Dampak Badai Matahari, Sinyal GPS di Bumi Alami Gangguan Presisi

Agung Pratnyawan

Senin, 07 September 2026 | 18:05 WIB
Dampak Badai Matahari, Sinyal GPS di Bumi Alami Gangguan Presisi
Ilustrasi matahari. [Pixabay]
baca 10 detik
  • Fenomena badai matahari dapat memicu gangguan presisi pada sinyal GPS.
  • Peningkatan aktivitas badai matahari mendistorsi lapisan ionosfer di atmosfer Bumi.
  • Ilmuwan terus mengembangkan teknologi prediksi dini ancaman badai matahari.

Suara.com - 11 November 2025 silam, Bumi dihantam suar surya yang dilepaskan oleh Matahari. Fenomena ini memicu badai Geomagnetik yang luar biasa hebat. Peristiwa badai Matahari ini mencapai puncaknya sekitar enam jam, dan memicu fenomena aurora yang indah di langit.

Badai Matahari ini juga mengakibatkan kekacauan pada teknologi yang kita gunakan sehari-hari.

Dalam studi baru yang dilakukan oleh para ilmuwan di jurnal Geophysical Research Letters, mereka mengukur gangguan pada sistem navigasi yang disebabkan oleh badai matahari ini.

Hasilnya cukup mengejutkan, terungkap bahwa peristiwa tersebut dapat menyebabkan kesalahan dalam penentuan titik koordinat secara presisi.

Selama fenomena ini berlangsung, Matahari melepaskan semburan radiasi dan partikel yang dapat mendistorsi atmosfer pada bagian ionosfer.

Hal ini dapat memperlambat dan juga membelokkan sinyal radio yang digunakan pada teknologi navigasi (GPS) yang melewati lapisan ini.

Dampak badai matahari umumnya paling terasa di sekitar garis khatulistiwa dan daerah kutub. Namun, saat terjadi badai geomagnetik yang sangat kuat, dampaknya bisa meluas hingga ke wilayah berlintang sedang.

Guna memantau efek peristiwa tersebut pada November 2025, para peneliti menggabungkan data dari kamera pemantau aurora serta jaringan penerima GPS darat di wilayah Amerika Serikat dan Kanada.

Dampak terjadinya Badai Matahari. [NASA]
Dampak terjadinya Badai Matahari. [NASA]

Penelitian tersebut memetakan konsentrasi elektron berenergi tinggi di lapisan ionosfer, mengukur fluktuasi sinyal, kemudian menganalisis kesalahan presisi posisi selama badai terjadi.

baca juga

Seiring meningkatnya intensitas badai, teramati adanya pergerakan elektron menelusuri medan magnet Bumi yang kemudian bertabrakan dengan molekul gas di atmosfer atas pada berbagai garis lintang.

Badai matahari sulit diprediksi. Tergantung pada posisi Matahari selama siklus 11 tahunnya, bintang kita mengalami periode aktivitas matahari yang tinggi atau rendah.

Meski ilmuwan bisa memproyeksikan potensi letusan di fase puncak aktivitas, saat yang tepat dan besaran dampaknya masih sulit dipastikan.

Ilmuwan mengupayakan pengembangan alat-alat baru untuk membantu prediksi dini badai Matahari dengan lebih cepat dan akurat. Hingga saat ini efek yang ditimbulkan dari fenomena badai Matahari ini masih mengancam teknologi di Bumi.

“Penelitian ini mengindikasikan pentingnya pemahaman yang lebih mendalam terhadap fenomena cuaca antariksa untuk mengoptimalkan prediksi awal melalui observasi dan pemodelan berbasis fisika, sehingga dapat menekan potensi gangguan pada aplikasi frekuensi radio selama peristiwa seperti ini terjadi,” terang para peneliti.

Kontributor : Muhammad Ikhwan Nur Ariyansyah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perbedaan Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari Beserta Gambarnya

Perbedaan Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari Beserta Gambarnya

Tekno | Senin, 31 Agustus 2026 | 13:33 WIB

Ilmuwan Temukan Asal Badai Matahari dari Lapisan Tersembunyi, Bisa Jadi Prediksi Cuaca Antariksa

Ilmuwan Temukan Asal Badai Matahari dari Lapisan Tersembunyi, Bisa Jadi Prediksi Cuaca Antariksa

Tekno | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:06 WIB

Badai Matahari Mengancam Satelit? Ini Dampak yang Ditimbulkannya

Badai Matahari Mengancam Satelit? Ini Dampak yang Ditimbulkannya

Tekno | Rabu, 18 Desember 2024 | 17:15 WIB

Terkini

Kerugian Karhutla Bisa Capai Ratusan Triliun, Pakar Ingatkan Dampaknya Berlangsung Puluhan Tahun

Kerugian Karhutla Bisa Capai Ratusan Triliun, Pakar Ingatkan Dampaknya Berlangsung Puluhan Tahun

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Kapolri dan Menkomdigi Bahas Kejahatan Digital, dari Judi Online hingga Pencurian Data

Kapolri dan Menkomdigi Bahas Kejahatan Digital, dari Judi Online hingga Pencurian Data

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Bagaimana Cara Reapply Sunscreen di Atas Makeup?

Bagaimana Cara Reapply Sunscreen di Atas Makeup?

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Singapura Bikin Undang-Undang Asap Kebakaran Hutan Lintas Batas, Mau Sikat Perusahaan Perusak Alam

Singapura Bikin Undang-Undang Asap Kebakaran Hutan Lintas Batas, Mau Sikat Perusahaan Perusak Alam

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:14 WIB

Kabar Terbaru Kevin Diks Usai Absen karena Masalah Pribadi, Pelatih Gladbach Buka Suara

Kabar Terbaru Kevin Diks Usai Absen karena Masalah Pribadi, Pelatih Gladbach Buka Suara

Bola | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:13 WIB

Lewat ASCOPE ke-51, Pertamina Tekankan Pentingnya Kolaborasi Energi di ASEAN

Lewat ASCOPE ke-51, Pertamina Tekankan Pentingnya Kolaborasi Energi di ASEAN

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:13 WIB

Meutya Hafid Gandeng Polri Perangi Judi Online hingga Penipuan Digital

Meutya Hafid Gandeng Polri Perangi Judi Online hingga Penipuan Digital

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Dari Cegil hingga Rizz: Fenomena Algoritma Medsos Mengubah Gaya Bahasa Gen Z

Dari Cegil hingga Rizz: Fenomena Algoritma Medsos Mengubah Gaya Bahasa Gen Z

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Pilar Penting Bangsa, Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Pemerintah Perkuat Kelembagaan Pesantren

Pilar Penting Bangsa, Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Pemerintah Perkuat Kelembagaan Pesantren

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:04 WIB

Mugiyanto Ungkap Data HAM yang Bakal Dibuka ke Publik, dari Desa Sadar HAM hingga Pengaduan Warga

Mugiyanto Ungkap Data HAM yang Bakal Dibuka ke Publik, dari Desa Sadar HAM hingga Pengaduan Warga

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01 WIB

×