- Google hadirkan opsi matikan watermark visual pada konten buatan AI Gemini.
- Pengguna cukup mengubah setelan Media Watermark langsung dari menu pengaturan aplikasi.
- Jejak digital SynthID dan C2PA tetap aktif untuk mencegah disinformasi visual.
Suara.com - Google resmi menghadirkan fitur baru bernama Media Watermark yang memungkinkan pengguna mematikan tanda air visual pada konten buatan kecerdasan buatan Gemini.
Keputusan ini menjadi kabar gembira bagi para pekerja profesional yang sering menggunakan hasil generasi gambar untuk kebutuhan presentasi maupun desain.
Sebelumnya, setiap gambar yang dihasilkan melalui model Nano Banana selalu menyertakan logo Gemini pada bagian sudut kanan bawah.
Tanda tersebut berfungsi sebagai indikator publik bahwa konten visual yang dilihat merupakan hasil buatan kecerdasan buatan.
Kondisi ini sempat memicu keluhan dari sebagian pengguna yang merasa tanda air tersebut mengganggu estetika karya mereka.
Apalagi, model pesaing seperti ChatGPT versi terbaru sudah lebih dulu mengizinkan pembuatan gambar tanpa menyematkan tanda serupa secara kasat mata.
Menanggapi kebutuhan penggunanya, Google akhirnya merilis opsi pengaturan Media Watermark di dalam sistem aplikasi mereka.
Fitur pembaruan ini memberikan fleksibilitas penuh bagi kreator untuk menentukan tampilan akhir dari karya digital yang dibuat.
Cara Mematikan Watermark Gemini
Pengguna yang ingin menghasilkan konten bersih tanpa logo dapat melakukan proses penonaktifan dengan sangat cepat.
Berikut adalah langkah-langkah praktis untuk menghilangkan tanda air visual pada layanan kecerdasan buatan dari Google ini:
- Buka aplikasi Gemini atau akses situs resminya melalui peramban web di perangkat komputer maupun ponsel.
- Masuk ke menu Settings atau Pengaturan yang biasanya terdapat pada bagian profil akun pengguna.
- Cari opsi bernama Media Watermark di dalam daftar menu pengaturan tersebut.
- Geser tombol ke posisi nonaktif untuk menghilangkan tanda air visual sesuai dengan preferensi desain.
- Mulai buat gambar atau konten baru untuk memastikan logo Gemini sudah tidak lagi muncul pada hasil akhir.
![Cara mematikan watermark Gemini. [Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/17/98730-cara-mematikan-watermark-gemini.jpg)
Berlaku untuk Format Gambar, Video, dan Musik
Kebebasan tanpa tanda air ini ternyata tidak hanya terbatas pada format gambar statis buatan model Nano Banana.
Google turut memperluas dukungan serupa untuk video hasil generasi Gemini Omni dan lagu yang diproduksi menggunakan model Lyria.
Pengaturan Media Watermark ini dipastikan sudah tersedia secara langsung di layanan aplikasi Gemini maupun ekosistem Flow.
Sementara itu, dukungan untuk fitur serupa di AI Mode pada Google Search dikabarkan akan segera menyusul dalam waktu dekat.
Meskipun menawarkan kebebasan, Google tetap memberlakukan pembatasan untuk ketersediaan opsi ini di sejumlah wilayah tertentu.
Perusahaan memastikan tanda air visual tetap bersifat wajib di negara-negara yang memiliki regulasi ketat mengenai penandaan konten kecerdasan buatan.
Jejak Digital SynthID dan C2PA Tetap Aktif
Satu hal krusial yang perlu dicatat, penghapusan logo visual bukan berarti jejak digital konten tersebut akan terhapus sepenuhnya.
Identitas bahwa sebuah karya dibuat menggunakan teknologi mesin pintar akan tetap tersimpan secara permanen di balik layar.
Google memastikan teknologi penanda tersembunyi bernama SynthID beserta metadata C2PA akan terus disematkan secara otomatis.
Sistem pelacakan ini berlaku untuk setiap gambar, video, maupun audio yang berhasil diproduksi oleh kecerdasan buatan Gemini.
Melalui metode ini, masyarakat atau pengguna lain masih bisa mengecek keaslian dan asal usul sebuah konten digital.
Pengguna cukup memasukkan dokumen terkait ke sistem Gemini untuk memverifikasi apakah fail tersebut merupakan hasil generasi kecerdasan buatan.
Sistem deteksi cerdas milik Google akan tetap mampu mengenali dan membaca metadata tersembunyi tersebut dengan sangat akurat.
Hal ini tetap beroperasi dengan baik meskipun logo visual di bagian pojok gambar sudah tidak lagi terlihat oleh mata telanjang.
Langkah strategis ini membuktikan upaya keras Google dalam menyeimbangkan dua hal penting di era ekosistem digital saat ini.
Perusahaan ingin memberikan kebebasan berkreasi bagi pengguna tanpa harus mengorbankan tanggung jawab untuk menjaga transparansi asal usul konten.
Kehadiran pengenal tak kasat mata ini menjadi benteng pertahanan yang sangat esensial bagi perkembangan teknologi modern.
Fitur keamanan ini diharapkan mampu meredam kekhawatiran masyarakat luas terkait potensi penyebaran disinformasi visual di masa depan.