Secara jujur Cak Nun merasa diri seperti melanggar ucapannya sendiri. Dia mengatakan, meski yang diyakininya dirasa benar, tapi tidak harus diucapkan.
"Kan saya yang mengajarkan di Mai'yah dan semua keluarga bahwa ora waton bener kowe ucapke (jangan asal benar kamu ucapkan)," tambahnya.
Cak Nun bahkan tak pelit hati dan pikiran untuk menyatakan permohonan maafnya.
Dia bahkan menyesal dengan apa yang diungkapkan dan mengakui apa yang dilakukannya memang tidak bijaksana.
"Harusnya efeknya harus diperhitungkan, harus bijaksana. Saya dianggap tidak bijaksana," katanya. (*)