Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.971,953
LQ45 674,558
Srikehati 329,471
JII 461,839
USD/IDR 17.363

RI Bakal Punya Pembangkit Nuklir, Hashim Djojohadikusumo: 70 Gigawatt Akan Dibangun

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Rabu, 04 Februari 2026 | 13:48 WIB
RI Bakal Punya Pembangkit Nuklir, Hashim Djojohadikusumo: 70 Gigawatt Akan Dibangun
Pemerintah Indonesia berencana melakukan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Pengerjaannya dilakukan bertahap hingga tahun 2034 mendatang. Foto Fakhri-Suara.com
  • Pemerintah bangun PLTN bertahap mulai 500 MW hingga target 7 GW pada 2034.
  • Nuklir bagian dari target 70 GW listrik baru, dengan 76% berasal dari energi hijau.
  • Indonesia buka peluang investasi dan kerja sama teknologi nuklir sipil internasional.

Suara.com - Pemerintah Indonesia berencana melakukan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Pengerjaannya dilakukan bertahap hingga tahun 2034 mendatang.

Hal ini disampaikan Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo. Keputusan tersebut dikatakannya menjadi bagian dari arah besar transisi energi dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 10 tahun ke depan.

“Pemerintah juga telah memutuskan untuk memulai pengadaan 7 Gigawatt tenaga nuklir,” kata Hashim dalam acara Indonesia Economic Summit (IES), Rabu (4/2/2026).

Hashim menjelaskan, pembangunan PLTN tahap awal dimulai dengan kapasitas 500 megawatt sebelum ditingkatkan secara progresif hingga mencapai 7 gigawatt pada 2034.

“500 Megawatt pada awalnya, seiring waktu hingga tahun 2034, akan menjadi 7 Gigawatt tenaga nuklir,” ujarnya.

Menurut Hashim, keputusan masuk ke energi nuklir tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari strategi besar RUPTL yang telah diumumkan pemerintah. Dalam rencana tersebut, Indonesia menargetkan pembangunan total 70 gigawatt pembangkit listrik dalam 10 tahun ke depan.

“Untuk 10 tahun ke depan, telah diumumkan bahwa 70 Gigawatt akan dibangun,” kata Hashim.

Ia menyebut, mayoritas tambahan kapasitas listrik nasional akan berasal dari sumber energi hijau dan terbarukan. Pemerintah menargetkan 76 persen proyek kelistrikan berasal dari energi bersih.

“76 persen di antaranya akan berasal dari perusahaan sejenis Masdar dan lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, keputusan membangun PLTN juga menarik minat banyak negara untuk terlibat dalam investasi maupun penyediaan teknologi. Pemerintah membuka peluang kerja sama internasional dalam pengembangan nuklir sipil.

“Banyak negara telah menunjukkan niat untuk masuk dan berpartisipasi dalam investasi, juga menjual teknologi dan sebagainya,” ujarnya.

Di luar energi terbarukan dan nuklir, Hashim menyebut gas alam tetap akan digunakan sebagai sumber energi transisi. Pemerintah menilai gas masih dibutuhkan untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.

“Sisanya akan disediakan oleh gas alam, yang kami anggap sebagai bahan bakar transisi,” kata Hashim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Bakal Tambah Polisi Hutan Jadi 70.000 Personil

Prabowo Bakal Tambah Polisi Hutan Jadi 70.000 Personil

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 13:02 WIB

Hashim: Prabowo Tak Omon-omon Soal Perlindungan Lingkungan

Hashim: Prabowo Tak Omon-omon Soal Perlindungan Lingkungan

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 12:29 WIB

Hashim: 28 Perusahaan yang Izinnya Dicabut Sepihak Satgas PKH Bisa Ajukan Keberatan

Hashim: 28 Perusahaan yang Izinnya Dicabut Sepihak Satgas PKH Bisa Ajukan Keberatan

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 15:53 WIB

Terkini

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:15 WIB

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:05 WIB

Bahlil Ungkap Keuntungan Pengembangan CNG Pengganti LPG

Bahlil Ungkap Keuntungan Pengembangan CNG Pengganti LPG

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:03 WIB

Buruh Tembakau Minta Moratorium Cukai 3 Tahun, Wanti-wanti PHK Massal

Buruh Tembakau Minta Moratorium Cukai 3 Tahun, Wanti-wanti PHK Massal

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:52 WIB

28 Nama Calon Bos BEI Sudah di Meja OJK, Rekam Jejak Jadi Sorotan

28 Nama Calon Bos BEI Sudah di Meja OJK, Rekam Jejak Jadi Sorotan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:46 WIB

Airlangga Klaim MBG Ikut Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI Q1 2026

Airlangga Klaim MBG Ikut Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI Q1 2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:28 WIB