- Planet Sports Run 2026 di ICE BSD melibatkan 8.000 pelari, di mana PUMA menjadi Official Jersey Partner dan meraih banyak podium.
- Atlet didukung PUMA meraih hasil signifikan, termasuk juara pertama Half Marathon wanita dan podium di kategori 10K serta 5K.
- Pencapaian atlet didukung teknologi sepatu lari PUMA yang fokus pada responsivitas, efisiensi energi, dan stabilitas performa.
Suara.com - Kawasan ICE BSD terasa berbeda ketika 8.000 pelari memadati area start Planet Sports Run 2026. Bukan sekadar ajang adu cepat di kategori Half Marathon, 10K, dan 5K, lomba ini menjelma menjadi panggung pembuktian performa dan nama PUMA Indonesia mencuri perhatian lewat deretan atlet yang sukses naik podium.
Energi kompetisi dan kebersamaan melebur sejak matahari terbit, menghadirkan atmosfer yang lebih dari sekadar race day.
PUMA Indonesia hadir sebagai Official Jersey Partner, menurunkan enam atlet andalannya. Hasilnya tak main-main, seperti Sardyanus Sanam finis ketiga Half Marathon pria (01:15:16), Irma Handayani menjadi juara pertama Half Marathon wanita (01:26:05), Yad Hapizudin meraih podium kedua 10K pria (31:47), Rashif Amila Yaqin finis ketiga (32:41), dan Marselino Varelian Falo memimpin 5K dengan waktu 16:07.
“Selamat untuk seluruh atlet atas pencapaian podium mereka. Kami sangat bangga dapat mendukung para atlet untuk tampil maksimal di race day,” ujar Rachmat B. Trilaksono, Teamhead Marketing PUMA Indonesia.
“Kehadiran kami sebagai Official Jersey Partner menjadi momen penting untuk lebih dekat dengan pelari Indonesia.”
Di balik catatan waktu impresif itu, ada peran inovasi teknologi yang menjadi tulang punggung lini performance running PUMA.
Sepatu-sepatu mereka dirancang dengan fokus pada responsivitas, efisiensi energi, dan stabilitas, tiga elemen krusial untuk menjaga pace tetap konsisten dari kilometer pertama hingga garis akhir.
Material midsole yang ringan namun bertenaga membantu meminimalkan energy loss, sementara desain outsole meningkatkan grip dan kontrol di berbagai kondisi lintasan.
Hasilnya adalah sensasi lari yang lebih “hidup”: respons cepat saat akselerasi, tetapi tetap stabil ketika kecepatan meningkat.
Baca Juga: Tak Hanya Seru, Ajang Lari Ini Beri Proteksi Ekstra untuk Peserta
Manfaat teknologi ini terasa nyata di lintasan Planet Sports Run 2026. Dalam lomba jarak menengah hingga panjang, kemampuan menjaga ritme adalah segalanya.
Sepatu dengan karakter responsif membantu pelari mempertahankan cadence tanpa cepat kehabisan tenaga.
“Race day selalu menantang, tetapi persiapan yang matang memberikan perbedaan besar,” kata Yad Hapizudin, juara kedua 10K pria. Ia mengandalkan PUMA Fast-R Nitro Elite 3 saat lomba.
“Sepatu ini responsif, ringan, dan membantu menjaga efisiensi langkah. Saya bisa fokus berlari dengan ritme cepat dan konsisten hingga akhir.”
Persiapan menuju podium juga tak terjadi dalam semalam. Sejak Desember 2025, PUMA menggulirkan program pre-race bersama komunitas, influencer, dan jurnalis pelari.
Sesi latihan dirancang variative, mulai dari penguatan teknik, peningkatan endurance, hingga kesiapan mental.
Peserta pun berkesempatan mencoba berbagai model sepatu, dari kategori beginner-friendly sampai speed training, untuk menemukan gear paling sesuai dengan gaya dan kebutuhan masing-masing.
![PUMA di ajang PlanetSportsRun 2026. [Puma Indonesia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/17/13125-puma-di-ajang-planetsportsrun-2026.jpg)
Pendekatan ini memperlihatkan filosofi inklusif: semua pelari, apa pun level dan pace-nya, berhak berkembang.
Momentum race day juga menjadi panggung bagi inovasi terbaru, PUMA Deviate 4. Didesain sebagai partner speed training dengan konsep “speed for everyday”, sepatu ini mengusung spesifikasi stack 38/30 mm dan drop 8 mm,kombinasi yang menghadirkan keseimbangan antara bantalan empuk dan dorongan energi.
Karakternya smooth namun stabil saat pace meningkat, cocok untuk interval, tempo run, hingga long run dengan ritme terkontrol.
Ke depan, PUMA akan terus menghadirkan inovasi produk dan program komunitas yang mendorong lebih banyak orang untuk bergerak aktif, mengeksplorasi potensi diri, dan menjadikan lari sebagai bagian dari gaya hidup yang positif dan berkelanjutan.