SuaraBandung.id – Dalam salah satu kajiannya, Gus Baha pernah menyampaikan mengenai ghibah.
Dalam Islam ghibah atau menggunjing orang lain merupakan dosa besar.
Namun, Gus Baha mengatakan bahwa ghibah pun diperlukan dalam kehidupan masyarakat.
Lantas, ghibah seperti apa yang diperlukan itu?
Seperti dilansir SuaraBandung.id dari kanal YouTube Santri Official, Kamis (15/9/2022), berikut ulasannya.
Gus Baha mengungkapkan bahwa ghibah dalam kehidupan memang diperlukan.
“Sifat suka ghibah itu hukumnya haram, tapi Allah SWT sampai hari kiamat akan selalu menciptakan orang ghibah itu banyak,” ungkap Gus Baha.
Ghibah pun bisa dijadikan sebagai pengadilan sosial.
“Sebab jika tidak ada orang yang menggunjing (ghibah), maka orang maksiat itu enak, tidak ada pengadilan sosial. Tapi kalau ada yang menggunjing kan ini jadi kontrol,” ucap Gus Baha.
Baca Juga: Inilah Amalan Surat yang Mendatangkan Rezeki ungkap Ustadz Adi Hidayat
Ini dimaksudkan untuk memperlihatkan kepada masyarakat, jangan sampai melakukan hal-hal yang tidak diterima oleh masyarakat itu sendiri.
“Misalnya ada orang hamil di luar nikah ‘wah ini produk gagal’ kenapa buru-buru menikah ni sudah kena. Akhirnya satu keluarga malu, sehingga mereka yang belum kena berkomitmen agar tidak kena, agar tidak malu di depan masyarakat Ini berkah sekali pengadilan semacam ini,” ungkap Gus Baha.
Dari contoh diatas bisa diambil makna nya, ghibah juga diperlukan sebagai alat kontrol agar tidak melakukan hal yang salah.