SuaraBandung.id - Nama Ferdy Sambo masih jadi perbincangan publik. 'Drama' persidangan yang cukup alot, membuat kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J masih jadi pantauan serius publik.
Banyak suara dari masyarakat meminta hakim menjatuhkan vonis maksimal pada Ferdy Sambo, yakni hukuman mati atas perbuatannya yang menghilangkan paksa nyawa Brigadir J.
Selain menyoroti dakwaan di persidangan, kini terungkap satu pengakuan tentang pendapatan mantan jenderal bintang dua yang pernah menjabat sebagai Kadiv Propam Polri tersebut.
Sejumlah analisis dan pengakuan di persidangan tentang Ferdy Sambo ini menjadi bahasan serius di berbagai media.
Ragam fakta akhirnya terkuak, baik melalui persidangan maupun dari pengakuan pengacara lewat forum diskusi di media.
![Ferdy Sambo minta maaf ke para ajudannya karena terseret kasus pembunuhan Brigadir J. Perlakuan mengerikan Ferdy Sambo pada jasad Brigadir J ini terungkap dari pertanyaan hakim. [tangkapan layar/M Yasir]](https://media.suara.com/suara-partners/bandung/thumbs/1200x675/2022/11/15/1-ferdy-sambo-minta-maaf-ke-para-ajudannya-karena-terseret-kasus-pembunuhan-brigadir-j-tangkapan-layarm-yasir.jpg)
Terbaru adalah bagaimana Ferdy Sambo bisa mengeluarkan banyak uang bulanan hingga ratusan juta dengan pendapat yang hanya Rp35 juta per bulan.
Termasuk yang mengungkap itu adalah pengacara keluarga Brigadir J, Martin Simanjuntak dalam acara 'Satu Meja Kompas TV' sebagaimana dikutip dari kanal YouTube, KompasTV Aceh, Selasa (29/11/2022).
Martin Simanjuntak mengatakan jika Ferdy Sambo adalah orang yang hidupnya diselimuti kekayaan, dalam tanda kutip.
Secara tegas, Martin meminta jika sumber kekayaan Ferdy Sambo diteliti dan dibongkar ke publik.
"Kita tahu seberapa kaya orang ini (Ferdy Sambo)," kata Martin.
"Kaya dalam tanda petik, karena kekayaannya perlu diteliti apakah legal atau ilegal," ujar Martin.
Dari sana Martin jelas mengatakan, Ferdy Sambo mampu memberikan uang berlimpah pada para ajudan untuk mengurus tiga rumah, yang masing-masing sekitar Rp200 jutaan.
Ferdy Sambo kata Martin memberikan uang pada para ajudannya untuk tiga dapur atau tiga rumah di Kemang, Magelang dan Saguling.
".... Menurut versi dari Ferdy Sambo ya, untuk tiga dapur dan masing-masing Rp 200 juta," ucap Martin.
Dengan uang yang sangat banyak itu, Martin lantas mempertanyakan sumber kekayaan Ferdy Sambo sebagai Kadiv Propam yang gaji bulanannya hanya Rp35 juta.
"Ia (Ferdy Sambo) punya pendapatan yang kita tahu hanya Rp 35 juta," kata Martin.
"Jadi dari segi resources kekayaan saya yakin beliau ini memiliki uang yang cukup banyak," tuturnya.
Melihat kondisi tersebut, antara pendapatan dan pengeluaran sangat jauh berbeda.
Sehingga tidak salah jika negara bersikap tegas membongkar darimana Ferdy Sambo bisa mendapatkan penghasilan yang sangat janggal tersebut.
"Pengeluaran belanja Ferdy Sambo dinilai janggal, jadi harus diteliti apakah pendapatannya itu legal atau ilegal," kata Martin.
Lebih dari itu, Martin juga mengkhawatirkan, jika kekayaan Ferdy Sambo akan mengganggu proses persidangan untuk tegaknya keadilan bagi keluarga mendiang Brigadir J.
Selain itu, Martin juga mengaku memiliki rasa kekhawatirannya tentang dugaan masih adanya pengaruh terkait kekuasaan.
Martin menduga-duga, meski pangkat dan jabatan Ferdy Sambo sudah dilucuti, akan tetapi dirinya yakin suami Putri Candrawathi tersebut masih memiliki pengaruh dan jaringan yang sangat kuat.
Dengan kondisi tersebut, yang paling ditakutkan Martin adalah muncul dugaan untuk penghilangan barang bukti terkait pembunuhan berencana yang dialami Brigadir J.
"Jabatan beliau sebagai Kadiv Propam memang sudah dicabut tapi bukan berarti yang bersangkutan punya networking itu semuanya serta merta hilang, nggak," beber Martin.
"Saya yakin sampai saat ini yang bersangkutan masih memiliki kuncian... Manakala yang bersangkutan saat masih bekerja memiliki kartu-kartu truf tertentu yang mungkin saja dicatat dalam buku hitam yang sering dibawa oleh terdakwa Ferdy Sambo," sambungnya.
Martin juga mengatakan, bahwa uang dan networking atau jaringan memungkin saja untuk seseorang atau suatu kelompok mendapatkan privilege dalam sistem hukum.
"Kalau dibilang pasti, memang tidak ada ketidakpastian di dunia ini. Yang pasti di dunia ini adalah ketidakpastian," imbuh Martin. (*)