SuaraBandung.id – Gus Baha pernah menyampaikan dalam salah satu kajiiannya mengenai hukum mengadopsi anak dalam Islam.
Karena hukum anak dalam ibadah tidak hanya nikah saja, tapi ada yang paling penting yaitu shalat.
“Saya beri nama Sri Binti Baha. Ketika besar, dia merasa dia anakku. Mau shalat, salam denganku, kan tetap saja saya tidak mahram sama sekali,” ucap Gus Baha.
Disinilah letak kekeliruan mengadopsi anak. Karena pada dasarnya anak angkat bukanlah mahromnya.
“Dia shalat dengan pedenya, karena mengira saya bapaknya. Padahal abis pegang saya, pegang saya itu artinya pegang orang lain atau pegang bapaknya?” ucap Gus Baha.
Ketika terjadi demikian, Gus Baha dengan tegas mengatakan bahwa wudhu dari anak angkat tersebut secara sah telah batal.
Gus Baha mengegaskan bahwa Islam itu sangat melarang mengadopsi anak angkat.
Selain itu, jika ada yang mengadopsi seorang anak, maka wajib memberitahukan orang tua yang sebenarnya dari anak tersebut.
“Misalnya kamu tidak punya anak, lalu adopsi anak. Tapi kamu memberi tahu bahwa dia bukan anak mu, hanya sebatas adopsi. Dan jangan sampai nasabnya disebut binti Baha,” ucap Gi Baha.
Baca Juga: Dibongkar Pesulap Merah, Akhirnya Mbak Rara Buka-bukaan Soal Cara Mengendalikan Hujan
Dan ini merupakan hukum Allah, yang diyakini lebh maslahat.