SuaraBandung.id - dr. Zaidul Akbar menyampaikan dalam satu programnya bahwa Allah SWT ingin memperbaiki dua hal dalam tubuh kita melalui satu cara.
Satu cara itu adalah dengan berpuasa, terutama puasa ramadhan. Adanya puasa itu karena Allah menginingkan dua hal.
Pertama adalah karena Allah ingin membersihkan jiwa kita, hati kita, dan menaikkan iman kita.
Ketika puasa ramadhan, kita diperintahkan untuk tidak berdusta, tidak berdebat, bahkan tidak membicarakan hal-hal yang tidak penting sehingga hati ataupun jiwa kita menjadi suci dan bersih.
Dapat dibayangkan bila kita berdebat dengan seseorang dan emosi kita naik turun, fluktuatif. Hal itu bisa menjadikan hati menjadi keruh.
"seperti itulah ramadhan, yang Allah inginkan, maksudnya ramadhan itu caranya Allah membersihkan hati kita tadi," Kata dr. Zaidul Akbar.
Kedua, dari sisi fisik yaitu Allah ingin kita mengurangi makan. Mengurangi makan itu dapat berpengaruh pada iman seseorang.
"karena memang kekenyangan itu bahkan nabi katakan cukuplah seseorang itu dikatakan rakus kata nabi, kalau seandainya dia melihat apapun di depan dia kemudian dia makan," dr. Zaidul Akbar mengungkapkan.
Selain itu, makanan dapat menyebabkan penyakit yang berlimpah bagi orang yang tidak mengerti tentang asupan yang baik.
Baca Juga: Viral di TikTok, Berikut Sinopsis Drama Korea The Golden Spoon yang Dibintangi Sungjae BTOB
"banyak anak-anak pun kadangkala belum apa-apa sudah kegemukan, dia mungkin orang tuanya yang tidak menjaga badannya, tubuhnya. Tidak memberikan contoh asupan yang baik juga kepada anak-anaknya," dr. Zaidul Akbar menjelaskan.
Lalu dr. Zaidul Akbar juga mengatakan bahwa puasa itu merupakan cara meningkatkan imunitas tubuh.
"secara fisik kita sudah tahu bahwa itu salah satu caranya meningkatkan imunitas tubuh kita oleh Allah, imunitas apa? imunitas yang bersifat imanitas, ya," pungkas dr. Zaidul Akbar.
dr. Zaidul Akbar menyampaikan manfaat puasa itu dalam satu program dakwahnya, dilansir dari video dalam kanal YouTube dr. Zaidul Akbar Official, yang diunggah pada 31 Mei 2022.