- Smartwatch dapat memantau pola tidur, detak jantung, kadar oksigen darah, dan suhu tubuh saat pengguna tidur.
- Penggunaan perangkat ini umumnya aman karena sinyal Bluetooth memiliki daya rendah dan paparan radiofrekuensi yang kecil.
- Risiko pemakaian meliputi iritasi kulit, ketidaknyamanan tidur, dan tekanan tali yang terlalu ketat pada pergelangan tangan.
Smartwatch memang perlu menempel cukup erat agar sensor dapat membaca data dengan baik. Namun, pemakaian yang terlalu ketat sepanjang malam dapat menimbulkan tekanan atau meninggalkan bekas pada kulit sehingga tali sebaiknya sedikit dilonggarkan saat tidur.
Hal yang Perlu Diperhatikan saat Tidur Pakai Smartwatch

Agar tetap nyaman dan aman, berikut beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan, melansir dari laman OSCAL dan LiveMint:
- Bersihkan smartwatch dan pergelangan tangan secara rutin. Setelah berolahraga atau berkeringat, bersihkan bagian belakang perangkat dan pergelangan tangan, kemudian keringkan sebelum digunakan kembali.
- Longgarkan tali satu tingkat saat tidur. Pastikan smartwatch tetap menempel pada kulit, tetapi tidak terlalu ketat sehingga pergelangan tangan tetap nyaman.
- Aktifkan Sleep Mode. Matikan notifikasi yang tidak penting dan fitur layar yang dapat menyala ketika pergelangan tangan bergerak agar tidur tidak mudah terganggu.
- Berikan waktu bagi kulit untuk beristirahat. Jika muncul kemerahan, ruam, lepuh, atau rasa sakit akibat tekanan, lepaskan smartwatch dan biarkan kulit pulih sebelum kembali memakainya.
- Jangan mengisi daya di pergelangan tangan. Pengisian daya sebaiknya dilakukan di permukaan yang keras dan memiliki ventilasi baik, bukan di atas tubuh atau di bawah bantal.
Dengan demikian, tidur memakai smartwatch umumnya aman bagi kebanyakan orang, selama perangkat digunakan dengan nyaman dan higienis.
Jika smartwatch justru membuat kulit iritasi atau mengganggu kualitas tidur, melepasnya saat malam dapat menjadi pilihan yang lebih baik.