Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menindaklanjuti secara tegas beredarnya video viral mengenai dugaan aksi kekerasan dan penganiayaan antarpegawai di lingkungan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor, Jawa Barat.
Dua pejabat terduga pelaku serta korban kini dalam proses pemberhentian dan akan menjalani pemeriksaan serta sidang etik oleh tim khusus.
Peristiwa dugaan kekerasan tersebut melibatkan sesama pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) asal Kabupaten Purwakarta yang terjadi di area KPPG Bogor pada 14 Oktober lalu.
Menyusul viralnya rekaman video di media sosial, sejumlah personel TNI dan Polri mendatangi lokasi kejadian pada Kamis malam guna memeriksa kebenaran insiden tersebut.
Kepala KPPG Bogor, Haidir, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mendalami penyebab perselisihan tersebut. Pascakejadian, kedua pihak sempat dipanggil dan diberikan teguran keras hingga akhirnya sepakat berdamai serta kembali ke Purwakarta.
Kendati sempat berdamai, BGN tetap mengambil tindakan tegas. Dua terduga pelaku penganiayaan, yakni Koordinator Wilayah (Korwil) dan Kepala SPPG Purwakarta, bersama korban kini sedang dalam proses pemberhentian dari jabatannya.
BGN juga telah membentuk tim khusus yang terdiri dari unsur SDM Organisasi (SDMO), KPPG terkait, Inspektorat (IRT), dan Biro Hukum BGN untuk memanggil dan memeriksa para pihak di Kantor Pusat BGN.
Ini seperti diungkapkan Juru Bicara BGN, Tysa Novenny.