Orang Pro Istana Ngomong Seenak Udelnya Saja Kata Refly Harun Menyikapi Kepala BP2MI Benny Rhamdani yang 'Ngejilat' di Hadapan Jokowi

Suara Bandung

Rabu, 30 November 2022 | 13:16 WIB
Orang Pro Istana Ngomong Seenak Udelnya Saja Kata Refly Harun Menyikapi Kepala BP2MI Benny Rhamdani yang 'Ngejilat' di Hadapan Jokowi
Kepala BP2MI Benny Ramdhani mengaku di depan Presiden Jokowi siap tempur lawan penyerang pemerintah. (tangkapan layar)

SuaraBandung.id - Kegeraman diperlihatkan Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun saat mendengar pernyataan perang Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani.

Seperti diketahui, jika masyarakat dibuat resah oleh viralnya percakapan Kepala BP2MI, Benny Rhamdani bersama Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Baik Jokowi maupun Benny Rhamdani memasang wajah serius saat terjadi percakapan soal perang dengan yang kontra pemerintah.

Sosok loyalis Jokowi itu terdengar jelas meminta izin langsung ke Jokowi untuk tempur melawan kubu lawan.

Diduga kuat jika video direkam saat sela-sela acara Gerakan Nusantara Bersatu relawan Jokowi pada Sabtu (26/11/22).

Video tersebut kemudian tersebar dan membuat geram publik karena dinilai memprovokasi adanya keributan antar warga.

Mengetahui tentang viralnya video tersebut, akhirnya memantik Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun untuk bicara.

Di sana Refly Harus mempertanyakan apa maksud dari pernyataan yang diucapkan Benny Rhamdani di hadapan Jokowi yang dikenal kalem.

“Maksudnya apa (menilai ucapan soal perang Benny Rhamdani)? Menanggapi semua orang yang berbeda pendapat?” ungkap Refly melalui kanal Youtube miliknya, dikutip Senin (28/11/22).

baca juga

Refly Harun menilai jika pernyataan provokasi tersebut makin jelas menimbulkan kesan yang berhak berpendapat dan berbicara hanya pihak istana dan para pendukungnya.

Sementara mereka atau pihak-pihak yang tak sependapat harus “diberangus”.

“Jadi membiarkan orang Pro Istana untuk ngomong seenak udelnya saja," kata dia. 

"Ngata-ngatain orang, menghina orang tapi sementara orang berbeda pendapat dengan argumentasi dilarang,” jelasnya.

Di sana terlihat kata Refly Harun, narasi yang disampaikan pentolan relawan Jokowi memberikan kesan semua harus satu suara dengan Jokowi.

“Apakah semua massa harus dikatakan harus sepakat dengan Presiden? Kan nggak," katanya. 

"Jadi mari kita lebih dewasa melihat hal ini jangan sampai negara ini justru dipecah sendiri oleh massa pendukung pemerintahan,” jelasnya.

Lantas untuk apa keluar dari ucapan pejabat tentang narasi “perang” tersebut, Refly Harus menilai sangat aneh logika yang digunakan para relawan dan pendukung penguasa.

“Aneh logika massa pendukung pemerintahan, masa mereka kemudian yang seolah-olah memprovokasi untuk bisa menghadapi massa yang mengkritik Jokowi, jadi nggak boleh dikritik presiden ini," katanya. 

"Tiba-tiba masih punya nuansa untuk bertarung dengan pengkritik pemerintahan atau jangan-jangan mereka berpikir bertarung dengan kelompoknya Anies Baswedan, waduh luar biasa!” imbuhnya.

Sebelumnya dalam video yang tersebar, Benny Rhamdani yang berhadapan dengan Jokowi mengaku geram dan ingin ia dan relawannya tempur langsung di lapangan dengan kubu lawan.

"Kita ini pemenang Pilpres, kita ini besar, tapi serangan lawan ini masih terus," kata Benny di hadapan Jokowi.

"Kedua, kita gemes pak ingin melawan mereka. Kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak," ucapnya.

"Kalau bapak nggak mengizinkan kita tempur di lapangan melawan mereka, maka penegakan hukum yang harus," kata Benny. (*)

Artikel ini juga tayang di Warta Ekonomi berjudul Pentolan Relawan Terang-terangan di Depan Jokowi Mau Perang dengan Kubu Lawan, Refly Harun Nggak Main-main: Maksudnya Apa?!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nah! Ada Dana Pusat Ke Daerah Mengendap Rp 278 Triliun, Jokowi Ke Gubernur-Bupati Dan Wali Kota: Cepat Belanjakan

Nah! Ada Dana Pusat Ke Daerah Mengendap Rp 278 Triliun, Jokowi Ke Gubernur-Bupati Dan Wali Kota: Cepat Belanjakan

News | Rabu, 30 November 2022 | 13:04 WIB

Soal Pemimpin Banyak Kerutan di Wajah dan Berambut Putih, Mardani PKS Beri Sentilan: Pak Jokowi Jangan Cawe-cawe Capres

Soal Pemimpin Banyak Kerutan di Wajah dan Berambut Putih, Mardani PKS Beri Sentilan: Pak Jokowi Jangan Cawe-cawe Capres

News | Rabu, 30 November 2022 | 12:57 WIB

Ingatkan Anak Buah Soal Ancaman Resesi, Jokowi: Jangan Keliru, Jangan Salah, Resikonya Gede

Ingatkan Anak Buah Soal Ancaman Resesi, Jokowi: Jangan Keliru, Jangan Salah, Resikonya Gede

Bisnis | Rabu, 30 November 2022 | 12:53 WIB

Investasi Jadi Rebutan Kala Resesi, Jokowi: Jangan Hilang Gara-gara Salah Treatment

Investasi Jadi Rebutan Kala Resesi, Jokowi: Jangan Hilang Gara-gara Salah Treatment

Bisnis | Rabu, 30 November 2022 | 12:45 WIB

Gaduh Aksi Kumpul Relawan Di GBK, Manuver Jokowi Atau Murni Gerakan Pendukung?

Gaduh Aksi Kumpul Relawan Di GBK, Manuver Jokowi Atau Murni Gerakan Pendukung?

News | Rabu, 30 November 2022 | 12:36 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×