Proses Daur Air Hidrologi dan Tahapannya: Evaporasi, Kondensasi, Presipitasi

Agatha Vidya Nariswari

Rabu, 23 September 2026 | 14:25 WIB
Proses Daur Air Hidrologi dan Tahapannya: Evaporasi, Kondensasi, Presipitasi
Ilustrasi proses daur air (Magnific)
baca 10 detik
  • Daur air atau siklus hidrologi adalah perputaran air secara terus-menerus antara permukaan bumi dan atmosfer.
  • Panas matahari menggerakkan tahapan penting daur air yang meliputi evaporasi, transpirasi, kondensasi, presipitasi, infiltrasi, dan aliran permukaan.
  • Proses daur air yang berlangsung terus-menerus ini menjaga persediaan air di alam tetap tersedia bagi kehidupan.

Suara.com - Air merupakan salah satu sumber daya alam yang terus bergerak dan berubah bentuk di lingkungan.

Pergerakan air dari bumi ke atmosfer dan kembali lagi ke bumi disebut sebagai daur air atau siklus hidrologi.

Proses ini berlangsung secara terus-menerus sehingga persediaan air di alam dapat tetap tersedia.

Daur air melibatkan beberapa tahapan penting, mulai dari penguapan air hingga turunnya air kembali ke permukaan bumi.

Bagaimana proses daur air hidrologi dan apa saja tahapannya? Simak penjelasan berikut ini.

Apa Itu Daur Air atau Siklus Hidrologi?

Daur air adalah proses perputaran air yang terjadi secara terus-menerus antara permukaan bumi, tanah, dan atmosfer.

Air dapat berubah dari bentuk cair menjadi uap, kemudian kembali menjadi air melalui berbagai proses.

Energi utama yang menggerakkan siklus ini berasal dari panas matahari. Panas tersebut membantu menguapkan air dari laut, sungai, dan danau ke atmosfer.

Tahapan Proses Daur Air dan Contohnya

1. Evaporasi

baca juga

Evaporasi adalah proses perubahan air dari bentuk cair menjadi uap akibat pemanasan. Air di laut, danau, sungai, kolam, maupun permukaan tanah dapat mengalami evaporasi ketika terkena panas matahari.

Contoh: setelah hujan, genangan air di halaman sekolah lama-kelamaan mengering ketika terkena sinar matahari. Air tersebut sebenarnya tidak hilang, tetapi berubah menjadi uap dan naik ke udara.

Selain evaporasi, terdapat proses transpirasi, yaitu pelepasan uap air dari tumbuhan melalui permukaan daun. Evaporasi dan transpirasi secara keseluruhan sering disebut evapotranspirasi.

Contoh: tanaman yang berada di bawah sinar matahari melepaskan uap air melalui daun. Proses tersebut membantu menambah uap air ke atmosfer.

2. Kondensasi

Setelah naik ke atmosfer, uap air akan mengalami pendinginan. Uap tersebut kemudian berubah menjadi titik-titik air melalui proses yang disebut kondensasi.

Titik-titik air yang berkumpul membentuk awan. Jika udara semakin dingin dan kandungan air di dalam awan bertambah, titik-titik air dapat menjadi semakin besar dan berat.

Contoh: ketika udara panas yang mengandung banyak uap air naik ke tempat yang lebih dingin, uap air tersebut berubah menjadi titik-titik air yang kemudian berkumpul membentuk awan.

3. Presipitasi

Presipitasi adalah proses jatuhnya air dari atmosfer menuju permukaan bumi. Dalam kondisi tertentu, air yang terkumpul di awan akan turun dalam bentuk hujan.

Di wilayah atau kondisi dengan suhu sangat rendah, presipitasi juga dapat berupa salju atau butiran es.

Namun, di daerah beriklim tropis seperti Indonesia, bentuk presipitasi yang paling umum adalah hujan.

Contoh: ketika awan sudah mengandung banyak titik air dan tidak mampu menahannya lagi, air akan jatuh ke bumi sebagai hujan. Air hujan kemudian dapat membasahi tanah, mengisi sungai, atau menggenang di permukaan.

4. Infiltrasi

Setelah air hujan mencapai permukaan tanah, sebagian air dapat meresap ke dalam tanah. Proses masuknya air ke dalam pori-pori tanah disebut infiltrasi.

Air yang meresap dapat menjadi bagian dari air tanah. Banyaknya air yang mengalami infiltrasi dipengaruhi oleh kondisi tanah, tumbuhan, dan jumlah air hujan.

Contoh: ketika hujan turun di halaman yang memiliki tanah terbuka, sebagian air akan masuk ke dalam tanah. Sebaliknya, air lebih sulit meresap pada permukaan yang tertutup beton atau aspal.

5. Aliran Permukaan

Tidak semua air hujan meresap ke dalam tanah. Sebagian air akan mengalir di permukaan menuju tempat yang lebih rendah, seperti selokan, sungai, dan danau.

Air tersebut pada akhirnya dapat mengalir menuju laut. Setelah berada di permukaan, air kembali mengalami penguapan sehingga siklus hidrologi terus berulang.

Contoh: saat hujan deras, air yang tidak meresap ke tanah akan mengalir dari halaman menuju selokan. Dari selokan, air dapat mengalir ke sungai dan akhirnya menuju laut.

Urutan Sederhana Daur Air

Secara sederhana, proses daur air dapat dipahami melalui urutan berikut:

Evaporasi - Kondensasi - Presipitasi - Infiltrasi dan Aliran Permukaan - Kembali ke sungai, danau, atau laut - Evaporasi kembali.

Siklus tersebut tidak selalu berlangsung dengan urutan yang sama persis karena sebagian air dapat tersimpan sementara sebagai air tanah, es, salju, atau berada di tumbuhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Air Laut Terasa Asin? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Kenapa Air Laut Terasa Asin? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 11:49 WIB

Bagaimana Cara Cepat Menghilangkan Kerak Air Putih di Dasar Teko Pemanas Listrik?

Bagaimana Cara Cepat Menghilangkan Kerak Air Putih di Dasar Teko Pemanas Listrik?

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 14:15 WIB

Saat Abu Vulkanik Ancam Kualitas Udara, Teknologi Air Purifier Jadi Benteng di Rumah

Saat Abu Vulkanik Ancam Kualitas Udara, Teknologi Air Purifier Jadi Benteng di Rumah

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 21:00 WIB

Terkini

Wujudkan Rumah Impian, KPR BRI Tawarkan Suku Bunga Rendah Mulai 1,75 Persen

Wujudkan Rumah Impian, KPR BRI Tawarkan Suku Bunga Rendah Mulai 1,75 Persen

Bri | Rabu, 23 September 2026 | 14:25 WIB

4 Cara Membedakan Telur Omega dan Telur Biasa agar Tidak Salah Beli

4 Cara Membedakan Telur Omega dan Telur Biasa agar Tidak Salah Beli

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 14:23 WIB

Sinopsis The Winner, Dracin Terbaru Tian Xi Wei dan Wei Da Xun di Youku

Sinopsis The Winner, Dracin Terbaru Tian Xi Wei dan Wei Da Xun di Youku

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 14:20 WIB

Intermittent Fasting Makin Booming, Baik atau Sekedar Gimik?

Intermittent Fasting Makin Booming, Baik atau Sekedar Gimik?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 14:20 WIB

2 Korban Kapal Virgo Transport 8 Aldo dan Bagus Ditemukan Meninggal, Keluarga Siapkan Pemakaman

2 Korban Kapal Virgo Transport 8 Aldo dan Bagus Ditemukan Meninggal, Keluarga Siapkan Pemakaman

Surakarta | Rabu, 23 September 2026 | 14:18 WIB

Sengkarut Syarat Ijazah Diuji Lagi di MK, Bisakah Gibran Didiskualifikasi?

Sengkarut Syarat Ijazah Diuji Lagi di MK, Bisakah Gibran Didiskualifikasi?

News | Rabu, 23 September 2026 | 14:18 WIB

BMKG Wanti-wanti Warga Riau, Habis Karhutla 'Terbitlah' Cuaca Ekstrem

BMKG Wanti-wanti Warga Riau, Habis Karhutla 'Terbitlah' Cuaca Ekstrem

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 14:17 WIB

Cara Membersihkan Hair Dryer dengan Mudah, Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah

Cara Membersihkan Hair Dryer dengan Mudah, Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 14:15 WIB

Kerja Keras Tak Lagi Cukup: Gen Z Mulai Melihat Kemiskinan secara Sistemik?

Kerja Keras Tak Lagi Cukup: Gen Z Mulai Melihat Kemiskinan secara Sistemik?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 14:10 WIB

Vakum 8 Tahun, Lee Chang Dong Garap Film Baru Berjudul Possible Love

Vakum 8 Tahun, Lee Chang Dong Garap Film Baru Berjudul Possible Love

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 14:08 WIB

×