SuaraBandung.id - Ada orang yang mengaku bahwa dirinya pernah mengalami koma dan kemudian mati suri, ia pun mengaku bertemu dengan orang-orang yang sudah meninggal saat mengalami kejadian itu.
Lalu bagaimana konsep mati suri dalam Islam? Buya Yahya pun mengatakan bahwa malaikat pencabut nyawa tidak akan salah dalam mencabut nyawa seorang hamba.
"kalau ternyata ada orang kok kelihatannya mati, ternyata kok belum mati, berarti memang belum dicabut nyawanya," Buya Yahya menjelaskan.
Buya Yahya mengatakan bahwa orang yang koma itu mengalami organ yang terhenti, bahkan seseorang bisa mengalami koma hingga 4 tahun lamanya.
"jadi memang adapun jika dikatakan dia melihat dan sebagainya, orang yang normal saja bisa saja, mimpi saja bisa jadi yang demikian itu, yang jelas dia belum tercabut nyawanya," Buya Yahya mengungkapkan.
Buya Yahya menegaskan bahwa malaikat tidak akan salah dalam melaksanakan tugas dan orang yang mengalami kejadian mati suri itu memang sesungguhnya belum mati.
Adapun di dalam fiqih ada bab pembahasan untuk memandikan orang yang meninggal.
"Mungkin bab pembahasan fiqih ada, kalau sudah dimandikan, ya dimandikan lagi, kalau mati lagi, begitu, apakah itu masih hidup lagi tidak pernah mati, karena malaikat tidak akan salah, dan tidak ada yang dicabut dua kali, sekali dicabut nyawanya. Jadi organ yang berhenti, terhenti, kelihatannya seperti orang mati, selesai," Buya Yahya menjelaskan.
Buya Yahya menyampaikan bahwa pada kenyataannya mati suri itu merupakan kuasa Allah. buya Yahya memberikan penjelasannya itu dalam sebuah program dakwah, dilansir dari video dalam kanal Al-Bahjah TV yang diunggah pada 13 Juni 2022.
Baca Juga: Kerap Alami Keputihan? dr. Zaidul Akbar Berikan Resep Tradisional Jitu