- PT GPSKU Karya Indonesia menyediakan teknologi telematika untuk membantu perusahaan transportasi dan logistik mengelola armada secara proaktif.
- Sistem telematika dan GPS tracker mencatat perilaku pengemudi, posisi kendaraan, serta mencegah kehilangan aset di berbagai sektor industri.
- Integrasi sensor suhu dan data lokasi pada kendaraan mendukung pengawasan distribusi produk khusus seperti farmasi dan makanan beku.
Suara.com - Teknologi GPS tracker dan telematika kini tidak hanya digunakan untuk mengetahui lokasi kendaraan.
Pemanfaatan data secara real-time mulai menjadi bagian dari pengelolaan armada, termasuk untuk memantau perjalanan, mengevaluasi perilaku pengemudi, hingga mengendalikan biaya operasional.
PT GPSKU Karya Indonesia melihat kebutuhan terhadap teknologi berbasis data semakin meningkat di sektor transportasi dan logistik.
Melalui sistem telematika, perusahaan dapat memperoleh berbagai informasi mengenai kendaraan, mulai dari lokasi, rute perjalanan, perilaku pengemudi, hingga konsumsi bahan bakar.
Data tersebut kemudian dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja armada, mengoptimalkan rute, serta membantu perusahaan menyusun perencanaan operasional dan bisnis secara lebih terukur.
CEO PT GPSKU Karya Indonesia Mh. Arya mengatakan, penggunaan telematika turut mengubah pola pengelolaan armada di sejumlah perusahaan.
"Perubahan paling mendasar yang kami lihat pada klien-klien kami adalah pergeseran budaya kerja, dari reaktif menjadi proaktif," kata Arya.
Menurut dia, perusahaan yang sebelumnya baru mengetahui masalah setelah terjadi kini dapat menggunakan data untuk mengidentifikasi potensi masalah lebih awal. Hal tersebut memungkinkan tindakan pencegahan dilakukan sebelum mengganggu operasional.

Pantau perilaku pengemudi
Selain efisiensi operasional, telematika dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan aspek keselamatan. Sistem dapat merekam sejumlah indikator perilaku berkendara, seperti kecepatan, pengereman mendadak, akselerasi, hingga kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.
Informasi tersebut dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan pembinaan pengemudi berdasarkan data yang lebih objektif.
Dari sisi keamanan, GPS tracker memungkinkan perusahaan memantau posisi kendaraan secara real-time. Sejumlah sistem juga dilengkapi fitur geofencing yang dapat memberikan peringatan ketika kendaraan bergerak di luar area atau pola yang telah ditentukan.
Pada perangkat tertentu, tersedia pula fitur remote engine cut-off dengan otorisasi perusahaan. GPSKU menyebut evaluasi internal pada sejumlah klien korporat menunjukkan adanya penurunan kasus kehilangan kendaraan setelah penggunaan teknologi tersebut.
Digunakan di berbagai sektor
Pemanfaatan telematika tidak terbatas pada perusahaan logistik. Di sektor tersebut, teknologi ini dapat digunakan untuk meningkatkan akurasi informasi pengiriman sekaligus membantu pengelolaan rute kendaraan.
Sementara pada sektor pertambangan dan perkebunan, sistem telematika dapat digunakan untuk memantau kendaraan maupun alat berat yang beroperasi di wilayah dengan konektivitas terbatas. Sistem dapat menyimpan data sementara dan melakukan sinkronisasi ketika koneksi kembali tersedia.
Teknologi serupa juga dapat diterapkan pada industri yang membutuhkan pengawasan terhadap distribusi produk dengan kondisi tertentu, seperti farmasi dan makanan beku. GPS tracker dapat diintegrasikan dengan sensor suhu sehingga perusahaan dapat memantau lokasi kendaraan sekaligus kondisi temperatur selama proses distribusi.
Kombinasi data lokasi dan temperatur tersebut memungkinkan perusahaan mendokumentasikan kondisi muatan sepanjang perjalanan, terutama dalam proses distribusi dengan sistem rantai dingin.
Perkembangan tersebut mengarah pada konsep kendaraan terkoneksi. Dalam sistem ini, kendaraan tidak hanya dipandang sebagai aset operasional, tetapi juga sebagai sumber data yang dapat terhubung dengan sistem perusahaan, dashboard internal, maupun platform digital lainnya.
Head of Marketing GPSKU Ihsan mengatakan kemampuan perusahaan dalam mengolah data kendaraan akan semakin berperan dalam pengelolaan armada.
"Ke depan, kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan data kendaraan akan menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan armada yang lebih efisien, aman, dan terukur," ujarnya.