SuaraBandung.id - Nama Raffi Ahmad muncul dalam hasil survei Indonesian Politics Research & Consulting (IPRC) yang digelar mulai 20-28 November 2022 terkait pertarungan calon Wali Kota Bandung 2024.
Bahkan, suami dari Nagita Slavina itu memiliki angka tertinggi untuk tingkat popularitas calon Wali Kota Bandung yaitu 94,4 persen, disusul Atalia 87,6 persen, dan Yana Mulyana 86,4 persen.
Peneliti IPRC, Indra Purnama mengatakan, hasil survei tersebut diambil dari 800 responden yang diberikan pertanyaan terkait para calon yang berpotensi ikut dalam kontestasi pemilihan wali kota 2024.
"Pada hasil survei tingkat popularitas calon Wali Kota Bandung, nama Raffi Ahmad unggul. Hal itu bisa terjadi karena sosok Raffi cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia untuk berbagai tingkat usia," paparnya.
Menurutnya, hasil survei tersebut dilakukan secara acak di 30 kecamatan, dengan tetap mayoritas pemilih ialah laki-laki dengan 54,9 persen, serta pemilih dari kaum ibu mayoritas berprofesi ibu rumah tangga 34 persen.
Indra pun mengungkapkan hasil survei November ini mengalami peningkatan persentase untuk para calon.
Menurut hasil survei November 2022 ini katanya, ada sebanyak 72 persen warga Bandung yang sudah mengetahui akan adanya pemilihan umum di 2024, mulai pilpres, pilkada, hingga pileg.
"Sementara untuk elektabilitas Yana Mulyana dalam simulasi terbuka masih menjadi yang tertinggi di angka 28,5 persen, disusul Atalia Praratya 25 persen, lalu ada Nurul Arifin 3,8 persen, Rafi Ahmad 3,8 persen, dan M Farhan 3,5 persen," ujar Indra, Senin 13 Desember 2022.
Disampaikannya, dalam simulasi tertutup, nama Yana Mulyana pun masih unggul dibanding nama calon lainnya dengan persentase 30,8 persen, Atalia 29,8 persen, M Farhan 5,8 persen, Nurul Arifin 4,4 persen, dan Budi Dalton 2,6 persen.
"Jika dikerucutkan ke tiga nama, ada tiga calon yang paling tinggi, yakni Yana Mulyana 37,4 persen, Atalia 35 persen, dan M Farhan 7,9 persen, serta ada 19,8 persen warga yang belum menjawab. Tentu, ini (yang belum menjawab) sangat berpengaruh dan dinamis karena ada waktu jeda 2023 ke 2024," ujarnya.
Baca Juga: GOTO, Grab dan Bukalapak 'Rugi' Triliunan, Masih Mampu Bangkit?
Lebih jauh Indra menambahkan, nama Yana Mulyana yang begitu tinggi baik elektabilitas dan popularitas dalam survei IPRC periode 20-28 November 2022, berbanding terbalik dengan persentase elektabilitas partai alias kendaraannya, yaitu Gerindra.
Dalam survei IPRC, perolehan Gerindra hanya ada di urutan keempat dengan 9 persen di bawah PKS (18,9 persen), PDIP (16,5 persen), dan Golkar (12,1 persen).
"Yana Mulyana ini hampir unggul di basis-basis pemilih partai. Dia hanya tidak berada di basis PDIP, Demokrat, NasDem, dan PAN yang justru ke Atalia suaranya. Dan, yang menariknya itu M Farhan yang merupakan kader NasDem tapi secara partai dia justru banyak pemilih di Hanura," tandasnya.