SuaraBandung.id - Saat ini, undangan pernikahan lebih mudah untuk dibuat dan disebarkan melalui media sosial. Meskipun demikian, masih ada orang yang membuat surat undangan itu dalam bentuk kartu.
Lalu, bagaimana hukumnya bila kita mencantumkan lafadz Allah di kartu undangan itu?
Jawaban atas pertanyaan itu diungkapkan oleh Buya Yahya dalam satu program dakwahnya.
Dilansir SuaraBandung.id dari video dalam kanal YouTube Buya Yahya yang diunggah pada 13 Oktober 2022, berikut ulasannya.
Buya Yahya mengatakan bahwa apabila kita membuat satu undangan yang sekiranya tidak akan diletakkan di tempat tertentu yaitu tempat mulia, maka hendaknya kita tidak menuliskan lafadz Allah di undangan itu.
“Ya harus waspada, siapapun yang membuat undangan atau apapun, kalau tadi (buku) Yasin kan masih bakal disimpan. Undangan yang sekiranya bakal diletakkan di setiap tempat, tolong jangan menempelkan nama-nama Allah, nama-nama nabi,” kata Buya Yahya.
Buya Yahya juga menyebutkan bahwa selain lafadz Allah, hendaknya kita juga tidak menuliskan nama malaikat dan ayat-ayat Al Quran.
“Nama itu semua, nama-nama malaikat, ayat-ayat Al Quran dan sebagainya,” tambah Buya Yahya.
Buya Yahya menjelaskan bahwa dengan tidak menuliskan lafadz Allah, maka kita menghindari lafadz tersebut untuk diletakkan di tempat yang tidak mulia.
Baca Juga: Kapolri Janji Tindak Tegas Polisi Bergaya Hidup Mewah, Netizen: Ah yang Benerrr?
“Karena apa. Khawatir nanti, bahkan foto orang alim pun orang saleh jangan deh. Khawatir nanti jatuh jadi diinjak-injak. Orang kadang ingin memuliakan orang saleh, tapi ditempel di kertas-kertas, sehingga kertasnya di injak-injak,” jelas Buya Yahya.
Buya Yahya kemudian menegaskan bahwa kita harus menuliskan satu keterangan dalam surat undangan apabila kita memang ingin menulis lafadz Allah di surat itu.
“Makanya dikasihtau bahwasanya setelah ini mohon dibakar atau disimpan di tempat yang mulia, supaya orang tidak lupa, kita juga terbebas dari dosa,” pungkas Buya Yahya.