, hingga kompetisi akar rumput siap memanaskan kalender paruh kedua.
Perjalanan Terus Berlanjut: Esports Honor of Kings pada Paruh Kedua 2026
Agenda kompetisi paruh kedua dipastikan akan jauh lebih padat dan menantang bagi para atlet olahraga elektronik. Berbagai wilayah di belahan dunia tengah bersiap menyambut deretan pertandingan berskala masif.
Honor of Kings International Championship 2026 (KIC2026)
Puncak dari seluruh rangkaian kompetisi tahun ini akan bermuara pada gelaran bergengsi Honor of Kings International Championship 2026 (KIC2026). Ajang paling prestisius dalam kalender turnamen ini dijadwalkan berlangsung pada bulan Desember mendatang.
Nantinya, sebanyak 16 tim terkuat dari penjuru dunia akan bertarung untuk membuktikan siapa yang terbaik di arena. Mereka semua akan berjuang mati-matian demi merengkuh gelar juara dunia sekaligus menutup musim kompetisi dengan penuh kebanggaan.
Asian Games dan Esports Nations Cup (ENC)
Selain turnamen mandiri, Honor of Kings juga dipertandingkan sebagai cabang olahraga perebutan medali resmi di ajang Asian Games 2026. Pesta olahraga bergengsi se-Asia tersebut akan diselenggarakan di Nagoya, Jepang, pada 27 hingga 28 September mendatang.
Momentum ini menjadi catatan sejarah penting dalam proses integrasi cabang olahraga elektronik ke dalam ekosistem olahraga konvensional.
Tidak berhenti sampai di situ, turnamen Esports Nations Cup (ENC) juga bersiap digelar pada 24 hingga 29 November di Riyadh, Arab Saudi.
Kompetisi berskala global ENC tersebut akan mempertemukan 24 tim perwakilan dari berbagai negara. Dua turnamen besar ini merupakan panggung pembuktian bagi para atlet untuk membawa kebanggaan nasional di kancah internasional.
Liga Profesional Regional dan Honor of Kings Women’s Series (KWS)
Memasuki musim gugur atau Fall, berbagai liga profesional tingkat regional siap kembali digelar secara meriah.
Kompetisi ini mencakup Indonesia Kings Laga (IKL), MY Honor of Kings League (MKL), Philippine Kings League (PKL), Honor of Kings Brazil Championship (CHOKBR), serta Honor of Kings Major League (KML).
Bersamaan dengan berjalannya liga regional tersebut, turnamen Honor of Kings Women’s Series 4 (KWS4) juga dijadwalkan bergulir. Turnamen khusus perempuan ini akan mempertandingkan lebih dari 36 tim sepanjang September hingga Oktober demi merebut tiket final luring.
Puncaknya, KWS4 World Championship akan digelar secara berbarengan dengan ajang KIC2026 di penghujung tahun. Turnamen puncak antar perempuan ini diperkirakan bakal melibatkan partisipasi dari lebih dari 60 tim peserta.
Turnamen Grassroots Regional dan Kompetisi Kampus
Selain level profesional, pengembang juga menaruh perhatian besar pada pembinaan talenta dari tingkat akar rumput dan lingkup kampus. Salah satu wadah utamanya adalah turnamen Honor of Kings Open Series Split 6 yang berlangsung selama Juli hingga Agustus.
Ajang ini memberikan jalan terang bagi tim amatir untuk melompat ke kasta liga profesional regional. Selanjutnya, kompetisi tingkat kampus bertajuk HOK University Campus Series (KCS) dijadwalkan berlangsung antara Agustus hingga Oktober di Malaysia, Filipina, dan Indonesia.
Turnamen level universitas lintas negara ini ditargetkan mampu menyedot antusiasme hingga lebih dari 30.000 peserta. Bagi kalangan pelajar, kompetisi HOK High School Campus Series Future (KCS Future) juga hadir menyambangi 16 sekolah menengah di Indonesia.
Turnamen kelompok pelajar yang berlangsung sejak Juli hingga November ini diprediksi menarik animo lebih dari 2.400 siswa.