SuaraBandung.id - Terkadang, kita dapat merasakan suasana hati yang tidak menyenangkan sehingga kita kehilangan minat dalam hal apa yang biasanya kita sukai.
Gangguan suasana hati itu dapat disebut juga dengan depresi, depresi hendaknya harus kita atasi.
Sebagaimana disampaikan oleh Buya Yahya, bahkan Buya Yahya mengungkapkan bahwa Imam Ghazali pun pernah mengalami depresi.
Dilansir SuaraBandung.id dari video dalam video dalam kanal YouTube Buya Yahya yang diunggah pada 31 Oktober 2022, berikut ulasannya.
"Imam Ghazali orang cerdas, beliau pernah depresi kok," ungkap Buya Yahya.
Buya Yahya kemudian menjelaskan bahwa imam Ghazali mengalami depresi karena telah berpetualang dalam dunia ilmu dan hal itu mendorong imam Ghazali menekuni ilmu tasawuf.
"Beliau menjelaskan tentang depresinya beliau itu adalah karena beliau adalah orang yang sudah berpetualang dalam dunia illmu, dunia ilmu falsafah, ilmu fiqih, ilmu semuanya, tidak ada ilmu kecuali beliau ketahui," jelas Buya Yahya.
"Masa transisi beliau dari menekuni ilmu-ilmu itu menjadi ilmu tasawuf, itu beliau bergejolak," jelas Buya Yahya.
Buya Yahya lalu mengungkapkan bagaimana gejolak yang dialami oleh imam Ghazali sehingga dapat memutuskan untuk menekuni ilmu akhirat.
"Sampai 6 bulan tidak bisa ngajar, susah makan, sehingga beliau putuskan bahwasanya aku akan menekuni ilmu akhirat," ungkap Buya Yahya.
"Karena itu adalah akhirnya beliau masuk dunia tasawuf yang lebih dalam lagi, ini imam Ghazali sebabnya (dapat mengatasi), (mengetahui) mana yang harus saya (imam Ghazali) dahulukan," tambah Buya Yahya.
Adapun penjelasan selengkapnya dari Buya Yahya dapat disimak melalui unggahan berikut.