SuaraBandung.id - Dedi Mulyadi melakukan sidak ke tempat hiburan malam yang berada di pinggir jalan Purwakarta.
Saat melakukan sidak, ada beberapa tempat yang ternyata bangunannya tidak sesuai atau menempati tanah milik negara.
Tidak sendiri, Dedi Mulyadi melakukan sidak bersama para anggota pejabat Purwakarta lainnya untuk meninjau bangunan-bangunan prostitusi tersebut.
Dedi Mulyadi sempat merasa miris, karena dulunya tempat tersebut sudah bersih dan nyaman, kini kembali dibuat untuk hal yang tidak-tidak.
“Kamu kan aku biarin malah jadi gini,” kata Dedi Mulyadi.
Ketika mendatangi salah satu tempat hiburan malam tersebut, terdapat laki-laki yang sempat kabur untuk menghindarinya.
Oleh karena itu Kang Dedi memilih untuk bertanya kepada salah satu wanita yang menjadi penghibur saat itu.
“Enggak apa-apa mbak, saya tujuannya lain, cuman saya mau nanya emang enggak ada pilihan lain?,” tanya Dedi Mulyadi.
Namun, perempuan tersebut tidak menjawab dan hanya menjelaskan asal usul bangunan dan hiburan malam itu ada.
Baca Juga: Cara Menjaga Asupan Gula Darah Tetap Normal, Konsumsi Rasa Tawar
Karena masih penasaran, Dedi Mulyadi membuka suatu ruangan yang berisikan minyak dan minuman.
Uniknya didalam ruangan tersebut terdapat kemenyan dan beberapa air yang telah didoakan.
“Ini dari siapa mbak, saya tau ini air doa, gurunya siapa? Ini pasti buat panglaris kan?” tanya Dedi Mulyadi.
Mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Dedi Mulyadi, sontak saja membuat perempuan tersebut mengakuinya.
Disana, Dedi Mulyadi juga bertemu dengan seorang anak perempuan yang terpaksa putus sekolah karena sang ibu belum bisa membiayai hidupnya.
“Sini neng, kamu sekarang tingkat tiga SMP? Berarti masuk SMAnya tahun depan, kalau mau lanjut biar aku bantu,” tawar Dedi Mulyadi.