- Indosat memperluas ekosistem kecerdasan artifisial melalui strategi AI North Star setelah perpanjangan masa jabatan Vikram Sinha.
- Perusahaan menyiapkan Zankore berkapasitas komputasi 200 MW dan jaringan fiber RAIA Grid sepanjang 86.000 kilometer.
- Indosat menargetkan pemberdayaan dua juta talenta digital pada tahun 2030 guna mendukung inovasi kecerdasan artifisial.
Suara.com - Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) mulai memperluas pijakannya di bisnis kecerdasan artifisial (AI). Perusahaan tidak hanya membangun kapasitas komputasi, tetapi juga menyiapkan jaringan dan talenta untuk membentuk ekosistem AI yang bisa digunakan pelaku usaha hingga masyarakat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari kelanjutan strategi AI North Star Indosat setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menyetujui perpanjangan masa jabatan Vikram Sinha sebagai Presiden Direktur dan CEO pada 29 September 2026.
Di fase berikutnya, Indosat ingin mengembangkan AI dari sekadar infrastruktur menjadi ekosistem yang mencakup infrastruktur, cloud, platform, hingga solusi berbasis AI.
Fondasi untuk ambisi tersebut mulai dibangun melalui Zankore dan RAIA Grid.
Zankore Siapkan Kapasitas Komputasi 200 MW
Indosat menyebut Zankore telah memperkuat kapabilitas komputasi perusahaan melalui kontrak jangka panjang dengan kapasitas mencapai 200 MW.
Kapasitas tersebut menjadi bagian dari fondasi AI Factory yang disiapkan untuk mengubah kebutuhan komputasi AI menjadi layanan dan nilai ekonomi.
Dengan kapasitas komputasi yang semakin besar, Indosat dapat membangun infrastruktur yang mendukung berbagai kebutuhan AI, mulai dari training, inference, pengembangan model, hingga pemanfaatan AI oleh pelaku usaha dan pengembang.
Langkah ini menunjukkan bahwa Indosat tidak hanya melihat AI sebagai fitur tambahan dalam layanan telekomunikasi, tetapi mulai menyiapkan infrastruktur untuk menopang pertumbuhan kebutuhan komputasi AI.
86.000 Km Fiber Jadi Jalur AI
Kapasitas komputasi saja tidak cukup. AI membutuhkan konektivitas untuk menghubungkan data center, cloud, perusahaan, pengembang, hingga pengguna.
Untuk kebutuhan tersebut, Indosat mengandalkan RAIA Grid yang didukung jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer.
Infrastruktur tersebut diarahkan untuk mendekatkan kapabilitas AI kepada pelaku usaha, pengembang, peneliti, dan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan kombinasi komputasi dan konektivitas, Indosat ingin membangun fondasi yang memungkinkan layanan AI tidak hanya terkonsentrasi pada pusat data, tetapi dapat diakses lebih luas.
Kedua infrastruktur tersebut kemudian menjadi bagian dari ekosistem AI Indosat yang lebih besar.
AI Tidak Berhenti di Data Center

Indosat melihat pengembangan AI bukan hanya soal seberapa besar kapasitas komputasi yang tersedia.
Perusahaan juga ingin mengubah kapasitas tersebut menjadi solusi yang dapat digunakan secara nyata oleh dunia usaha dan masyarakat.
Corporate Secretary, Director dan Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, mengatakan perusahaan akan memperluas implementasi strategi AI North Star pada fase berikutnya.
“Kami menyambut babak baru bagi Indosat, dengan momentum yang kuat dan peluang pertumbuhan yang semakin besar. Berbekal fondasi yang telah kami bangun, kami siap memperluas implementasi strategi AI North Star, memperkuat Customer Love, serta terus mengembangkan kapabilitas untuk menciptakan masa depan digital yang lebih berkelanjutan dan inklusif,” jelas Reski dalam keterangan resminya, Selasa (6/10/2026).
Karena itu, Indosat ingin membangun rantai teknologi AI secara lebih menyeluruh, mulai dari infrastruktur hingga platform dan solusi.
Pendekatan tersebut juga membuka peluang bagi perusahaan untuk menyediakan akses teknologi AI kepada bisnis dan pengembang yang tidak memiliki kemampuan membangun infrastruktur komputasi sendiri.
Kejar 2 Juta Talenta Digital
Selain infrastruktur, Indosat juga menempatkan sumber daya manusia sebagai bagian penting dari strategi AI.
Perusahaan memiliki ambisi untuk memberdayakan hingga 2 juta talenta digital pada 2030.
Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, pemerintah, mitra teknologi, dan berbagai pemangku kepentingan.
![Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha (kiri) dan Corporate Secretary, Director dan Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti. [Indosat]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/06/92992-reski-damayanti-kanan-dan-vikram-sinha-kiri.jpg)
Fokusnya mencakup penguatan riset AI, mendorong inovasi, serta mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Dengan begitu, ekspansi AI tidak hanya diarahkan untuk membangun kapasitas mesin, tetapi juga memastikan Indonesia memiliki tenaga yang mampu memanfaatkan teknologi tersebut.
AI-RAN Dibidik Lebih Efisien
Indosat juga mulai menguji penerapan AI pada sisi jaringan melalui AI-RAN. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu membuat jaringan lebih efisien dengan memanfaatkan kecerdasan artifisial dalam pengelolaan infrastruktur.
Dalam uji coba yang dilakukan, AI-RAN dirancang untuk menurunkan konsumsi energi hingga 20 persen dibandingkan jaringan konvensional.
Pengembangan ini menjadi bagian dari upaya Indosat membangun ekosistem AI yang tidak hanya memiliki kapasitas besar, tetapi juga lebih efisien dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, strategi tersebut memperlihatkan arah baru Indosat. Perusahaan tidak hanya ingin menyediakan koneksi, tetapi juga membangun lapisan infrastruktur yang memungkinkan ekonomi berbasis AI berkembang di Indonesia.
Zankore dengan kapasitas 200 MW menjadi fondasi komputasinya, sementara RAIA Grid dengan jaringan fiber 86.000 kilometer menjadi infrastruktur konektivitasnya.
Di atas fondasi tersebut, Indosat masih perlu membangun platform, solusi, serta talenta agar kapasitas AI yang disiapkan dapat benar-benar berubah menjadi bisnis dan manfaat bagi masyarakat.