SuaraBandung.id - Getaran dalam jiwa manusia dapat menjadi suatu tanda, bahwa Allah memberikan kesempatan kepada manusia tersebut untuk kembali kepada kebaikan.
Ustaz Adi Hidayat pernah mengungkapkan dalam satu ceramahnya bahwa Allah mempunyai sifat sayang yang luar biasa kepada hambanya.
Dilansir SuaraBandung.id dari video short dalam kanal YouTube Aydan Rabanni Channel yang diunggah pada 10 September 2022, berikut ulasannya.
Ustaz Adi Hidayat mengatakan bahwa apabila Allah telah memberikan getaran pada jiwa kita, maka Allah menginginkan kita untuk berubah sebelum kita kembali kepadaNya.
"Jika Allah sudah memberikan getaran pada jiwa kita, itu tandanya petunjuk pertama Allah mencintai kita untuk berubah sebelum kita kembali kepada Allah. Allah itu punya sifat sayang luar biasa," Ungkap Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat juga mengatakan bahwa Allah tidak akan membiarkan hambanya untuk masuk ke dalam neraka, kecuali jika itu memang keinginan hambanya sendiri.
"Nggak akan dibiarkan seorang hamba pulang untuk masuk ke dalam neraka, kecuali memang hambanya yang pengen. Nggak ada yang dibiarkan," kata Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat kemudian mengatakan bahwa Allah selalu memberikan petunjuk kepada hambanya selama hamba tersebut masih hidup di dunia dengan jasadnya.
"Selama nyawanya masih ada dalam jasadnya, belum sampai ke kerongkongannya, pasti akan diberi petunjuk," kata Ustaz Adi Hidayat.
Baca Juga: Doa Ini Sangat Mujarab untuk Hilangkan Gelisah, Ini Kata Ustaz Adi Hidayat
Lalu Ustaz Adi Hidayat memberikan gambaran bagaimana Allah memberikan petunjuk kepada hambanya, meskipun hambanya itu telah berbuat jahat.
"Saya beri gambaran pada anda. Firaun saja, manusia paling jahat, mengaku tuhan, membunuh banyak orang. Bahkan ada bayi baru lahir sudah dibunuh. Quran surat ke 2 ayat 49, berlaku sifat adil dan sayang Allah," kata Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bagaimana Allah mengirimkan dua nabi sekaligus untuk mengembalikan Firaun kepada kebaikan.
"Dikirimkan dua nabi sekaligus untuk mengembalikan dia pada kebaikan. Jadi nggak ada, manusia-manusia yang merasa larut dalam kesalahan yang tidak diberi kesempatan untuk berubah," pungkas Ustaz Adi Hidayat.