SuaraBandung.id – Dikabarkan sebelumya, Indra Tarigan menyebut bahwa Nikita Mirzani bangkrut bahkan sampai menjual TV di rumahnya dan utang garam Rp 2 Juta.
Untuk itu, Indra Tarigan tidak percaya Nikita Mirzani menggunakan uang sendiri untuk bagi-bagi Pizza di dalam tahanan.
"Rumahnya aja masih kredit, televisinya aja kemarin dijual. Lu pikir enggak tahu? Pas dia pergi ke tahanan, dijual Rp12 juta (karena) enggak ada duit, lah," kata Indra Tarigan, dikutip dari YouTube Starpo Indonesia pada Kamis (10/11/2022).
Tak hanya itu, Indra Tarigan mengungkapkan bahwa Nikita Mirzani berutang sebesar Rp2 juta demi membeli garam.
"Tahu enggak? Dia nge-bon garam. Pas ditagih Rp2 juta, dia ngamuk-ngamuk," tambahnya.
Disisi lain, untuk menepis kabar Nikita Mirzani bangkrut bahkan sampai jual televise, admin Instagram Nikita Mirzani mengunggah video untuk membuktikan hal tersebut tidak benar.
Video yang diunggah di Instagram Nikita Mirzani @nikitamirzanimawardi_172, dengan caption "Intermezzo aja biar jenglot (Indra Tarigan) bisa ngarang cerita yang lain."
Dalam video yang diunggah, admin Instagram Nikita Mirzani menunjukkan enam TV di rumah yang disebut Indra Tarigan telah dijual.
Video tersebut memperlihatkan enam TV berukuran besar, termasuk satu unit untuk memonitor CCTV, berada di beberapa ruangan.
Baca Juga: Denise Chariesta Nggak Terima Dibilang Pansos: yang Undang Gue di TV Itu Banyak
Selain menjual TV, Indra Tarigan juga menyebut Nikita Mirzani memiliki hutang bekas garam dapur.
Soal hutang garam dapur, admin Nikita Mirzani memperlihatkan kaldu rasa jamur yang biasa mereka gunakan.
Terakhir dalam video tersebut juga, terdengar peringatan terhadap Indra Tarigan untuk menunggu kasasi, siapa tau nanti dirinya berakhir di penjara.
"Untuk si jenglot kalau mau jangan kayak gitu ya, nanti kelihatan makin bodohnya lho, jangan keterlaluan. Tunggu aja kasasi kamu, siapa tahu nanti kamu masuk penjara," tutup suara dalam video.
Diketahui, saat ini Nikta Mirzani sedang ditahan di Rutan Serang kelas IIB.
Nikita Mirzani ditahan atas kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan Dito Mahendra.