SuaraBandung.id - Santet biasanya dilakukan untuk mencelakai seseorang. Padahal tindakan-tindakan seperti ini dilarang dalam agama.
Santet ini dilakukan dukun-dukun yang dipercaya memiliki ilmunya dengan melakukan berbagai ritualnya.
Untuk menghindari hal-hal tersebut, ada amalanyang bisaa diamalkan memohon perlindungan kepada Allah SWT agar terhindar dari santet tersebut.
Adapun amalannya antaralain sebagai berikut, dikutip dari laman Suara.com:
Membaca ayat kursi selepas Shalat 5 waktu
Membaca ayat kursi sebelum tidur. Hal ini tertuang juga dalam surat Al Baqarah ayat 255 yang bunyinya seperti ini:
“Allah, tidak ada yang berhak disembah selain Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”
Membaca Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas
membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas selesai sholat 5 waktu :
Membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas (masing-masing tiga kali) pada awal hari selepas sholat Shubuh serta awal malam selepas sholat Maghrib
Baca Juga: BRIN Disebut Sudah Hentikan Program Drone Elang Hitam
Melafalkan dua ayat terakhir surat Al-Baqarah
Melafalkan dua ayat terakhir surat Al Baqarah, yang artinya sebagai berikut:
“Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”. (Al Baqarah: 285)
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): “Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.” [Al-Baqoroh: 286]
Membaca Ta’awudz
Membaca taawudz tertuang dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang bunyinya sebagai berikut:
“Apabila seorang diantara kalian mendatangi suatu tempat hendaklah membaca: ‘A’uudzu bi kalimaatillaahit taammaati min syarri maa kholaq.’”
Demikian.