SuaraBandung.id - KH Bahauddin Nursalim (Gus Baha) mengatakan jika ada orang yang mengaku pernah melihat orang mati (meninggal) karena ada santet di perut orang yang mati itu misalnya, maka sebetulnya fakta yang nyata itu bukanlah santet melainkan jarum. Gus Baha tidak percaya kalau santet bisa mencederai ataupun membunuh seseorang.
Gus baha pernah membahas perihal santet itu yang sampai saat ini masih diyakini oleh sebagian masyarakat Indonesia sebagai upaya mencelakai seseorang dengan menggunakan ilmu hitam.
Gus Baha mengatakan bahwa orang yang mati dan ia mempercayai dirinya terbunuh karena santet maka ia dalam keadaan terhina. Gus Baha tidak ingin umat meyakini santet bisa mencelakai seseorang sehingga menjadikan umat tersebut syirik.
Gus Baha juga mengatakan bahwa orang yang mati dalam keyakinan seperti itu berarti telah terjerumus ke dalam syirik.
“Sudah kalah (terkena santet), matinya “ngenes” (dan) campur syirik,” terang Gus Baha.
Gus Baha meyakini adanya hak, yaitu Allah, sedangkan menurutnya santet itu tidak ada.
Gus Baha mengungkapkan bahwa sesungguhnya yang maha menghidupkan dan mematikan makhluk hanyalah Allah SWT. Sebab , kalaupun santet itu ada maka ada pula penyebab lain yang bisa mengantarkan orang menemui ajalnya yakni semisal melalui kecelakaan. Fenomena santet sebaiknya disikapi biasa saja oleh masyarakat.
Sebelum itu, Gus Baha mengungkapkan kalau seumpama dirinya terkena santet maka ia akan merasa tidak apa-apa.
“Seumpama saya (sedang) kena santet, saya baca doa (untuk) tolak santet (malah) malu, gak ada apa-apa,”ujar Gus Baha.
Baca Juga: Saling Puji Beckham Putra dan Luis Milla, Persib Kirim Sinyal Darurat untuk Barito Putera
Gus Baha juga mengatakan, Allah lah yang mematikan makhluk. Ia meyakini hal itu, Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Bahkan ia tetap tidak akan mengakui santet itu ada sekalipun ia sendiri yang terkena hal itu.