SuaraBandung.id - Pengacara yang juga seorang aktivis, Saor Siagian tak habis pikir mengapa Mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo dengan gagahnya menyebut harkat dan martabat usai diperiksa tim khusus alias timsus.
Bagi Saor Siagian apa yang dikatakan Ferdy Sambo menjijikan jika melihat apa yang dia lakukan dalam merekayasa pembunuhan Brigadir J pada (8/8/2022) lalu.
Saor Siagian lantas memberikan ilustrasi tentang matinya jiwa kepolisian yang diakibatkan oleh kebohongan Ferdy Sambo.
Dilihat dari YouTube Indonesia Lawyers Club, Saor Siagian mengilustrasikan saat posisi ada di lampu merah.
Kata dia, semua orang tahu jika lampu merah itu semua kendaraan harus berhenti. Mengapa pengendara di jalan semua berhenti saat melihat lampu merah? Saor Siagian menyebut jika di dalam dirinya masih ada jiwa untuk mentaati aturan.
"Saya kasih ilustrasi. Katakanlah di lampu merah setiap orang tahu (berhenti). Yang punya mata, lampu merah itu berhenti. Tapi saya pastikan tidak semua orang kemudian mau berhenti, karena apa? Karena yang menggerakkan jiwanya," ucap Saor Siagian.
Sekarang, kata Saor Siagian, kita lihat mengapa anggota polisi yang ada di TKP dan mendukung Ferdy Sambo tidak mampu menggerakkan jiwanya sebagai manusia dan sebagai anggota Polri.
"Sekarang yang 36 ini (anggota polisi) mati jiwa kepolisiannya. Ada yang mati (Brigadir J) temannya. Ada CCTV yang dirusak, TKP yang dirusak, bukan malah disidik, tapi ditutupi karena kerjaan siapa? Karena Ferdy Sambo," kata Saor Siagian berbicara tegas.
Bahkan lebih dari itu, Saor Siagian menjelaskan kemungkinan besar dan kuat dugaan jika istri Ferdy Sambo bakal ikut terjerat dalam kasus ini.
"Dia (Ferdy Sambo) masih bicara harga diri. Bayangkan istrinya (Putri Candrawathi) kemarin terjerat pasal 340 karena di TKP hanya 5 orang. Kata Kabareskrim 4 telah tersangka yaitu Bharada E kemudian RR kemudian kuat sama dengan apa namanya Ferdy Sambo," kata Saor Siagian tegas.
Baca Juga: Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Menguat ke Level 7.198
Belum lagi yang dilakukan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi yang membuat laporan palsu dan juga berita bohong tentang pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J.
Lalu, tak terbayangkan saat anak Ferdy Sambo diajak ke Mako Brimob hanya untuk menguatkan jika sang ibu dilecehkan.
"Anaknya diajak ke Brimob hanya kembali mengatakan kami dilecehkan. Inilah menurut saya menjijikan," kata Saor Siagian.
Bahkan Saor Siagian menduga, setelah proyek baku tembak dan pelecehan itu gagal, Ferdy Sambo bermain uang dalam kasus ini.
"LPSK kemudian mengatakan ketika mereka memeriksa Ferdy Sambo ke Kadiv Propam dia disodorkan dua amplop warna coklat, yang tebal uangnya 1 cm," kata Saor Siagian.
Di sana Saor Siagian menyebut, apakah soal uang itu dikondisikan penasehat Polri yang bernama Fahmi?
"Kita tidak tahu. Apakah orang-orang yang dikondisikan tersebut yaitu penasehat Polri Fahmi yang membuat rilis membantu itu (laporan baku tembak dan pelecehan). Apakah seperti LPSK menolak atau dia menerima?" tegasnya sambil mempertanyakan.
Saor Siagian juga membeberkan soal janji uang miliaran yang akan diberikan pada tiga tersangka pembunuh Brigadir J.
"Bharada E dijanjikan Rp1 miliar, RR Rp500 juta kemudian, Kuat juga Rp500 juta," terangnya.
Belum laga kata Saor Siagian, ada dugaan jika aliran uang Ferdy Sambo juga ada yang mengalir ke DPR.
"IPW juga mengatakan dugaan uang mengalir (dari Ferdy Sambo) juga ke DPR. Bagaimana, apakah mereka ini juga sudah menerima?" kata Saor Siagian mempertanyakan.
"Itu sebabnya, tampak hari ini melaporkan bahwa ada pusaran uang yang barangkali dipakai sekarang setelah proyek namanya pelecehan seksual itu gagal. Dia (Ferdy Sambo) buat lagi modus, yaitu dengan pengkondisian," kata Saor Siagian menjelaskan dugaannya.
Berbicara motif yang masih ditutupi kepolisian, Saor Siagian mengatakan motif pembunuhan ini yang harus dibongkar.
Lantas Saor Siagian menutup pembicaraan, jangan ada lagi kebohongan yang mengatasnamakan harga diri.
Terlebih kata dia, jika berbicara harga diri dan harkat martabat yang melibatkan keluarga.
"Oleh karena itu, sudah jangan lagi dibohongi. Jangan lagi dibilang punya harga diri," kata Saor Siagian.
Saor Siagian menilai jika Ferdy Sambo sudah tidak lagi memiliki harga diri. "Menurut saya ini tidak punya harga diri," katanya.
"Tetapi dia (Ferdy Sambo) mampu menjual anaknya dan mematikan karier 36 polisi. Bagaimana ketakutan keluarganya atau kita semua. Itulah sekarang yang dilakukan Ferdy Sambo ini," kata Saor Siagian menutup pembicaraan dalam acara tersebut.