SuaraBandung.id - Gelaran musik Fosfen Music Festival yang renacannya dihelat di Laswi City Heritage, Kota Bandung pada 12-13 November 2022, lagi-lagi ditunda.
Panitia melalui akun Instagram resmi @fosfen.festival, mengumumkan jika event musik belum bisa digelar hanya beberapa jam sebelum acara dimulai.
"Dengan segala kerendahan hati, dengan terpaksa kami menginfokan acara fosfen music festival tidak bisa terlaksana atau akan kami undur dengan waktu yang akan kami update segera," kata pihak penyelenggara memberi keterangan pada Sabtu, 12 November 2022.
Tentang apa yang menjadi kendala event tersebut ditunda kembali untuk kedua kalinya, panitia pelaksana tidak memberitahukan secara jelas.
Meski menyebut acara ditunda, akan tetapi panitia melayani calon penonton yang sudah membeli tiket untuk proses pengembalian kembali.
Bahkan panitia juga menjelaskan mengenai cara pengajuan refund akan diumumkan lebih lanjut pada siang ini.
"Terima kasih untuk teman-teman yang sudah ikut berpartisipasi dan sudah beli tiket, untuk perihal refund tiket akan kita buatkan link khusus di siang ini," kata panitia.
Informasinya festival musik diselenggarakan Tropical Event Organizer yang didukung MyMedia.
Pihak MyMedia kemudian memberikan penjelasan mengenai Fosfen Music Festival yang akan digelar pada November ini.
Dalam hal ini MyMedia mengaku prihatin dan merasakan apa yang menjadi kekecewaan calon penonton, terlebih yang sudah membeli tiket.
CEO MyMedia, Zulfikar Hubullah juga merasakan para tamu undangan, terlebih band-band atau komunitas musik yang sudah siap hadir, akan tetapi berakhir seperti ini.
"Saya meminta maaf atas kejadian ini. Saya merasakan pecinta musik pasti kecewa, terlebih yang sudah membeli tiket. Saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya pada para tamu undangan, musisi, dan komunitas musik di Bandung dan tanah air yang sudah siap hadir, akan tetapi berakhir seperti saat ini," katanya.
Dia menjelaskan jika perusahaannya bertindak sebagai investor, bukan penyelenggara.
Sehingga posisi dirinya sama seperti sponsor yang juga merasakan kecewa ata pembatalan tersebut.
"Sama untuk pihak sponsor yang sudah dengan tulus mendukung perkembangan musik Bandung, pasti kecewa. Saya meminta maaf juga untuk teman-teman sponsor yang telah mendukung," katanya.
Dalam hal ini dia menjelaskan jika seharusnya kegiatan Fosfen Music Festival digelar pada Agustus 2022.
Akan tetapi pihak penyelenggara dengan berbagai pertimbangannya menunda dan akhirnya mengkonfirmasi baru akan bisa menyelenggarakan kegiatan pada 12-13 November 2022.
Dia kemudian menyatakan jika pihaknya sebagai investor hanya berpatokan pada kontrak yang disepakati dengan penyelenggara, yakni berakhir pada September 2022.
Sejak September 2022, Zulfikar Hubullah dan tim menarik diri dalam kegiatan itu lantaran menilai jika kontrak sudah berakhir.
Terkait sirkulasi tiket, sepenuhnya dilakukan panitia atau penyelenggara acara meski diakui tertera logo MyMedia di dalamnya.
Secara pribadi, Zulfikar Hubullah tetap mendukung kegiatan tersebut lantaran dinilai penting untuk kebangkitan musik di Kota Bandung.
"Kita ada kesepakatan gelar event Agustus, tapi diundur. Kemudian kita menunggu sampai pada akhirnya kontrak selesai September 2022," ucapnya.
Setelah itu, penyelenggara berkeyakinan bisa menggelar event hingga muncul tangga 12-13 November 2022.
"Secara pribadi, saya mendukung upaya penyelenggara untuk tetap menggelar kegiatan. Event itu kan sangat bagus untuk perkembangan musik di Bandung," sebutnya.
Setelah kontrak selesai, pihak penyelenggara hanya beberapa kali memberikan update kegiatan, yang kesemuanya diklaim berjalan baik.
Hingga waktu penyelenggaraan tiba, Zulfikar Hubullah terkejut jika penyelenggara mengaku kekurangan anggaran yang nilainya cukup besar.
Di sana dia meminta penyelenggara memastikan semua aman dan bisa terlaksana, karena pihak MyMedia tidak mungking mengeluarkan anggaran tanpa ada ikatan kerja sama.
Dan hingga akhirnya penyelenggara memutuskan event tersebut kembali diundur, secara pribadi dia menyanyikannya.
Zulfikar Hubullah mengatakan, jika hal tersebut menjadi pembelajaran untuk dirinya, jika tidak semua bisa berjalan lancar meski dikelola oleh tim yang menilai diri profesional.
"Ini jadi pelajaran serius, ternyata selalu ada kendala jika memang persiapan tidak dilakukan mantang dan terkesan dipaksakan," kata dia. (*)