SuaraBandung.id - Harta yang kita dapatkan melalui transaksi jual beli, tentunya harta itu halal jika transaksi telah dilakukan sesuai dengan syariat Islam.
Tetapi, di dunia ini ada satu hal yang murni halal tanpa adanya transaksi apapun. Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh Gus Baha dalam satu ceramahnya.
Dilansir SuaraBandung.id dari video dalam kanal TikTok @gusbahangaji01, berikut ulasannya.
Gus Baha menyampaikan pendapat imam Ghozali yang menyebutkan bahwa di dunia ini hanya ada satu hal yang murni halal, yaitu air yang turun dari langit atau yang biasa disebut hujan.
"Makanya kata imam Ghozali, di dunia ini hanya satu hal yang murni halal, air turun dari langit (hujan) kamu terima dengan mulut tanpa melewati genteng, genteng saja itu masalah," kata Gus Baha.
Gus Baha kemudian mengatakan bahwa ada seorang sahabat nabi yang berlarian keluar rumah setiap ada hujan yang turun, sahabat itu minum dan mandi air hujan.
"Sampai sahabat. ini bisa kalian tiru, sahabat nabi itu tiap ada hujan langsung berlarian keluar, mereka pada mandi dan minum, karena sebagai kafaroh (pelebur dosa)," kata Gus Baha.
Gus Baha lalu menjelaskan bahwa air yang jatuh dari langit itu halal dan tidak ada transaksi apapun dalam memperolehnya.
"Satu hal yang paling halal itu air yang langsung jatuh dari langit, disitu tidak ada transaksi apapun," jelas Gus Baha.
Gus Baha memberikan satu contoh yang menggambarkan bagaimana transaksi yang halal tetap dapat berkaitan dengan kepentingan-kepentingan di luar transaksi itu yang mungkin tidak baik.
"Sekalipun itu kyai yang terima salam tempel santrinya, santrinya saleh jualan pulsa, tapi pembelinya dari sekian kepentingan," kata Gus Baha.
Gus Baha kemudian memberikan contoh lain, yaitu ketika seseorang memiliki bus dan disewakan untuk wisata wali songo.
"Atau misalkan santri saleh punya bus, disewakan khusus wisata wali songo, tetap ada maksiatnya. Misalnya bensin, bbm, bla, bla, bla, Exxon mobil dikuasai Amerika, dan
Amerika suka menyerang Afghanistan," kata Gus Baha.
Gus Baha menegaskan kembali bahwa yang benar-benar murni tanpa kepentingan-kepentingan tertentu adalah air yang turun dari langit.
"Akan tetap ada keruwetan-keruwetan seperti itu, makanya kalau mau benar-benar halal, itu adalah air yang turun dari langit," pungkas Gus Baha.