- Pemerintah Indonesia mendorong pengembangan jaringan 5G dengan fokus pada biaya spektrum frekuensi yang terjangkau bagi operator telekomunikasi.
- Sekjen Komdigi Ismail menyampaikan hal tersebut dalam acara Bali Tech Week 2026 di Denpasar, Bali, pada Senin (19/10/2026).
- Kebijakan biaya spektrum yang terjangkau bertujuan mempercepat pembangunan infrastruktur serta memperluas jaringan telekomunikasi secara berkelanjutan.
Suara.com - Cakupan 4G di Indonesia telah menjangkau lebih dari 98 persen wilayah. Setelah memperluas jaringan generasi keempat, pemerintah kini mendorong pengembangan 5G dengan menyoroti pentingnya biaya spektrum frekuensi yang terjangkau bagi operator telekomunikasi.
Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Ismail, mengatakan kebijakan spektrum perlu mempertimbangkan keseimbangan antara penerimaan negara, kemampuan investasi operator, dan kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas digital.
Menurutnya, spektrum frekuensi tidak semata-mata menjadi sumber penerimaan negara. Pengelolaannya juga berperan penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur telekomunikasi.
“Spektrum bukan hanya tentang bagaimana pemerintah memperoleh pendapatan dari pemanfaatannya, tetapi juga tentang bagaimana memastikan biaya pemanfaatan spektrum tetap terjangkau. Dengan begitu, seluruh operator dapat membangun dan mengembangkan infrastrukturnya sesegera mungkin,” kata Ismail dalam Bali Tech Week 2026 di Denpasar, Bali, Senin (19/10/2026).
Ismail menilai, biaya spektrum yang terjangkau dapat memberi ruang lebih besar bagi operator untuk berinvestasi. Dengan demikian, perusahaan telekomunikasi memiliki peluang untuk memperluas jaringan sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur 5G.
Ia juga menyebut, pengembangan 5G di Indonesia terus berjalan. Menurut Ismail, saat ini seluruh operator memiliki ruang yang cukup untuk membangun jaringan tersebut.
![Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Ismail (kiri). [Komdigi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/20/10600-sekretaris-jenderal-kementerian-komunikasi-dan-digital-komdigi-ismail-kiri.jpg)
“Saya kira sekarang seluruh operator memiliki ruang yang cukup untuk membangun jaringan 5G,” ujarnya.
Meski cakupan 4G telah mencapai lebih dari 98 persen wilayah, pengembangan infrastruktur telekomunikasi tetap membutuhkan investasi berkelanjutan. Karena itu, kebijakan biaya spektrum menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan agar operator dapat terus memperluas jaringan dan meningkatkan kualitas konektivitas digital.
Pemerintah dihadapkan pada kebutuhan untuk menjaga penerimaan negara sekaligus menciptakan kondisi yang mendukung investasi industri telekomunikasi.
Keseimbangan kebijakan tersebut dinilai penting agar perluasan jaringan 5G dapat berjalan seiring dengan kebutuhan masyarakat terhadap akses digital yang semakin baik.