Pelesir Pontianak, Yuk ke Tugu Khatulistiwa!

Chaerunnisa, Dinda Rachmawati

Senin, 22 Mei 2017 | 14:03 WIB
Pelesir Pontianak, Yuk ke Tugu Khatulistiwa!
Tugu Khatulistiwa Pontianak (Suara.com/Dinda)

Suara.com - Mengunjungi Pontianak, Kalimantan Barat, rasanya belum sah jika Anda tak menginjakkan kaki di Tugu Khatulistiwa. Ya, Pontianak memang termasuk satu dari 12 kota di dunia yang dilintasi garis khatulistiwa, dan satu-satunya kota yang persis memisahkan belahan bumi bagian utara dan selatan.

Untuk mengunjungi ikon Kota Pontianak ini, sebenarnya cukup mudah, mengingat jaraknya yang tak terlalu jauh dari pusat kota, yakni sekitar 3 km ke arah Kota Mempawah.

Selain transportasi darat, seperti angkutan umum, Anda juga bisa memanfaatkan transportasi sungai yang menyebrangi sungai Kapuas. Transportasi ini menjadi jalur alternatif darat untuk ke arah timur dan utara Kota Pontianak, yaitu menuju Tugu Khatulistiwa.

Penasaran mengunjungi garis lintang nol derajat bumi, saya pun bergegas sejak pagi hari untuk berangkat dari pusat Kota Pontianak.

Melihat suhu di kota tersebut yang cukup panas, sekitar 32-34 derajat celcius saat siang, pagi atau sore hari adalah waktu yang tepat untuk mengunjungi tempat wisata utama di Pontianak ini.

Begitu sampai di Tugu Khatulistiwa, saya disambut dengan riuhnya puluhan siswa Taman Kanak-kanak yang juga sedang mengadakan kunjungan. Matahari sudah cukup terik saat itu, senang sekali melihat anak-anak tersebut masih semangat belajar mengenai identitas kota mereka yang sangat unik.

Setelah puas berfoto dengan latar belakang megahnya tugu, saya pun memutuskan untuk masuk ke dalam berkeliling melihat berbagai sejarah tentang garis, dan tugu khatulistiwa. Di dalam sana terdapat tugu asli yang berukuran lebih kecil.

Berdasarkan catatan yang diperoleh pada 1941 dari V.en. V oleh Opsoter Wiese, pada 31 Maret 1928 telah datang sebuah ekspedisi international ke Pontianak yang dipimpin seorang ahli Geographia berkebangsaan Belanda untuk menentukan titik garis equator di kota tersebut.

Tugu pertama dibangun pada tahun tahun yang sama, berbentuk tonggak dengan tanda panah di atasnya. Pada 1930, tugu tersebut disempurnakan dengan penambahan lingkaran di bagian atas tugu.

Delapan tahun kemudian, penyempurnaan tugu kembali dilakukan dengan menggunakan empat buah kayu berlian (kayu besi khas Kalimantan Barat) dengan tinggi 4,4 meter.

Tahun 1990, dibuatlah kubah dan duplikat tugu berukuran lima kali lebih besar dari aslinya. Kedua tugu ini, baik yang asli maupun monumennya, punya tulisan plat di bawah anak panah yang menunjukkan letak Tugu Khatulistiwa pada garis bujur timur.

Pada 21 September 1991, Monumen Tugu Khatulistiwa diresmikan Gubernur Kalimantan Barat saat itu, yakni Parjoko Suryokusumo. Sekarang, kompleks Tugu Khatulistiwa dilindungi oleh Pasal 26 UU No 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya.

Selain memisahkan belahan bumi bagian utara dan selatan, titik ini juga merupakan lokasi Kulminasi Matahari, yakni titik di mana matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa.

Fenomena alam ini hanya terjadi setiap tanggal 21-23 Maret, dan 21-23 September setiap tahunnya. Di saat inilah, Tugu Khatulistiwa akan padat dikunjungi oleh wisatawan dalam maupun luar negeri.

Ini dikarenakan, sebuah fenomena alam yang unik akan terjadi. Di mana bayangan tugu akan 'menghilang' selama beberapa detik meskipun diterpa sinar matahari. Begitu juga dengan bayangan benda-benda lainnya di sekitar Tugu Khatulistiwa.

Pada hari yang dikenal sebagai Hari Kulminasi Matahari ini, biasanya pemerintah kota Pontianak juga akan menggelar berbagai acara budaya untuk meriahkan fenomena alam tersebut.

Bahkan, selama kegiatan berlangsung masyarakat yang mau ke lokasi kegiatan bisa menggunakan kapal pesiar dari Taman Alun-alun Kapuas, sehingga tidak perlu lagi jauh- jauh berkeliling melalui jalur darat.

Setelah puas berkeliling, tujuan selanjutnya adalah menikmati keindahan Sungai Kapuas yang tak jauh dari halaman Tugu Khatulistiwa. Berjalan kaki tak terlalu jauh, saya sudah bisa melihat bibir sungai terpanjang di Indonesia tersebut.

Dengan kapal-kapal yang sedang menepi, birunya langit dan luasnya sungai, tentunya menjadi pemandangan yang tak biasa. Bagaimana, tertarik mengunjunginya?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nikmatnya Pisang Goreng Khas Pontianak Lapis Srikaya di Sini

Nikmatnya Pisang Goreng Khas Pontianak Lapis Srikaya di Sini

Lifestyle | Minggu, 21 Mei 2017 | 10:52 WIB

Kapolda Kalbar Pastikan Kondisi Pontianak Hari Ini Aman

Kapolda Kalbar Pastikan Kondisi Pontianak Hari Ini Aman

News | Sabtu, 20 Mei 2017 | 19:05 WIB

3.037 Aparat Polri dan TNI Amankan Aksi di Pontianak

3.037 Aparat Polri dan TNI Amankan Aksi di Pontianak

News | Sabtu, 20 Mei 2017 | 17:20 WIB

Pembangunan Bendungan Tugu Ditargetkan Selesai Akhir 2017

Pembangunan Bendungan Tugu Ditargetkan Selesai Akhir 2017

Bisnis | Kamis, 18 Mei 2017 | 15:52 WIB

Kementerian PUPR Bangun Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai

Kementerian PUPR Bangun Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai

Bisnis | Minggu, 02 April 2017 | 20:52 WIB

Pontianak Pecahkan Rekor MURI Penggorengan Pisang Terbanyak

Pontianak Pecahkan Rekor MURI Penggorengan Pisang Terbanyak

Lifestyle | Minggu, 05 Februari 2017 | 18:59 WIB

Terkini

Strategi Perum Jasa Tirta II Jaga Pasokan Air ke Sawah saat Kemarau

Strategi Perum Jasa Tirta II Jaga Pasokan Air ke Sawah saat Kemarau

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:54 WIB

JK di Yale: Kemanusiaan Harus Melampaui Batas Negara

JK di Yale: Kemanusiaan Harus Melampaui Batas Negara

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:50 WIB

Begini Kinerja IHSG Selama Sepekan, Setelah BEI Tendang Saham HSC

Begini Kinerja IHSG Selama Sepekan, Setelah BEI Tendang Saham HSC

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:48 WIB

BNPB Geser Armada Pemadam Karhutla dari Kalimantan ke Jawa Timur, Ini Alasannya

BNPB Geser Armada Pemadam Karhutla dari Kalimantan ke Jawa Timur, Ini Alasannya

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Apakah Sunscreen Spray Skintific Merusak Makeup? Ini Penjelasannya

Apakah Sunscreen Spray Skintific Merusak Makeup? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:24 WIB

Cara Mengatasi Kulit Mengelupas dan Pecah Saat Pakai Bedak Padat

Cara Mengatasi Kulit Mengelupas dan Pecah Saat Pakai Bedak Padat

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:22 WIB

Dosen UIN Alauddin Makassar Jadi Dosen Tamu di AS, Bahas Dialog Antaragama

Dosen UIN Alauddin Makassar Jadi Dosen Tamu di AS, Bahas Dialog Antaragama

Sulsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:17 WIB

WIKA Jual Saham Anak Usaha Energi Terbarukan, Kantongi Rp641 Juta

WIKA Jual Saham Anak Usaha Energi Terbarukan, Kantongi Rp641 Juta

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Mendagri Dukung Program 3 Juta Rumah melalui Kemudahan Regulasi bagi MBR

Mendagri Dukung Program 3 Juta Rumah melalui Kemudahan Regulasi bagi MBR

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Beda Watak Scorpio Oktober vs November, Pengaruh Planet Bikin Sifatnya Kontras Banget!

Beda Watak Scorpio Oktober vs November, Pengaruh Planet Bikin Sifatnya Kontras Banget!

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:52 WIB

×