- Konten kreator menguji kamera Xiaomi 17T Series hasil kolaborasi Leica untuk mengabadikan berbagai momen di Pulau Sepa.
- Fitur telephoto dan bokeh pada perangkat tersebut memudahkan kreator menghasilkan foto berkualitas tinggi tanpa proses editing panjang.
- Sensor besar dan optik Leica membantu menjaga detail gambar tetap tajam saat memotret dalam kondisi minim cahaya.
Suara.com - Bagi kreator gaya hidup, smartphone bukan lagi sekadar perangkat untuk berkomunikasi. Kamera menjadi salah satu alat utama untuk menangkap momen, membuat konten, sekaligus membagikan pengalaman secara cepat.
Kebutuhan tersebut membuat kemampuan kamera menjadi pertimbangan penting ketika memilih smartphone yang digunakan sehari-hari. Hal ini pula yang coba ditawarkan Xiaomi 17T Series melalui sistem kamera hasil kolaborasi dengan Leica.
Kemampuan kamera Xiaomi 17T Series diuji sejumlah konten kreator saat mengabadikan berbagai momen di Pulau Sepa. Mulai dari mengambil objek dari jarak jauh, membuat foto portrait dengan efek bokeh, hingga memotret dalam kondisi minim cahaya.
Zoom Jauh Tetap Jadi Andalan
Memotret objek dari jarak jauh sering kali menjadi tantangan kamera smartphone. Ketika pembesaran dilakukan terlalu jauh, detail foto berisiko hilang dan gambar terlihat buram.
Xiaomi 17T Series membawa Leica Telephoto dengan kemampuan 5x Telephoto, 10x optical-grade zoom, hingga 120x AI Ultra Zoom. Kemampuan tersebut dipadukan dengan Optical Image Stabilization (OIS).
Kombinasi ini memungkinkan pengguna mengambil foto hingga resolusi 50 MP pada berbagai rentang jarak.
Pengalaman tersebut turut dirasakan @rianiond saat memotret objek dari kejauhan. Detail seperti ekspresi wajah, tekstur pakaian, hingga pola ombak tetap dapat ditangkap dalam bidikan.
Sementara @zooeeya dan @kennyharyanto menggunakan kamera Xiaomi 17T Pro untuk mengabadikan objek yang bergerak.
Fitur Ultra-HD Live Moment 4K serta transisi zoom pada mode Portrait dan Freestyle membantu menghasilkan rekaman dengan pergerakan yang lebih mulus.
Bagi kreator, kemampuan seperti ini membuat smartphone tidak hanya berguna untuk mengambil foto statis, tetapi juga mendukung kebutuhan membuat konten bergerak.
Bokeh Tak Harus Banyak Edit
Kebutuhan kreator tidak selalu soal mendapatkan objek dari jarak jauh. Foto candid atau portrait juga menjadi bagian dari konten gaya hidup sehari-hari.
Xiaomi 17T Series membawa Leica Live Moment yang mengusung karakter visual khas Leica. Fitur tersebut menghasilkan warna yang lebih hidup sekaligus efek kedalaman latar atau bokeh.
@steviiewong memanfaatkan kemampuan tersebut ketika mengambil foto candid di dermaga tepi laut.
Hasilnya menampilkan separasi antara subjek dan latar, dengan gradasi warna laut yang tetap terlihat. Pendekatan ini membuat foto bisa langsung digunakan untuk kebutuhan konten tanpa harus melalui proses editing yang panjang.
![Hasil foto @steviiewong dengan Xiaomi 17T Pro. [Xiaomi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/07/75932-hasil-foto-atsteviiewong-dengan-xiaomi-17t-pro.jpg)
Low Light Jadi Ujian Berikutnya
Kemampuan kamera smartphone biasanya semakin diuji ketika cahaya mulai berkurang.
Untuk kebutuhan tersebut, Xiaomi 17T Pro menggunakan sensor berukuran 1/1,31 inci yang dipadukan dengan desain optik Leica UltraPure dan konstruksi lensa hybrid Leica Summilux dengan konfigurasi 1G + 6P.
Konfigurasi tersebut terdiri dari satu elemen kaca dan enam elemen plastik. Xiaomi mengklaim kombinasi ini membantu mengoptimalkan cahaya yang masuk sekaligus menjaga detail dan mengurangi gangguan seperti flare.
Kemampuan tersebut terlihat dari foto @ivandacherlin ketika mengabadikan matahari terbenam. Detail pada area langit dan lanskap tetap terlihat tanpa membuat salah satu bagian foto terlalu dominan.
Kreator lain juga mengeksplorasi kemampuan kamera dalam kondisi minim cahaya.
@jkusno mencoba karakter foto monokrom dengan gradasi gelap dan terang yang kontras. Sementara @irvangowgo mengambil foto portrait selfie dalam kondisi cahaya rendah dengan hasil wajah yang tetap terlihat terang dan minim noise.
Ketika Smartphone Jadi Alat Kerja Kreator
Berbagai skenario tersebut menunjukkan kebutuhan kreator terhadap kamera smartphone sebenarnya cukup beragam.
Dalam satu hari, pengguna bisa saja mengambil foto lanskap dari kejauhan, merekam aktivitas yang bergerak, membuat foto portrait, lalu mengambil gambar ketika pencahayaan mulai minim.
![Hasil foto @ivandacherlin dengan Xiaomi 17T Pro. [Xiaomi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/07/25289-hasil-foto-ativandacherlin-dengan-xiaomi-17t-pro.jpg)
Karena itu, kemampuan kamera yang fleksibel menjadi salah satu faktor penting ketika smartphone digunakan sebagai daily driver.
Xiaomi menempatkan kemampuan tersebut melalui sistem kamera kolaborasi Leica pada 17T Series.
Telephoto digunakan untuk mengambil objek jauh, kemampuan bokeh mendukung kebutuhan portrait, sementara sensor besar dan sistem optik Leica diarahkan untuk menjaga kualitas gambar ketika cahaya mulai terbatas.
Xiaomi 17T Series kini telah tersedia di jaringan Xiaomi Store serta kanal penjualan online dan offline Xiaomi Indonesia.