SuaraBandung.id – Fenomena warga buang sampai ke sungai masih kerap terjadi. Bahkan seolah sudah jadi kebiasaan, mereka cuek membuang berbagai sampah ke sungai tanpa merasa bersalah atas perbuatannya.
Hal itu terekam dalam video dan foto seorang warga yang keberatan dengan kelakuan warga lainnya masih hobi membuang sampah ke Sungai Cidurian.
Padahal diketahui bersama, Sungai Cidurian kerap banjir besar hingga mengikis kirmir yang biaya untuk pembangunannya tidak sedikit
Satu kejadian yang sangat memilukan di mana beberapa warga di Babakan Cikutra RW 08, Kelurahan Neglasari, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung, tanpa rasa peduli membuang sampah bekas bangunan ke Sungai Cidurian.
Bukan itu saja, sejumlah warga yang tinggal di bantaran Sungai Cidurian ini menganggap jika sungai yang ada di depan rumah mereka adalah tempat sampah raksasa.
Tanpa rasa malu, warga yang kebanyakan pendatang itu main lempar sampah kapanpun mereka mau.
Suara sampah terbungkus plastik yang dilempar ke sungai kerap membuat warga lain terganggu.
Meski sudah ditegur, akan tetapi sejumlah warga di bantaran sungai tersebut cuek, bahkan terus mengulang hal sama, yakni “buanglah sampah di sungai”.
Seorang warga yang ada di seberang RW 08 kerap protes dang mengingatkan, akan tetapi sudah kebiasaan, maka sulit mengubahnya.
Warga RT 09, RW 02 Neglasari yang rumahnya tak jauh dari sungai kerap mengeluhkan aktivitas warga Babakan yang sering membuang sampah ke Sungai Cidurian.
Barangkal atau puing bangunan yang sedang renovasi, tanpa malu dibuang oleh si pemilik rumah ke Sungai Cidurian.
Alasannya pun sangat tidak masuk di akal. Warga yang ditegur mengatakan sengaja membuang barangkal agar sungai tidak dalam.
Bukan itu saja, warga lainnya yang juga tinggal di sana, setiap hari kapan saja mereka mau melempar sampah ke sungai.
“Malam, siang, pagi, sore, suara air berisik saat warga Babakan itu buang barangkal, sampah. Ditegur malah biasa aja cuek,” kata Riki.
Padahal, Sungai Cidurian yang mengalir di Kawasan tersebut kerap menyebabkan kirmir jebol.
Saat peristiwa banjir besar, warga yang paling sering terdampak adalah RW 2 yang ada di seberang RW 8.
Untuk menanggulangi aktivitas warga buang sampah ke sungai, RW 2 memberlakukan penarikan sampah rutin ke rumah-rumah warga.
“Kalau warga RW 2 itu tiap minggunya selalu ada yang ambil sampah ke rumah-rumah. Sehingga warganya tidak membuang sampah ke sungai. Ini kalua RW 8 yang diseberang sana tidak tahu. Apakah ada petugas sampah atau tidak,” katanya.
“Kalau ada petugas sampah, kenapa warga RW 8 ini sering terlihat seenaknya buang samah ke sungai. Kecuali memang tidak ada petugasnya, saya tidak tahu itu,” kata Riki.
Dia berharap demi keselamatan bersama dan tetap menjaga Sungai Cidurian tetap bersih, meminta semua warga peduli.
Jangan sampai gara-gara ulang pendatang yang membuang sampah ke Sungai Cidurian, warga asli sana terkena dampak banjir dan jebol kirmir.
Sebagai informasi, derasnya aliran Sungai Cidurian saat meluap kerap mengikis kirmir yang sudah dibuangun pemerintah.
Bahkan beberapa kali luapan Sungai Cidurian membuat tebing di TPU Pahlawan amblas.
Akibatnya, mayat-mayat yang terkubur terbawa banjir, dan paling parah adalah bencana rumah amblas Ketika kirmir sudah terseret air.
Seperti kejadian di kirmir aliran Sungai Cidurian di Jalan Cikutra Dalam, RT 9 RW 2, Kelurahan Neglasari, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung ambrol.
Akibat kirmir tergerus aliran sungai, penghuni lima rumah di atasnya harus mengungsi.
Kejadian tersebut membuat hampir seluruh bagian dapur rumah dan kamar mandi ikut tergerus ambrol bersama kirmir.
Warga Babakan Cikutra Kota Bandung Masih Rajin Buang Sampah ke Sungai Cidurian, Cuek meski Sudah Ditegur
Suara Bandung Suara.Com
Sabtu, 10 September 2022 | 11:29 WIB
Cari Tahu
Kumpulan Kuis Menarik
BERITA TERKAIT
Mengerikan! Penampakan Jembatan Penghubung Antar Kampung di Cigudeg Nyaris Ambruk
13 Juni 2022 | 21:08 WIB WIBREKOMENDASI
TERKINI
News | 08:31 WIB
Jawa Tengah | 08:29 WIB
Your Say | 08:25 WIB
Bisnis | 08:24 WIB
Lifestyle | 08:16 WIB
Bisnis | 08:15 WIB
Lifestyle | 08:05 WIB