Pemudik India Jalan Kaki Ratusan Kilometer: Kami Mungkin Mati di Jalan

Rinaldi Aban

"Kami sudah tidak punya apa-apa lagi (di kota), bagaimana kami bisa menghidupi anak-anak kami,".

Suara.com - Pemerintah India memberlakukan karantina wilayah dan melarang transportasi publik beroperasi. Ratusan ribu buruh migran memilih pulang kampung ratusan kilometer dengan berjalan kaki, demi bertahan hidup.

BBC News Hindi di Delhi menemui para buruh migran yang tengah dalam perjalanan menuju ke kampung halaman mereka.

Banyak di antara mereka yang hanya membawa barang seadanya, tanpa bekal makanan dan minuman. "Kami sudah tidak punya apa-apa lagi (di kota), bagaimana kami bisa menghidupi anak-anak kami," kata salah satu buruh migran. "Kami mungkin akan mati di jalan, bersama anak-anak kami," tambahnya. (BBC Indonesia)

Catatan Redaksi:

Mari bijaksana menerapkan aturan jaga jarak dengan orang lain atau physical distancing, sekitar 1,5 m persegi, dan tetap tinggal di rumah kecuali keperluan mendesak seperti berbelanja atau berobat. Bersama-sama, kita bisa mengatasi pandemi Coronavirus Disease atau COVID-19. Suara.com bergabung dalam aksi #MediaLawanCOVID-19.

Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS