- PT GPSKU Karya Indonesia menyediakan teknologi telematika untuk membantu perusahaan transportasi dan logistik mengelola armada secara proaktif.
- Sistem telematika dan GPS tracker mencatat perilaku pengemudi, posisi kendaraan, serta mencegah kehilangan aset di berbagai sektor industri.
- Integrasi sensor suhu dan data lokasi pada kendaraan mendukung pengawasan distribusi produk khusus seperti farmasi dan makanan beku.
Sementara pada sektor pertambangan dan perkebunan, sistem telematika dapat digunakan untuk memantau kendaraan maupun alat berat yang beroperasi di wilayah dengan konektivitas terbatas. Sistem dapat menyimpan data sementara dan melakukan sinkronisasi ketika koneksi kembali tersedia.
Teknologi serupa juga dapat diterapkan pada industri yang membutuhkan pengawasan terhadap distribusi produk dengan kondisi tertentu, seperti farmasi dan makanan beku. GPS tracker dapat diintegrasikan dengan sensor suhu sehingga perusahaan dapat memantau lokasi kendaraan sekaligus kondisi temperatur selama proses distribusi.
Kombinasi data lokasi dan temperatur tersebut memungkinkan perusahaan mendokumentasikan kondisi muatan sepanjang perjalanan, terutama dalam proses distribusi dengan sistem rantai dingin.
Perkembangan tersebut mengarah pada konsep kendaraan terkoneksi. Dalam sistem ini, kendaraan tidak hanya dipandang sebagai aset operasional, tetapi juga sebagai sumber data yang dapat terhubung dengan sistem perusahaan, dashboard internal, maupun platform digital lainnya.
Head of Marketing GPSKU Ihsan mengatakan kemampuan perusahaan dalam mengolah data kendaraan akan semakin berperan dalam pengelolaan armada.
"Ke depan, kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan data kendaraan akan menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan armada yang lebih efisien, aman, dan terukur," ujarnya.