SuaraBandung.id - Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menghindar dari awak media pasca dirinya meresmikan gedung Dakwah Aliansi Nasional Anti Syiah Atau ANNAS pada 28 Agustus 2022 lalu.
Pasalnya ia menjadi sorotan dari berbagai pihak termasuk Staf Khusus Menteri Agama bidang Kerukunan Umat Beragama yang mengkritisi sikap Yana dalam meresmikan gedung Annas tersebut.
Berdasarkan pantauan dilapangan, dalam beberapa agenda yang dihadiri Yana pada Selasa (31/8/2020) dirinya enggan menemui media. Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung yang mengatakan Yana tidak bisa ditemui.
Hal serupa terjadi saat media menunggu di kantor Wali Kota Bandung, lagi-lagi dirinya lebih memilih menghindar dan enggan menemui sejumlah media yang ingin meminta konfirmasi.
Bahkan, kendaraan dinas Wali Kota Bandung dengan Nopol D 1 F yang biasa terparkir di depan ruang tengah yang menjadi ruang kerja Wali Kota Bandung Jalan Wastukencana No. 2, seketika pindah area menjadi di depan kantor Badan Kesbangpol, Jalan Aceh.
Alih-alih menemui awak media, tidak berselang lama Yana muncul lewat rilis Diskominfo Kota Bandung dengan judul 'Yana Mulyana Ajak Warga Kota Bandung Bersama Merawat Toleransi'.
Dalam rilis dibeberkan, kehadirannya dalam peresmian tersebut dalam kapasitas sebagai Wali Kota Bandung yang datang memenuhi undangan warganya. Sebagai Bapak dari masyarakat, dirinya senantiasa berusaha hadir di tengah masyarakat.
Terlebih agendanya merupakan peresmian gedung dakwah yang notabenenya merupakan pusat syiar ilmu pengetahuan. Sehingga kehadirannya diharapkan menjadikan masyarakat dapat memperoleh banyak kebaikan dari ilmu-ilmu yang disampaikan berbagai pihak secara komprehensif.
Tak hanya menghadiri peresmian gedung dakwah, dirinya pun hadir dalam peresmian Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Sumber Sari di Komplek Sumber Sari, Jalan Sumber Sugih Kecamatan Babakan Ciparay, serta kegiatan keagamaan lainnya.
Baca Juga: Lanjutkan Sidang Kasus Korupsi Migor, Ini Peran Mantan Menteri Perdagangan, M Lutfi
Yana menjelaskan, dari sepengetahuannya, pembangunan Gedung Dakwah ANNAS tersebut sudah berjalan sejak tahun 2018. Bahkan peletakan batu pertamanya kala itu dilakukan langsung Pjs Wali Kota Bandung semasa Almarhum Bapak Muhammad Solihin.
"Jadi kehadiran saya dalam kapasitas sebagai wali kota memenuhi undangan peresmian gedung dakwah. Karena memang selama ini Pemerintah Kota Bandung sangat mendukung hadirnya pusat-pusat kajian ilmu keagamaan dan gedung-gedung dakwah," ungkap Yana.
"Fasilitas keagamaan seperti masjid, musala, termasuk tempat dakwah sangat banyak di Kota Bandung. Ini menunjukkan jika Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendukung kegiatan keagamaan yang dilakukan masyarakat. Namun, jangan sampai ada pergerakan yang intoleran dan saling menyerang satu sama lain,” ungkap Yana.