SuaraBandung.id - Hari ini Selasa (23/8/2022), mendiang Brigadir J diwisuda. Akan tetapi, momen bersejarah itu malah menyisakan duka mendalam untuk keluarga.
Keluarga yang menggantungkan mimpi besar pada Brigadir J, harus rela menguburnya dalam-dalam bersama jasad sang anak.
Setelah wisuda, ada satu mimpi Brigadir J yang tak akan pernah digapai, lantaran maut telah memisahkan.
Brigadir J saat ini sudah dikuburkan bersama semua mimpi besar diri dan keluarganya.
Bahkan yang lebih menyesakkan hati adalah mimpi besar Brgadir J bersama Vera Simanjuntak.
Mimpi itu adalah merajut kasih sayang cinta Brigadir J bersama Vera di hadapan gereja.
Brigadir J pernah berjanji pada Vera, akan segera menikahinya setelah masa wisuda diikutinya.
Namun takdir berkata lain, jangankan menikahi sang kekasih, untuk mengambil ijazah yang diimpikannya pun Brigadir J sudah "tidak sanggup".
Nyawanya yang sangat berharga telah lebih dulu dicabut sang atasan, Jenderal Ferdy Sambo.
Teman-temannya selama mendampingi sang jenderal, tak ada yang membantunya keluar dari jerat nyawa yang dicabut dengan senjata api.
Teman-teman Brigadir J malah terseret masuk dalam lingkaran setan, ikut mencabut nyawanya atas perintang sang jenderal, yang sebenarnya bisa ditolak atas nama kemanusian dan persahabatan.
Ketua Komunitas Civil Society Indonesia Irma Hutabarat mengatakan, mendiang Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J memiliki rencana untuk mempersunting kekasihnya setelah diwisuda dari Universitas Terbuka.
Tapi semua tahu, jika rencana mengikat janji suci bersama sang kekasih, gagal terwujud.
Irma Hutabarat mengungkap isi hatinya atas momen bersejarah Brigadir J yang hari ini di wisuda, namun gagal ke pelaminan.
"Kita bahagia bercampur sedih dan semoga masalah ini cepat selesai. Memang cita-cita mendiang (Brigadir J) ingin menjadi perwira dan juga menikah setelah diwisuda," ujar Ketua Komunitas Civil Society Indonesia Irma Hutabarat saat saat wisuda Universitas Terbuka di Tangerang Selatan.
Irma Hutabarat memuji kecerdasan Brigadir J, yang mampu lulus kuliah tepat waktu dengan nilai yang sangat memuaskan.
Tak ada yang menyangka jika Brigadir J yang selama ini mengabdi pada negara dan sosok jenderal, justru berakhir tragis.
Jenderal yang selama ini dilayani Brigadir atas nama negara, justru menembak mati dirinya tanpa rasa ampun.
Irma Hutabarat menyembut, Brigadir J mendapatkan predikat sangat memuaskan, yakni mampu menorehkan IPK mencapai 3,28.
Seperti diketahui, Pihak Universitas Terbuka mengundang keluarga almarhum untuk mewakili menerima ijazah.
Almarhum Brigadir J rupanya telah terdaftar menjadi wisudawan, tanpa dia tahu bahwa takdir berkata lain.
Untuk menerima ijazah tersebut, Irma Hutabarat mengatakan, terpaksa diwakilkan oleh ayahnya, karena ibunya masih terguncang.
"Terlalu sedih atau mungkin terlalu sakit hatinya mungkin melihat cita anaknya tercapai tapi anaknya sudah meninggal dunia," terang Irma.
"Joshua ini anak pandai, karena IPK nya di atas tiga dan selesai tepat waktu, di antara banyaknya kesibukannya sebagai ajudan," imbuh dia.
Sumber: Antara