Melihat Lingkungan yang Menyebalkan, Bagaimana Cara Menyikapinya? Berikut Penjelasan Buya Yahya

Suara Bandung Suara.Com
Selasa, 15 November 2022 | 11:34 WIB
Melihat Lingkungan yang Menyebalkan, Bagaimana Cara Menyikapinya? Berikut Penjelasan Buya Yahya
Buya Yahya ungkap sikap memaklumi orang lain sebagai satu cara untuk menyikapi lingkungan yang menyebalkan. (Tangkapan Layar YouTube)

SuaraBandung.id - Tidak jarang kita menemui lingkungan ataupun seseorang yang menyebalkan. Bahkan sikap menyebalkan itu bisa kita temui berulang-ulang.

Lalu, bagaimana kita menyikapi perkara itu?

Jawaban atas pertanyaan tersebut terungkap dalam satu ceramah yang disampaikan oleh Buya Yahya. Ia memberikan solusi untuk menyikapi persoalan tersebut.

Namun, Buya Yahya mengatakan bahwa hendaknya terlebih dahulu kita mengoreksi diri kita sendiri sebelum mengoreksi lingkungan kita.

Dilansir SuaraBandung.id dari video dalam kanal YouTube Buya Yahya yang diunggah pada 15 November 2022, berikut ulasannya.

"Makanya kalau ingin benahi lingkungan kita itu jangan koreksi lingkungan dulu dong, saya (diri sendiri) dulu dong," kata Buya Yahya.

Buya Yahya kemudian terlebih dahulu menjelaskan adanya kemungkinan sikap seseorang kepada kita adalah respon dari sikap kita sendiri kepada orang lain.

"Jangan-jangan saya menjadikan dia begitu. (Tapi) kalau sudah terbukti saya bener, baru nanti kita melihat lingkungan kita yang keras itu tentunya dengan ilmu juga," jelas Buya Yahya.

Buya Yahya lalu menyampaikan bahwa apabila lingkungan kita memang memiliki karakter yang keras, maka ada cara untuk menyikapi lingkungan tersebut.

Baca Juga: Raffi Ahmad Ungkap Alasan Sebenarnya Dimas Ahmad Tidak Lagi Tinggal di Rumahnya dan Jarang Bikin Konten Bareng: Mungkin Pengen Private

"Jadi gini, baik, rupanya dia mereka keras karena saya begitu. Jadi saya harus buat perubahan itu dulu dong kalau merubah. Atau saya sudah lembut, saya (sudah) koreksi makanya saya lembut, memang mereka keras semuanya," kata Buya Yahya.

"Oke kalau begitu, bagaimana cara kita menyikapi mereka," imbuhnya.

Buya Yahya pun memberikan satu perumpamaan, yaitu kondisi sebuah rumah yang berada di perbukitan. Ia menjelaskan bagaimana seharusnya kita menghadapi lingkungan yang keras.

"Anggap saja begini, kita di rumah kita itu ada mungkin rumah kita dekat bukit dan sebagainya. Ada salah satu lantai itu ada batu yang menonjol begini. Kita itu kalau lewat kesandung lagi, besok kesandung lagi," ucap Buya Yahya.

"Ya kalau sudah tahu itu nyandung, nggak usah kita marah terus dengan batu itu. Sudah memang batu itu nongol pasti suka nyandung, kita tinggal caranya bagaimana, kita kasih batas aja supaya kita nggak ngelewati, nggak kesandung lagi," lanjut Buya Yahya.

Setelah itu, Buya Yahya menjelaskan maksud dari penjelasannya tersebut.

"Maksudnya apa, kalau memang di kiri kanan kita (ingin) orang tidak jadi begitu, jangan pusing, anda nanti stress nanti kebawa. Nah memang dia begitu, memang gayanya begitu dia. Maksudnya anda yang memaklumi, gitu loh," jelas Buya Yahya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI